Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 87 POV Gilang


__ADS_3

"Terserah kamu saja kalau begitu, tapi kakek datang kali ini hanya ingin memberitahu kamu, kalau kamu dan teman-temanmu ingin keluar dari gunung larangan ini dengan selamat maka kalian harus mencari jasad mereka sampai ketemu, lalu kalian harus menyempurnakan mereka agar mereka


bisa tenang dan melanjutkan perjalanan mereka ke alam yang seharusnya, agar arwah mereka tidak terombang-ambing di gunung larangan ini selamanya" kakek menatapku dengan tatapan serius.


"Apa aku harus melakukan itu kek, tapi pasti akan sangat membahayakan kami kek" aku kaget dengan ucapan kakek.


"Kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa, kakek kita kamu sudah di ajarkan oleh ibumu untuk selalu


menolong sesama manusia, tapi ternyata kakek salah, kamu hanya memikirkan dirimu dan teman-teman mu" jawab kakek ketus.


"Bukan begitu kek, aku hanya takut untuk menghadapi hantu pendaki itu lagi" aku menundukkan kepalalku.


"Terserah kamu saja kalau begitu, mereka akan terus mengejar kalian kemanapun kalian pergi dan kalian tidak akan pernah tenang karena mereka akan


selalu ada" ucap kakek tegas.


"Tidak kek, aku rasa mereka sudah kapok karena aku telah berhasil mengalahkan mereka semua, jadi


mereka tidak akan menggangu aku dan teman-teman ku lagi kek" ucapku percaya diri.


"Tidak mungkin, karena mereka sudah menandai kalian sebagai jalan kebebasan merupalkan, jadi mereka akan melakukan apapun untuk mencapai


semua tujuannya" jawab kakek lagi.


"Lalu aku harus bagaimana kek" tanyaku sambil menatap kakek.


"Kamu harus cari dan kuburkan mayat mereka dengan layak, setelah arwah mereka tenang kamu akan dengan gampang bisa keluar dari gunung larangan ini bersama teman-teman kamu" jelas kakek.


Aku berpikir bagaimana caranya aku bisa menemukan mayat mereka sedangkan mereka meninggal kan itu sudah lama sekali dan sudah bertahun-tahun.


"Kamu tidak perlu bingung lagi cucuku, karena kakek akan selalu membantu kamu, sekarang tinggal kamu


1 atau tidak, kalau kamu masih tidak mau ya itu terserah kamu saja" kakek terlihat sangat berharap aku akan membantu mereka.


Aku tidak bisa menolak keinginan kakek kali ini, aku tau semua yang kakek katakan itu semua demi kebaikanku, aku tidak mau menyesal untuk yang kedua kalinya karena tidak mau mendengarkan


nasihat orang tua, sekarang aku akan menuruti semua yang kakek katakan.


"Baik kek, Gilang bersedia untuk membantu mereka dan Gilang akan menguburkan jasad mereka dengan


layak agar mereka bisa kembali melanjutkan perjalanan ke alam yang semestinya" ucapku yakin.

__ADS_1


"Tugasmu masih banyak cucuku, kamu juga harus menyelamatkan temanmu yang bernama Anton" ucap kakek lagi.


"Dimana Anton kek, aku akan menyelamatkan dia apapun caranya pasti aku akan melakukan itu" aku


berharap kakek tau keberadaan Anton saat ini, kasian dia pasti sedang sendirian dan kebingungan.


"Teman kamu itu tidak ada di sini, sekarang dia sedang berada di alam lain, yaitu alam gaib yang ada di gunung larangan ini, dia terjebak disana dan dia


juga tidak akan bisa keluar dari alam itu" aku kaget saat mendengar ucapan kakek, bagaimana mungkin Anton berada di alam gaib sedangkan di alam manusia saja ada hantu pendaki yang terus


mengejar kita.


Aku menangis karena membayangkan bagaimana nasib Anton saat ini, pasti dia sekarang sedang


ketakutan menunggu kita untuk menyelamatkan dia.


"Lalu bagaimana aku bisa membantu dia kek, aku saja tidak bisa masuk ke alam gaib" aku masih


menangis karena mengingat Anton.


"Hanya kamu yang bisa menyelamatkan dia, karena kamu satu-satunya yang asli keturunan warga


sini sedangkan teman kamu yang lain adalah orang asing" kakek terlihat sangat serius.


menyelamatkan mereka semua, apapun.


"Kamu harus masuk ke alam gaib juga untuk menjemput dia, tapi itu juga tidak mudah karena pasti akan sangat banyak yang akan menghadang kamu, ingat penghuni gunung larangan ini tidak akan membiarkan kalian keluar dengan mudah" kakek memperingatkan aku.


"Gimana caranya kek agar aku bisa masuk ke alam gaib, aku kan tidak pernah melakukannya" tanyaku lagi.


"Kakek nanti akan mengarahkan kamu, satu lagi pesan kakek, kamu harus berhati-hati dengan kuntilanak merah itu karena bagaimanapun juga


dia adalah penghuni gunung larangan ini, walaupun kakek tidak tahu apakah dia benar-benar baik atau hanya pura-pura baik mangkanya kalian harus


berhati-hati dengan dia" kakek memperingatkan aku tentang Yanti.


Memang benar apa yang dikatakan kakek, bisa jadi Yanti ada maksud lain, tapi bisa jadi juga dia memang tulus membantu, jadi tidak ada salahnya


kalau aku lebih waspada terhadap dia.


Sasa dan Andi sudah sangat percaya dengan Yanti bahkan mereka selalu membela Sari jadi aku tidak boleh terlalu menonjolkan kecurigaan ku ini, kalau tidak aku hanya akan bertengkar dengan mereka seperti Heni.

__ADS_1


"Terimakasih kek, aku akan berusaha untuk menemukan keberadaan Anton" lalu kakek pamnit dari hadapanku.


Setelah kakek pergi aku langsung bangun ternyata kakek hadir dalam mimpiku, tapi memang seperti sangat nyata bahkan aku sekarang sudah bisa menggerakkan tubuhku seperti semula.


"Gilang akhirnya kamu sadar juga, kita benar-benar sangat cemas bahkan kita memutuskan untuk tidak tidur agar kita bisa menjaga kamu terus karena


kita takut kamu kenapa-napa" Andi menatapku dan memegang tubuhku.


Mungkin Andi memastikan kalau aku sudah sembuh dan sudah bisa menggerakkan tubuhku kembali setelah tadi aku benar-benar tidak bisa


menggerakkan tubuhku.


"Terimakasih ya karena kalian sudah mau menjagaku dan kalian juga mau membawaku kesini padahal kan


badanku berat, maaf ya kalau aku sudah merepotkan kalian semua" ucapku sambil menatap wajah mereka satu persatu.


"Kok kamu malah ngucapin terimakasih sih Lang, justru kami yang harus mengucapkan terimakasih sama kamu, kalau tidak ada kamu mungkin


kami sudah mati di tangan hantu pendaki itu" ucap Sasa sambil memegang tangan ku.


"Oh iya lang, jujur kami sangat kaget kenapa kamu bisa berubah seperti tadi, apa kamu punya kekuatan, tapi kami kok tidak pernah tau padahal kita sudah


berteman cukup lama sama kamu" Heni terlihat sangat heran begitu juga dengan Andi dan sasa, mereka menatapku tajam.


"Haduh jangankan kalian, aku saja tidak tau kenapa aku bisa berubah seperti itu, seperti tubuh ku ada yang mengambil alih gitu, tapi aku sadar semua yang aku lakukan saat aku, tapi aku juga bingung kenapa bisa seperti itu" hanya itu yang bisa aku jawab.


Mana tadi aku lupa kenapa tidak menanyakan hal ini kepada kakek, padahal aku juga sangat penasaran


kenapa aku bisa berubah seperti itu, dan seperti memiliki kekuatan yang sangat besar.


"Apa mungkin kakek masuk kedalam tubuhku lalu mengambil alih sementara mangkanya aku bisa berubah dan mengalahkan hantu pendaki itu"


ucapku dalam hati.


"Aku harus menyelamatkan Anton secepatnya dan kalian harus membantu aku" ucapku.


"Iya Lang, Yanti bilang Anton ada di alam gaib dan hanya kamu yang bisa menyelamatkan dia" ucap Sasa.


Yanti berkata seperti itu, jadi dia tau kalau Anton ada di alam gaib, apa mungkin Yanti memang benar-benar baik dan tidak punya niat jahat terhadap kita.


"Aku akan segera menyelamatkan Anton dan aku akan mencari tahu bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam alam gaib dan menjemput Anton"

__ADS_1


ucapku dengan sangat yakin.


"Besok pagi kamu harus berangkat" aku mendengar ucapan kakek.


__ADS_2