
Lanjutan...
"Yaudah kalau itu keputusan kalian berdua aku cuma bisa nurut saja, kita istirahat dulu nanti kita lanjut lagi" ucapku menatap mereka berdua secara
bergantian.
"Emang seharusnya seperti itu kan" Sasa malah sewot.
Mungkin si Sasa masih kesal karena aku belum meminta maaf kepada Yanti, tapi harusnya kan dia ngerti apa alasanku berbuat seperti itu, kan aku
khawatir kalau Yanti pergi ninggalin kita begitu saja, ya walaupun aku akui itu salah karena Yanti nyatanya kembali dan membawakan kita makanan, tapi aku
belum mendapatkan penjelasan dari Yanti.
"Oh ya Yan, kamu kan belum memberikan aku penjelasan kenapa kamu bisa selama itu tadi, kita udah sempet curiga tau gak sama kamu" aku
kembali bertanya kepada Yanti karena aku masih penasaran.
"Kok kita, kamu aja kali orang dari tadi kamu yang curiga terus sama si Yanti kok, kan aku percaya sama Yanti gak kaya kamu" Sasa menyela omonganku karena dia merasa tidak pernah mencurigai si Yanti.
"Ya udahlah, pokoknya aku mau nanya sama Yanti dạn Yanti harus menjawabnya sekarang" aku menatap Yanti lekat berharap dia akan menjawab.
"Iya aku tadi juga mau cerita sama kalian mangkanya tadi aku nyuruh kalian buat cepat-cepat makan terus aku bisa cerita" Yanti mulai bicara dan membuat aku semakin penasaran.
"Apa, ayo cerita sekarang" aku menyuruh dia cepat-cepat bercerita karena aku sudah penasaran.
"Tadi waktu aku nyari makanan buat kalian kan aku terbang sambil muter-mnuter, nah pas aku terbang itu aku kaya lihat teman kalian terus aku coba deketin pas udah dekat dia malah lari" Yanti memasang wajah serius sepertinya yang dia katakan memang
benar adanya.
"Bener teman kita apa bukan, terus dimana dia sekarang" aku mencecar Yanti dengan banyak pertanyaan.
__ADS_1
"Iya, terus dia di sebelah mana terus sama siapa apakah dia baik-baik saja, ayo kita kesana sekarang kalau begitu" Sasa juga sama dia mencecar Yanti dengan banyak pertanyaan.
Omongan Yanti seperti membawa angin segar bagi aku dan Sasa kami sangat antusias saat Yanti bilang kalau dia bertemu dengan teman kami, itu artinya
mereka masih selamat dan aku bisa kembali bertemu dengan mereka.
"Iya melihat dia disana, diujung hutan dan sepertinya hutan itu adalah tempat tinggal para hantu pendaki itu karena aku sering sekali melihat mereka berada ditempat itu saat aku lagi jalan-jalan keliling hutan ini" Yanti menjelaskan apa yang telah dia lihat.
"Apa, kenapa dia sampai berada di sarang para hantu pendaki itu kalau sampai dia ketangkap bagaimana" Sasa terlihat sangat khawatir dan kita juga belum tau pasti siapa teman kami yang dimaksud oleh Yanti.
"Gak tau, dia juga lagi sendirian gak ada teman kalian yang lain, dia cowok dan badannya agak kurus tapi lumayan ganteng sih, kan aku tau semua wajah
teman-teman kalian karena aku mengikuti kalian sejak kalian masuk ke gunung larangan ini" Yanti memberikan ciri-ciri teman kami yang ditemuinya
tadi.
"Gilang, gak salah lagi itu pasti Gilang Ndi, aku sangat yakin sekali karena Anton kan dia masuk ke alam lain dan dia terjebak disana" Sasa menangis mungkin dia kepikiran tentang Gilang.
tidak bersama Heni" aku kembali bertanya kepada Yanti dan aku berharap Yanti juga mengetahui keberadaan Heni.
Yanti terlihat kebingungan apa mungkin aku dan Sasa terlalu banyak memberikan dia pertanyaan mangkanya dia merasa kebingungan dan harus
menjawab apa.
"Tapi aku cuma melihat satu teman kalian yang kalian bilang namanya Gilang itu, dan teman kalian yang perempuan aku gak tau sama sekali dimana dia saat ini, karena aku sama sekali tidak melihatnya" Yanti menggaruk kepalanya yang tidak gatal mungkin dia bingung mau ngomong apa.
"Apa kamu gak salah Yan, bukannya Gilang selalu barengan sama Heni, lalu kenapa Gilang sekarang sendiri terus ngapain juga dia malah pergi ke
tempat hantu pendaki itu, apa mungkin dia mau menyerahkan diri karena sudah pasrah dan menyerah" pikiran ku berkecamuk aku bingung sedih semua bercampur menjadi satu, kemana teman-teman ku yang lain dan kenapa Gilang harus ke tempat itu.
"Ndi, ayo kita pergi sekarang kita cari Gilang dan Heni sekarang juga, kenapa Gilang cuma sendirian dimana Heni aku takut dia kenapa-napa di luar sana ayo Ndi" Sasa menangis sesenggukan dia pasti sangat merasa kawatir dengan keadaan Heni saat ini karena Heni perempuan jadi dia sangat khawatir.
__ADS_1
"Sabar dulu sa, kita kan tidak tau bagaimana ceritanya mereka bisa terpisah seperti itu dan apa alasan Gilang ke tempat hantu pendaki, kita harus cari tau dulu sa, kamu sabar dulu ya kita
pasti akan menemukan mereka secepatnya" aku menenangkan Sasa karena dia terus menangis sesenggukan.
Aku jadi bingung harus berbuat apa saat ini, Sasa menangis makin sesenggukan bahkan gak bisa
ditenangkan dia sama sekali tidak mendengarkan ucapan ku saat aku menyuruhnya untuk berhenti menangis.
"Udah nanti aku bantu kamu cari Heni ya, aku janji aku selalu membantu kalian semua sanmpai kalian
benar-benar keluar dari gunung larangan ini" Yanti tersenyum kearah Sasa dia ternyata membantuku untuk menenangkan Sasa yang sedang menangis.
Saat Yanti berkata seperti itu Sasa langsung diam dan menatap kearah Yanti, aku sedikit lega karena Sasa sudah berhenti menangis karena ucapan dari
Yanti tadi, mungkin Sasa sekarang sudah sepenuhnya percaya dengan Yanti, dia percaya kalau Yanti akan selalu membantu kita semua.
"Tuh kamu dengar omongan Yanti kan, dia juga akan membantu kita untuk menemukan Heni dan juga Gilang, kita harus yakin kalau Gilang dan Heni
mereka pasti akan baik-baik saja kamu harus percaya sama aku, kita sekarang adalah tim dan kita harus selalu kompak saat bekerja sama" aku memberikan semangat untuk Sasa agar dia sedikit
tenang.
"Yan, kamu harus janji ya kalau kamu akan bantuin kita buat cari Heni dan Gilang sampai ketemu, kamu harus janji ya sama kita" Sasa memohon kepada Yanti.
"Iya aku janji akan terus membantu kalian berdua dan juga teman-teman kalian, karena kalian sudah mau
menjadi teman-teman ku saat ini jadi teman-teman kalian yang juga temanku" Yanti tersenyum kearah Sasa dan aku melihat wajah Sasa sudah tidak sesedih tadi mungkin sekarang dia punya kekuatan baru dan akan lebih bersemangat untuk mencari Gialng dan Heni.
"Tapi Yan kamu kan bisa terbang, kenapa kamu tidak terbang saja untuk mencari teman-teman ku sambil
membawa aku dan Andi kalau kita terbang kan pasti akan lebih cepat untuk bertemu dengan mereka" ucap Sasa.
__ADS_1