Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 27


__ADS_3

Kasian juga mereka, pasti dulunya mereka juga merasakan hal yang sama dengan apa yang sekarang aku dan teman-teman ku rasakan, setiap hari ketakutan, merasalkan lapar dan haus, saat ini kita memang masih beruntung karena masih menemukan makanan dan minuman walaupun tidak banyak tapi kami sudah sangat bersyukur karena


tidak kelaparan dan tidak kehausan, sekarang kami masih diberikan kesempatan untuk hidup oleh Allah, tapi entah gimana nasib kami nantinya apa akan bernasib sama seperti mereka, tidak akan ada yang tau tentang takdir hidup manusia.


"Jadi itu alasan mereka ingin menangkap kita" tanyaku lagi aku masih penasaran dengan cerita lengkapnya.


"Bukan itu saja, tapi itu juga tugas yang harus mereka jalani agar bisa menjadi bagian dari kami HIHIHI" dia


kembali tertawa cekikikan lagi yang membuat kuping sakit karena suaranya sangat cempreng.


"Cerita aja sih, gak usah pakai ketawa segala" ketus Sasa dengan sinis.


"Lo ngajak berantem apa, dari tadi sinis banget jadi manusia" ucapnya yang melotot ke arah Sasa.


"Emang lo gak tau kalau itu juga salah satu sifat dari manusia" tanya Sasa gak kalah ngegas.


"Emang manusia itu gak ada gunanya, mereka semua sama saja sukanya merusak, apapun pasti akan mereka rusak asal bisa membuat mereka


senang, karena manusia itu serakah, mereka pikir yang hidup di dunia ini hanya mereka saja, kami juga merasakan dampaknya asal kalian tau itu, Untung


kami ada di hutan ini jadi rumah kami akan selalu aman dari keserakahan manusia yang selalu menebang pohon tempat kami tinggal, disini kami aman karena tidak ada manusia yang berani


masuk ke hutan ini" curhatnya.


Dia malah curhat sama kami berdua, tapi memang benar sih apa yang dia katakan, manusia memang suka serakah dan suka merusak alam, menebang


pohon sembarangan dan membuat mereka marah karena tempat tinggalnya malah di rusak sama manusia yang suka merusak alam.


"Tapi tidak semua manusia seperti itu, buktinya kita di sekolah jadi anggota pecinta alam dan kami suka ikut kegiatan menanam pohon yang sudah gundul di hutan, justru kami bukan merusak tapi malah memperbaiki" kilah ku agar tidak di samakan dengan


mereka yang suka merusak alam.


"lya sayang, aku percaya kok kalau kamu manusia baik-baik" dia kembali bergelayut di tanganku.


"Lanjutin dong ceritanya" Sasa masih penasaran.


"Oke aku lanjutin ceritanya, jadi karena mereka anggota baru di gunung ini jadi mereka di beri tugas untuk menangkap para pendaki yang ada di


gunung ini agar mereka di anggap sah sebagai penghuni gunung ini" dia mulai bercerita lagi.

__ADS_1


"Maksudnya apa sih, aku belum paham" ucapku sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Mereka itu anggota baru, jadi mereka harus mencari tumbal agar mereka tidak di anggap rendah oleh penghuni yang lain, gitu Lo sayang" dia mengedip kan matanya di depanku, genit sekali kuntilanak ini.


Saat aku bertemu dengan kuntilanak ini hilang sudah rasa takutku, ternyata dia kuntilanak yang baik dia


juga lucu tapi juga kadang menakutkan kalau sudah marah, hilang sudah wibawa kuntilanak gara-gara dia.


"Oh ya, dari tadi kita bicara panjang lebar tapi aku belum tau nama kamu, nama kamu siapa sih biar kita gak panggil kamu mbak kunti terus, punya nama gak sih kamu" tanyaku.


"Ya punya lah, nama aku Yanti" dia menjabat tangan ku dan Sasa.


"Nama kamu Aldi kan" baru saja aku mau menyebutkan nama eh malah dia udah tau duluan.


"Terus nama aku siapa" tanya Sasa.


"Bodo amat nama kamu gak penting juga" jawabnya dengan centil.


"Gue jitak pala lo baru tau rasa, ngajak berantem terus" ucap sasa mulai marah.


"Santai aja kali, nama kamu Sasa kan" ternyata dia juga tau nama Sasa.


pastinya dia sudah ngikutin kita dari lama, berarti dia selalu ngikutin aku mangkanya dia bisa suka sama aku.


"Nama yang jelek" lanjut si yanti.


"Bagusan juga nama gue dari pada nama lo Yanti kayak ibu- ibu penjual ikan di pasar" balas Sasa.


" Kenapa, kan ikannya juga kamu makan " jawab Yanti.


"Sudah diam, nama kalian sama-sama cantik kan nama pemberian orang tua jadi harus kita hormati" aku menengahi mereka.


"Ayo kita lanjut jalan lagi buat cari teman-teman kita yang lain" ajak ku.


"Ayo, lebilh cepat kita jalan lebih baik biar kita cepat nemuin mereka'" Ucap Sasa.


"Aku ikut" rengek si yanti.


"Ngapain sih ikut segala, gak usahblah sono lo nangkring di atas pohon aja" ucap Sasa.

__ADS_1


"Gak usah sirik deh" balas Yanti.


"Ngapain sirik sama Kunti" jawab Sasa.


"Haduh, kenapa kalian malah berantem sih" aku mengomeli mereka.


"Sekarang gue inget kan waktu lo nganterin gue pipis kita lihat kuntilanakblalu kita lari sampai terpisah dari


teman-teman kita kan" kata si cantik Sasa.


"Iya, terus kenapa" tanyaku


"Pasti itu perbuatan si yanti ya kan, ngaku aja Lo" dia menunjuk Yanti.


"Salah sendiri ngapain lari, aku cuma mau ngajak Andi kenalan, terus juga mau ngasih tau kalian kalau kabut yang tiba-tiba muncul waktu itu adalah tipu muslihat hantu pendaki itu agar kalian terpisah, eh malah kalian lari" jawab Yanti sang kunti.


"Alah, paling lo juga ikutan jebakbkita biar ke pisah-pisah kayak gini" Sasa tidak percaya dengan ucapan yanti.


"Gue udah jujur kalo gak percaya ya udah" ucap Yanti.


"Kok lo bisa baik sih, kan Lo juga salah satu bagian dari mereka" tanyaku.


Tiba-tiba dia menunduk kan kepala entah apa yang dia pikirkan atau mungkin dia sedih karena memikirkan sesuatu.


"Kok malah diam" lanjut Sasa penasaran.


"Aku memang salah satu bagianbdari mereka, tapi mereka sangat jahat mereka selalu mencari mangsa bahkan manusia yang tidak bersalah pun akan


mereka jadikan tumbal" Yanti mulai bercerita.


"Lalu" tanyaku lagi


"Aku tidak suka dengan sifat mereka yang selalu haus akan darah manusia, itu hanya untuk menambah kekuatan mereka" lanjut nya.


"Apa sudah banyak manusia yang menjadi korban dari mereka semua" tanyaku kepada Yanti.


"'Sangat banyak, dulu sebelum gunung ini benar-benar di larang untuk umum banyak sekali pendaki yang mati di gunung ini, ada mati karena jatuh ke jurang karena di kejar-kejar hantu ada juga yang mati kelaparan karena tersesat di gunung ini, bukan tersesat lebih tepatnya mereka di sesatkan oleh penjaga gunung ini" dia lanjut bercerita.


"Jadi karena sudah banyak memakan korban mangkanya gunung ini di tutup untuk umum dan dikenal dengan nama gunung larangan" tanyaku.

__ADS_1


__ADS_2