
Dilain tempat sepasang Remaja masih terjebak didalam hutan dan terpisah dengan teman-temanny.
POV Gilang
Aku dan Heni memutuskan untuk tidur di gua ini karena kondisi Heni belum membaik dia masih lemas dan badannya masih panas, aku merasa kasian saat melihat wajah Heni dia terlihat sangat lelah wajahnya pucat sekali aku berfikir kalau saja aku tidak mengajak teman-teman ku kesini mungkin ini tidak akan terjadi dan pasti kita sekarang sedang bersenang-senang menikmati liburan bukan malah seperti ini.
Aku memutuskan malam ini akan tetap di gua ini, tapi entah sampai kapan aku pun tidak tau mungkin sampai keadaan Heni sudah benar-benar membaik dan badannya sudah tidak panas lagi.
Kalaupun keadaan Heni besok masih seperti ini maka aku dan Heni akan tetap bertahan di gua ini sampai Heni sembuh.
"Lang, Lo gak tidur" tanya heni.
"Iya Hen, ini sebentar lagi aku akan tidur kamu istirahat dulu ya biar kita bisa cepat sembuh dan kita bisa melanjutkan perjalanan untuk mencari teman-teman kita'" ucapku pada Heni.
"Maaf ya aku jadi ngerepotin kamu, gara-gara aku kita jadi tidak bisa melanjutkan perjalanan dan malah
hanya bisa diam di dalam gua ini" Heni terlihat menyesal karena telah merepotkan ku padahal aku sama sekali tidak merasa dia merepotkan ku.
"Kamu tidak perlu minta maaf seperti itu, aku sama sekali tidak berpikiran kalau kamu ngerepotin aku,
kita kan teman dan kita sudah berteman cukup lama jadi gak perlu ngerasa gak enak gitu" kataku pada Heni.
"Terimakasih banyak ya lang kamu udah mau jagain aku" Heni memegang tangan ku.
"Sama-sama udah sekarang kamu istirahat dulu biar cepat sembuh" ucapku pada Heni.
Mungkin Heni juga tidak bisa tidur entah apa yang dia pikirkan saat ini, aku sangat merasa bersalah kepada teman-teman ku,. entah dimana mereka
saat ini dan sedang apa merelka sekarang.
Saat hendak memejamkan mata aku malah teringat dengan sosok nek Ngah pasti sekarang dia sangat khawatir kalau tau aku dan teman-teman ku tidak
mendengarkan ucapannya dan kami tetap nekad untuk mendaki ke gunung larangan ini, sungguh aku sangat merasa bersalah dan berdosa karena telah
__ADS_1
membohongi nya.
Aku kembali membuka mata dan melihat ke arah henu memastikan kalau dia sudah benar-benar tidur dengan nyenyak.
"Maafin aku ya Hen, gara-gara aku kamu jadi seperti ini andai aku tidak mengajak kalian kesini pasti ini semua tidak akan pernah terjadi" aku mengelus lembut kepala Heni yang sedang tertidur.
Aku kembali berusaha untuk memejamkan mata berharap aku bisa segera tidur agar besok pagi badanku kembali segar dan memilih tenaga yang lebih banyak untuk melanjutkan perjalanan.
Setelah mencoba memejamkan mata walau susah akhirnya aku tertidur pulas juga.
"Kakek" saat membuka mata aku kembali melihat kakek-kakek yang katanya dia adalah kakek buyut ku.
"Kamu sudah bangun cucuku" dia mendekatiku.
"Ada apa kek, kenapa kakek datang lagi" tanyaku pada si kakek.
"Kakek akan memberikan kamu kesempatan sekali untuk ikut kakek keluar dari gunung ini nak, gunung ini sangat berbahaya tidak ada yang berani untuk naik ke gunung ini nak, bahkan jika ada yang tau kalau kalian tersesat dan hilang di gunung ini tidak akan ada yang berani naik ke gunung ini untuk
"Ya aku tau itu kek, tapi aku akan tetap pada pendirian ku kek aku tidak akan pernah keluar dari gunung ini sebelum aku menemukan teman-teman
ku dan aku akan membawa mereka keluar bersama ku" aku tetap pada pendirian ku selama ini.
"Tapi itu tidak lah mudah cucuku, belum tentu kamu bisa berhasil menemukan mereka, gunung ini sangat
berbahaya nak, para penunggunya haus akan darah manusia" kakek terus sajabmembujukku.
"Apapun rintangannya aku akan tetap berusaha untuk menemukan mereka kek, akan aku lalui segala rintangan yang ada, mereka bukanlah orang lain kek mereka adalah sahabat ku mereka adalah sahabat terbaik yang pernah aku punya, dan aku tidak akan
pernah memaafkan diri ku sendiri kalau aku tidak bisa menyelamatkan mereka" tegas ku.
"Baiklah nak kalau itu sudah menjadi keputusan mu yang bulat kakek tidak bisa apa-apa lagi nak, tapi ingat setelah ini akan ada hal besar yang akan kamu hadapi bersama teman-teman mu" kakek memasang wajah serius.
"Hal besar apa kek'" tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Kamu ingat kan omongan kakek tadi, kamu adalah satu-satunya yang bisa keluar dari sini, jadi hanya kamu yang bisa menyelamatkan teman-teman mu yang lain, harapan mereka bertumpu di pundak mu jadi kalau itu kemauan mu jangan kamu kecewakan mereka" kakek menasihati ku sambil menepuk pundak ku.
"Iya kek, aku akan berusaha sebisaku aku akan melakukan apapun yang aku bisa demi menyelamatkan mereka semua" ucapku meyakinkan
kakek.
"Jaga diri kamu baik-baik, kamu harus menghindar dari kejaran hantu pendaki gunung larangan ini karena kalau sampai kamu tertangkap maka kamu akan dijadikan tumbal oleh penguasa gunung larangan ini dan kamu tidak akan bisa lagi bertemu dengan Orang-orang yang kamu sayang" Ucapnya lagi.
"Terimakasih banyak atas nasihat kakek, dan kakek tidak perlu mengkhawatirkan keadaan ku karena
aku akan baik-baik saja kek, aku akan terus berdoa sebisaku agar terhindar dari bahaya yang mengintai kami" aku meyakinkan kakek buyut ku.
"Kakek yakin kamu pasti bisa nak, kakek percaya sama kamu, kamu anak yang hebat dan juga kuat kamu bisa melakukan semua yang kamu mau dan
kamu juga bisa melindungi teman-teman kamu tapi ingat itu tidak akan mudah, karena para penghuni
gunung ini tidak akan membiarkan kalian lolos dengan mudah" kakek kembali memperingatkan aku.
"Kakek doa kan saja semoga cucumu ini bisa melewati segala rintangan dengan mudah dan bisa
segera keluar dari gunung ini" aku meminta restu dari kakek buyut ku.
"Tanpa kamu minta kakek akan selalu mendoakan kamu, kakek juga akan selalu memantau kamu, kakek memang tidak bisa menyelamatkan kalian semua tapi kakek akan selalu membantu yang sebisa kakek"' sambil mengelus lembut kepala ku.
"Kakek pamit dulu jaga diri kamu baik-baik, kakek akan selalu ada untuk kamu walaupun kamu tidak melibat kakek, ingat jangan pernah terkecoh dengan tipu muslihat dari penunggu gunung larangan ini mereka bisa menjadi apapun untuk bisa mengelabuhi kalian seperti yang di alami oleh teman
mu ini" sambil melihat ke arah Heni.
"Baik kek, terimakasih nasihatnya" ucapku lagi.
"Jaga dia baik-baik raga yang lemah akan mudah di kuasai oleh mereka, kondisi teman mu sedang tidak
baik-baik saja dia bisa di manfaatkan oleh mereka yang tak kasat mata bahkan mereka bisa meminjam raganya" kakek kembali menasihati ku.
__ADS_1