Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 127


__ADS_3

Karena biar bagaimanapun mereka adalah laki-laki yang harus menjaga mereka berdua yang perempuan, jadi mau tidak mau mereka harus geralk


cepat sebelum ada sesuatu yang terjadi dengan mnereka berdua.


"Gimana nih, kemana kita harus mencari mereka," Andi terlihat khawatir.


"Ehh itu kalian libat kesana, itu seperti Heni dan Sasa yang sedang berlari kesini, ayo cepat kita sekarang kesana sebelum terjadi sesuatu kepada mereka,"


kata Gilang.


Lalu tanpa aba-aba lagi mereka bertiga langsung lari kearah Heni dan Sasa, mereka berlari sekencang mungkin agar mereka cepat sampai ketempat


mereka berdua.


"Tolong, " mereka terus berteriak.


Heni dan Sasa langsung tersenyum saat melihat teman-temannya tahu keberadaan mereka dan juga sekarang mereka sedang berlari kearah Heni dan Sasa.


"Lihat Sa, itu teman-teman kita sedang menuju kesini, ayo kita lari lebih kencang lagi pasti mereka akan menolong kita, ayo cepat," Heni kembali


menarik tangan Sasa agar mereka lari lebih cepat.


Sedangkan makhluk menyeramkan yang mengikuti mereka berdua masih ada dibelakang mereka dan dia masih terus mengejar Heni dan Sasa, lalu saat


dia melihat teman-teman Heni dan Sasa sudah berlari mendekat kearahnya dia langsung pergi.


"Sialan aku gagal, padahal tadi aku sudah punya kesempatan emas untuk menangkap kedua perempuan itu, tapi sekarang mereka semua sudah tau keberadaan kedua cewek itu bahkan mereka sudah lari kesini, sekarang lebih baik aku pergi saja, aku tidak mungkin melawan mereka, aku tidak mau mati sia-sia di tangan mereka seperti iblis


yang lain," lalu dia pergi dan tiba-tiba menghilang.


Heni dan Sasa sangat bahagia saat dia hanya berjarak beberapa meter dari teman-temannya, lalu mereka pergi kearah teman-temannya dan langsung


memeluk mereka karena Heni dan Sasa masih ketakutan dengan kejadian tadi yang menimpa dia.


"Kalian kenapa bisa ada disini sih, kan tadi sebelum kita berpencar aku sudah bilang jangan pergi terlalu jauh karena itu berbahaya untuk kalian, kenapa kalian malah bandel dan gak dengerin ucapan ku sih," Gilang memarahi mereka berdua.


Heni dan Sasa yang merasa bersalah langsung menundukkan kepalanya, mereka memang bersalah jadi wajar saja kalau Gilang memarahi mereka berdua, dan karena kesalahan mereka sendiri justru mereka dalam bahaya.


Untung saja Gilang dan yang lain mendengar suara mereka, kalau tidak pasti mereka sudah tertangkap oleh iblis jahat itu dan sekarang mungkin entah


bagaimana nasib mereka berdua, dan itu bisa menjadi pelajaran untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Maafkan kita, tadi disana tidak ada kayu bakar sama sekali, jadi aku mengajak Heni untuk mencari ketempat lain biar kita bisa mendapatkan kayu


bakar sebanyak mungkin, karena aku kira kita akan aman karena memang tidak terlalu jauh dan aku juga ingat jalannya, tapi malah tiba-tiba ada iblis yang menarik kakiku dan menyeret aku begitu saja, dan untung Heni menyelamatkan aku dan menarik


tanganku sampai aku terlepas dan kita lari sampai kesini," Sasa merasa bersalah dan dia menundukkan kepalanya.


Sekarang mereka berdua tahu sendiri akibatnya kalau sampai mereka pergi terlalu jauh dan terpisah dari teman-temannya, walaupun sekarang


hantu pendaki tidak akan pernah mengejar mereka tapi banyak sekali iblis jahat yang akan terus mengejar mereka sampai mereka tertangkap.


Jadi bukan tidak mungkin mereka masih dalam keadaan bahaya, jin jahat itu akan terus mencari kesempatan untuk menangkap mereka.


"Kalian menyesal juga percuma karena itu sudah terjadi, dan untung saja kalian berdua bisa selamat dari tangan iblis jahat itu, dan kalau tidak maka kalian berdua akan menjadi makanan mereka dan kalian akan bernasib sama seperti hantu pendaki itu" Anton juga memarahi mereka berdua.


Mereka berdua memang terlalu menggampangkan urusannya, sehingga mereka lupa kalau bahaya masih mengintai mereka semua.


"Udah, ayo sekarang lebih baik kita balik ketempat Yanti, pasti dia sekarang sedang mencemaskan kita karena kita pergi terlalu lama, itu kayu bakar juga


sudah banyak dan aku rasa pasti akan sangat cukup untuk kita membakar ikan tangkapan Yanti," Andi menengahi mereka.


Jujur dia tidak tega pastinya saat melihat Sasa ketakutan seperti itu, dan dia juga tidak tega melihat Sasa dimarahi. tapi disisi lain Andi juga paham kalau Sasa memang bersalah dan harus mendapatkan teguran dari mereka karena apa yang dilakukan Sasa itu membahayakan dirinya sendiri.


"Iya Ndi benar, ayo kita pergi dari sini dan membantu Yanti, kasihan dia disana sendirian," kata Anton.


mereka pergi ternyata ada yang sedang mengintip mereka dari balik pohon yang cukup besar.


"Sialan, seharusnya aku sudah menangkap mereka, tapi ini bukan akhir dari segalanya, aku akan terus mengintai kalian dan aku akan selalu mencari


kesempatan yang tepat untuk menangkap kalian satu persatu, dan akan aku pastikan kalian tidak akan pernah bisa lolos dari ku," iblis itu ternyata masih mengintai mereka bahkan iblis itu selalu mengikuti mereka semua.


Dan saat mereka semua tiba di sungai tempat Yanti mencari ikan, Heni dan Sasa langsung duduk dipinggir sungai karena mereka berdua pasti sangat lelah sekali, dan mereka juga pasti masih trauma dan ketakutan tapi mereka berdua gengsi kalau mau menangis karena itu juga kesalahan mereka sendiri.


"Kemana aja sih kalian ini, cari kayu bakar aja lama banget, tuh lihat matahari sudah mulai naik masak kalian gak lihat sih, dan apa perut kalian gak lapar hah," Yanti yang tidak tahu apa-apa langsung memarahi mereka semua yang baru sampai.


"Kita laper banget Yan, noh gara-gara temen Lo yang dua itu kita jadi lama baliknya," kata Anton kesal.


"Maksud kalian Sasa sama Heni, memangnya mereka berdua kenapa," tanya Yanti bingung.


"Tanya aja sendiri sama mereka berdua," kata Gilang yang juga masih kesal.


Lalu Andi menceritakan semuanya kejadian dari awal sampai akhir tanpa ada yang tertinggal sama sekali.

__ADS_1


"Haduh bandel banget sih kalian," kata Yanti.


Mereka akhirnya sudah tidak lagi membahas tentang kejadian itu dan mereka menyiapkan kayu untuk


membakar ikannya, lalu setelah api menyala dan bara api sudah banyak mereka langsung membakar semua ikan yang Yanti tangkap, sepertinya jumlahnya sampai sepuluh ekor ikan.


"Banyak banget sih Yan ikannya," kata Andi.


"Bacot terus sih kalian, kan kalian ada lima, nah tu ikan ada sepuluh, kan kalian bisa buat makan nanti sore juga, untuk nanti siang kalian minum air aja


yang banyak biar gak kelaparan," kata Yanti ketus.


"Ketus amat sih Yan," kata Anton cemberut.


Setelah ikannya matang merata semua langsung berkumpul untuk memakan ikan itu, Heni dan Sasa mereka juga langsung makan dan pasti perut mereka sudah sangat lapar sekali.


Selesai makan mereka semua langsung istirahat sebentar agar makanannya bisa dicerna dengan


sempurna.


"Kalian semua istirahat dulu sebentar disini dan setelah itu kita langsung berangkat untuk mencari mayat hantu pendaki itu," kata Yanti.


"Oh iya Yan aku baru ingat waktu tadi aku mimpi tentang hantu pendaki kan mereka bilang ada manusia yang bekerjasama dengan penguasa gunung larangan ini, dan selama manusia itu


masih berkeliaran maka penguasa gunung larangan akan selalu mendapatkan tumbal dan dia juga akan


selalu bertambah kekuatannya," Gilang mengingatkan saat tadi dia bermimpi bertemu dengan hantu pendaki.


"Itu berarti ada yang punya niat jahat, tapi apa tujuan dia sampai bekerjasama dengan penguasa gunung


larangan, apa yang sebenarnya dia inginkan," Andi juga merasa bingung ada manusia yang tega menumbalkan manusia.


Mereka lalu diam mungkin mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing lalu mereka juga masih penasaran siapa manusia yang dimaksud oleh hantu


pendaki dalam mimpi Gilang itu.


"Oh iya, apa kita coba periksa carrier milik mereka aja ya, siapa tau ada petunjuk baru di carrier milik


mereka," Yanti menyampaikan pendapatnya.


"Oh iya kamu benar sekali Yan, aku juga yakin kalau di Carrie mereka pasti ada petunjuk yang bisa membantu kita memecabhkan masalah ini, lalu kita bisa membuat manusia itu untuk bertobat agar dia tidak melakukan hal yang salah lagi, dan kita juga harus memberitahu warga desa agar tau siapa Manusia itu," kata Gilang dengan wajah yang serius.

__ADS_1


Lalu Gilang membuka tas carrier yang dia temukan, lalu dia mencari tahu apa saja yang ada didalamnya.


__ADS_2