Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 48


__ADS_3

"Tapi aku sangat yakin kalau kita pasti bisa menangkap mereka semua dalam waktu dekat, kita tidak perlu khawatir cepat atau lambat pasti mereka


semua akan tertangkap oleh kita" dia begitu yakin dengan ucapannya.


"Iya, pasti kita akan bisa menangkap mereka semua'" mereka lalu melanjutkan perjalanan.


Mereka kembali berjalan dan aku melanjutkan untuk mengikuti mereka, aku harus bisa menemukan Heni secepatnya aku akan terus berusaha semampu yang bisa aku lakukan.


Mereka terus saja berjalan kali ini mereka terlihat saling diam dan terus saja lurus dan melanjutkan perjalanan menuju tempat mereka menyembunyikan Heni, aku kira tempatnya dekat tapi ternyata aku salah, tempatnya sangat jauh dari yang aku bayangkan dan mereka sangat pintar untuk mencari tempat untuk bersembunyi tempat yang sangat


terpencil dari hutan ini, mungkin itu agar aku dan teman-teman ku tidak bisa menemukan keberadaan nereka saat mereka menangkap salah satu dari kita.


"Kapan kita akan mulai beraksi" mereka membuka percakapan lagi setelah tadi hanya saling diam.


Aku terus mengikuti setiap langkah mereka, dan aku terus menguping apa saja yang mereka bicarakan walaupun jarak diantara kami lumayan jauh tapi


aku masih bisa mendengar suara mereka dengan sangat jelas sekali, jadi aku masih bisa tau apapun yang mereka katakan dan yang mereka bicarakan.


"Nanti malam kita akan beraksi, kita akan menyamar menjadi wanita tadi dan mencari teman-teman dia yang lain dan kita akan mengelabuhi mereka agar


kita bisa menangkap mereka semua dengan mudah" lalu suara itu di barengi dengan gelak tawa dari keduanya.


"Kita akan dengan sangat mudah untuk menangkap mereka semua, mereka tidak akan pernah menyangka kalau itu bagian dari rencana kita untuk


mengelabuhi manusia bodoh itu" mereka kembali tertawa.


Aku langsung menutup mulut karena kaget saat mendengar omongan mereka berdua, aku tidak menyangka ternyata mereka sudah mempunyai


rencana jahat untuk menangkap aku dan teman-teman ku yang lain, mereka ternyata benar-benar sangat jahat, dendam yang menggebu-gebu dan mereka bawa mati akhirnya mengubah mereka menjadi sosok yang sangat jahat

__ADS_1


sekali.


"Apa yang mereka katakan tadi. kalau mereka punya rencana seperti itu berarti teman-teman ku mereka dalam bahaya kalau sampai mereka percaya kalau itu Heni asli maka mereka akan nurut dan mengikuti ucapan Heni palsu, itu artinya teman-teman ku mereka dalam bahaya dan aku tidak akan tinggal diam, aku akan menyelamatkan mereka semua" aku bermonolog sendiri.


Aku bingung sekarang apa yang harus aku lakukan agar teman-teman ku tidak tertipu dengan hantu pendaki itu, jangan sampai mereka berhasil ditipu


oleh mereka, tapi apa yang harus aku lakukan aku bingung harus berbuat apa karena aku sendiri tidak tahu dimana keberadaan teman-teman ku saat ini,


andai aku tau dimana mereka sekarang pastinya aku akan memberi tahu mereka tentang rencana jahat hantu pendaki itu tapi sayangnya aku tidak tahu dimana mereka sekarang berada.


"Ya Allah, lindungilah semua teman-teman ku jangan biarkan hak buruk menimpa kami, kami hanya bisa


memohon perlindungan kepada mu, tolong lindungilah kami semua" aku mengucapkan doa lalu mengamininya.


Mereka memang sangat jahat bahkan lebih jahat dari yang aku bayangkan, aku akan selalu mnelawan


Saat aku mengikuti mereka ternyata mereka berbelok ke arah jalan setapak yang sangat sempit dan sebelah nya di kelilingi oleh tebing yang sangat tinggi, batu yang sangat besar berada di atas


kami dan aku bergidik ngeri saat melihat batu-batu itu tidak bisa dibayangkan kalau batu besar itu longsor dan jatuh ke bawah bisa dipastikan siapapun akan hancur di timpa reruntuhannya.


Tidak lama setelah melewati jalan setapak yang hanya bisa dilewati oleh satu orang mereka sampai di tempat yang sangat tersembunyi, bahkan agak


sempit tapi tempat itu berada di antara pohon yang besar jadi mereka bisa terlindungi dari panasnya matahari.


"Gimana ketemu gak sama manusia sialan itu" mereka langsung memberondong dua hantu pendaki yang tadi mengejar aku.


"Tidak, tapi tenang saja kita pasti akan bisa menangkap mereka semua" lalu temannya yang lain langsung tertawa.


"Dimana wanita itu" tanya dua Orang yang mengejar ku tadi.

__ADS_1


"Dia ada di dalam sana" mereka menunjuk gua kecil yang luarnya terpasang jeruji besi seperti penjara.


"Apa mereka mengurung Heni di dalam sana" aku bertanya dalam hati.


Aku masih bersembunyi di tempat yang aman, sekarang aku sudah tau dimana mereka menyembunyikan Heni tapi aku belum bisa mengambil keputusan bagaimana caranya agar aku


bisa menyelamatkan Heni dari tangan mereka, dan aku harus mencari waktu yang tepat karena ini memang sangat berbahaya untuk ku jadi aku tidak boleh tergesa-gesa dalam mengambil


keputusan apapun.


"Kalian yakin kalau dia akan aman di dalam sini" tanya keduanya.


"Aman lah, apa tadi kalian sudah sangat berhati-hati dan tidak ada yang mengikuti kalian" mereka memastikan kalau tidak ada yang mengetahui tempat persembunyian mereka semua.


"Aman, ayo kita cari teman dia yang lain" ajak hantu pendaki yang sepertinya dia adalah leader dari mereka berempat.


"Biarlah nanti malam kita akan pergi mencari mereka sampai ketemu, kita bisa menggunakan wajah dan tubuh manusia itu untuk menangkap teman dia yang lain dan aku yakin ini pasti akan sangat mudah untuk kita lakukan karena salah satu dari teman mereka


sudah ada dalam genggaman kita, dan itu tentunya akan sangat menguntungkan bagi kita semua"


mereka berempat langsung tertawa secara bersamaan.


"Kita akan segera terbebaskan dari belenggu penguasa gunung larangan ini, kita akan bebas dan sebentar lagi kita akan bisa melakukan apapun yang kita inginkan, apapun itu kita tidak harus meminta izin dan meminta belas kasihan dari pemimpin hutan larangan ini" mereka kembali bersorak gembira.


Keempat hantu pendaki itu terlihat sangat bahagia, mereka sepertinya sudah tidak sabar untuk merayakan kemenangan mereka, tapi mereka melakukan kesalahan yang fatal karena mereka mengorbankan seseorang yang tidak berdosa demi ambisi mereka semua, sungguh mereka sudah sangat salah.


"Dan cepat atau lambat kita pasti akan bisa keluar dari gunung larangan ini, kita bisa turun dari gunung ini dan membalaskan dendam kita pada manusia yang keji itu, manusia yang membuat hidup kita sangat sengsara, manusia yang rela mengorbankan


teman-teman yang sudah lama menemani hari-harinya teman yang selalu menolong dia kapanpun dia butuh pertolongan, tapi dia menganggap kita semua sampah, dia menganggap kalau kita semua tidak penting sama sekali dan dia tega meninggalkan kita di gunung ini dia sama sekali tidak memperdulikan keselamatan kita" ucap pendaki hantu tersebut dengan sorot yang memancarkan balas dendam.

__ADS_1


__ADS_2