
"Sekarang kalian sudah kembali berkumpul, aku hanya tinggal menemukan satu lagi mayat teman
kalian dan setelah itu Gilang dan teman-temannya juga akan menguburkan jenazah kalian semua dengan layak, setelah itu kalian akan terbebas dari jeratan penguasa gunung larangan, kalian akan hidup bebas di alam kalian dan tidak akan ada lagi yang menyiksa kalian dan menahan roh kalian," Yanti menatap satu persatu mayat itu.
"Andai saja aku dulu tidak sejahat itu, dan mau menolong kalian untuk keluar dari gunung larangan ini pasti kalian tidak akan bernasib seperti ini,
tapi percuma juga karena salah satu dari kalian tidak ada yang berasal dari penduduk di kaki gunung larangan ini," Yanti menarik nafas dalam-dalam.
Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Gilang dan teman-temannya, ini memang sudah takdir mereka karena walau bagaimanapun mereka memang
tidak akan pernah bisa keluar dari gunung larangan ini karena diantara mereka tidak ada yang bisa melihat pintu keluar dari gunung larangan ini.
Mungkin yang dipikirkan mereka itu benar, teman hantu pendaki itu sengaja meninggalkan mereka di gunung larangan ini agar mereka tidak bisa kembali pulang, karena dia juga sudah sakit hati dengan Keempat hantu pendaki itu.
"Lebih baik sekarang aku cepat kembali dan melanjutkan pencarian mayat teman mereka, hanya tinggal satu lagi dan semoga saja bisa cepat ketemu
hari ini juga," setelah memastikan keadaan aman Yanti langsung pergi dari tempat itu, dia terbang dan kembali menemui Gilang dan yang lainnya.
Dia turun dan berjalan mendekati Gilang dan teman-temannya, dia tersenyum lega karena tugasnya hampir selesai, dan sekarang tidak ada lagi yang harus di korbankan.
"Setelah ini kalian harus menangkap manusia itu dan
menghukumnya, jangan biarkan dia lolos karena setelah itu dia akan terus mencari korban lain untuk di tumbalkan, semua orang harus tahu kalau dia
bekerjasama dengan penguasa gunung larangan agar tidak ada lagi korban selanjutnya," Yanti mengingatkan.
Mereka langsung bengong karena tiba-tiba saja Yanti bicara seperti itu, sedangkan mereka saja belum bisa
keluar dari gunung larangan itu, dan mereka juga belum tahu apakah setelah ini masilh ada lagi yang akan menghalangi mereka untuk keluar dari gunung larangan itu.
"Pasti Yan, kalau kita bisa keluar dari gunung larangan ini pasti kita akan menangkap orang itu dan kita akan mencari orang itu sampai ketemu, kita
__ADS_1
tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja setelah apa yang dia lakukan kepada manusia yang tidak berdosa itu," ucap Anton menggebu.
Orang itu memang harus segera mendapatkan hukuman atas apa yang telah dia perbuat, dia juga yang membuat arwah hantu pendaki itu menjadi tidak tenang dan tidak bisa kembali ke alam mereka.
Harapan mereka saat ini hanyalah Yanti, karena Yanti yang selalu memberikan mereka arahan untuk apa
yang akan mereka lakukan setelah ini.
"Sekarang kita lanjut mencari satu mayat lagi ya, aku yakin kalau hari ini kita pasti bisa menemukan satu mayat lagi," Yanti begitu yakin.
"Bentar deh Yan, kita istirahat sebentar dulu disini, 10 menit saja setelah itu kita akan langsung
melanjutkan pencarian untuk menemukan mayat dari hantu pendaki," Andi terlihat sudah sangat lelah.
"Ya sudah kalau begitu, kalian istirahat dulu disini sebentar, nanti kalau kalian sudah tidak lelah kita
lanjutin perjalanan lagi," Yanti akhirnya mengerti dengan kondisi mereka saat ini.
"Apa setelah ini kita akan bisa keluar dari gunung larangan, atau mungkin akan ada lagi yang
menghalangi niat kita," Sasa terlihat tidak yakin.
"Kalau kita selalu bersama seperti ini, aku yakin apapun yang akan menghalangi niat kita kedepannya pasti kita bisa menghadapinya, aku juga sedang berpikir apa yang bisa mengalahkan penguasa gunung larangan," Gilang juga yakin kalau mereka pasti bisa keluar dari gunung larangan.
"Apa maksud kamu mengalahkan penguasa gunung larangan, apa manusia biasa seperti kita akan bisa mengalahkan dia," Anton terlihat tidak yakin.
"Itu bukan pilihan untuk kita, tapi itu sebuah keharusan untuk kita agar kita bisa keluar dari gunung larangan ini, aku yakin penguasa gunung larangan tidak akan pernah membiarkan kita
keluar dengan mudah, jadi satu-satunya cara adalah kita harus bisa melumpuhkan dia," Gilang terlihat serius dengan ucapannya.
"Gilang benar, dia pasti akan menghalalkan segala cara agar bisa menghalangi kita keluar dari sini, lagian kalau kita berhasil mengalahkan dia pasti gunung ini nantinya akan menjadi aman dan tidak akan ada lagi yang meminta tumbal manusia," Yanti pun setuju dengan ucapan Gilang.
__ADS_1
Sekarang mereka juga harus mencari tahu apa kelemahan dari penguasa gunung larangan, Gilang juga terus berusaha untuk berkomunikasi dengan kakek buyutnya, dia juga harus mendengarkan pendapat dari sang kakek.
Setelah merasa sudah tidak terlalu capek lagi, mereka langsung memutuskan untuk melanjutkan
perjalanan, mereka ingin segera menemukan jasad hantu pendaki.
Diperjalanan mereka tidak ada gangguan yang berarti sama sekali, karena mereka sudah terbiasa dengan suara-suara aneh yang terus saja datang,
tapi mereka menganggap itu bukanlah gangguan karena mereka sudah terbiasa bahkan sudah merasakan yang lebih menyeramkan daripada itu.
Mereka tetap melihat kearah jurang dan melihat kearah lain, siapa tahu memang ada jasad hantu pendaki, hanya tinggal satu dan itupun laki-laki,
sepertinya dia yang lebih mampu bertahan karena dia yang meninggal paling belakang.
Mereka itu pada awalnya berjalan bersamaan, lalu Yanti terus mengejar mereka dan pada akhirnya satu diantara mereka seorang perempuan jatuh ke
jurang, itu adalah jasad pertama yang ditemukan, lalu setelah itu mereka kembali berjalan karena mereka sudah mengetahui satu temannya sudah meninggal jadi mereka lebih berhati-hati.
Setelah itu mereka berjalan bertiga dan beriringan, dan Yanti kembali menghantui mereka dengan suara
tawanya maupun dengan penampilannya, itu membuat mereka bertiga sangat ketakutan lalu mereka lari dengan kencang karena takut dengan
Yanti, dan saat berlari itu salah satu dari mereka terpeleset dan jatuh di jurang tapi memang tidak terlalu dalam jurangnya, dia meninggal ditempat.
Lalu kedua temannya yang panik dan takut akan bernasib sama dengan kedua temannya langsung lari lagi karena mereka sudah memastikan kalau
temannya itu sudah meninggal, mereka berlari dan menemukan goa yang tidak terlalu besar, jadi mereka semua memutuskan untuk bersembunyi di dalam goa.
Jadi tersisa dua pendaki, yang satu perempuan dan yang satu laki-laki. Ketika berada di dalam goa mereka merasa kelaparan dan kehausan, tapi
mereka sama sekali tidak menemukan makanan, jadi mereka sangat kelaparan dan kehausan apalagi mereka takut untuk keluar dari goa itu karena Yanti
__ADS_1
terus saja menghantui mereka.