
"Lebih baik sekarang kalian tidur lagi, besok pagi aku akan membangun kalian semua dan kamu Gilang kamu harus mempersiapkan diri kamu sebaik
mungkin dan kamu juga harus mengumpulkan lagi tenaga kamu, maka dari itu tidurlah sekarang" Yanti
menyuruh kita semua untuk tidur, agar kita tidak sakit karena kurang istirahat.
"Bagaimana kita senmua mereka tidur, kalau sampai hantu pendaki itu kesini bagaimana, atau kalau ada bahaya yang datang mengintai bagaimana" aku
bertanya kepada Yanti karena tidak mungkin kami semua harus tidur karena harus ada yang berjaga.
"Kamu tenang saja, aku akan menjaga kalian dan tempat ini akan aman, lebih baik kalian semua cepat
tidur, memang Gilang besok yang akan berangkat tapi Gilang juga pasti akan butuh bantuan kalian semua jadi kalian juga harus siap sedia setiap saat" Yanti meyakinkan kami semua untuk tidur.
Kali ini mau tidak mau aku harus menuruti ucapan Yanti, karena semua yang dia ucapkan memang benar adanya, aku harus bersiap-siap dan
mengumpulkan tenaga lagi, ini semua demi Anton, jadi aku juga menyuruh mereka semua untuk tidur.
"Percaya saja sama Yanti dia pasti akan menjaga kita terus karena biasanya Yanti juga yang menjaga aku dan Andi saat tidur" ucap Sasa meyakinkan kami.
"Ya udah ayo kita tidur" ucapku.
Aku yakin ini pasti sudah lewat tengah malam, jadi walaupun kita tidur pasti hanya sekitar 4 jam, tapi tidak apa-apa lah yang penting kita bisa tidur
dengan nyenyak sampai pagi.
Aku melihat Yanti mendekat ke arah Andi dan dia langsung duduk di sebelah Andi sambil senyum-senyum kearah Andi, aku yang melihat itu merasa aneh dengan sikap Yanti.
"Apaan sih, ini ada teman-teman gue kenapa sih Lo gak tau malu sama sekali" ucap Andi memarahi Yanti.
"Apa sih sayang, biarkan mereka semua tau kalau kita sudah pacaran" Yanti malah bergelayut di tangan Andi.
"Gak usah menghayal deh kamu, kapan coba kita pacarannya perasaan kamu aja kali" Andi menepis tangan Yanti.
"Jijik gue lihat kalian" ucap Sasa ketus.
"Syirik banget sih kamu" ucap Yanti sambil meledek Sasa.
"Udah ayo kita tidur saja" ucapku.
"Ya udah kalian tidur saja, aku mau nunggu di sini nemenin ayangku tidur" Ucap Yanti manja.
__ADS_1
"Gue risih Yan, lagian Lo jadi cewek jual mahal dikit kenapa sih" Andi memarahi Yanti lagi.
Dan Yanti langsung manyun karena dimarahi oleh Andi, sekarang aku tau mungkin si Yanti suka sama Andi buktinya dia selalu mengikuti Andi dan ingin
dekat terus dengan Andi.
Yanti tetap duduk di sebelah Andi sedangkan Andi sudah tidak peduli dengan Yanti dia langsung tidur mungkin dia capek dan juga ngantuk.
Kami semua tidur dengan sangat nyenyak sekali karena malam ini tidak ada gangguan sama sekali jadi kita bisa merasakan tidur yang sangat nyenyak,
seperti tidur di rumah kami masing-masing.
Beberapa hari ini aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena setiap aku mau tidur ada saja yang menggangu ketenangan ku jadi aku tidak bisa tidur
dengan nyenyak walaupun hanya sesaat.
"Hei ayo bangun ini sudah pagi, bangun semua, ayo anak-anak pada bangun jangan molor terus" aku yang mendengar ucapan Yanti langsung bangun karena suara Yanti sangat cempreng sekali membuat telingaku terasa sakit.
"Apaan sih Yan, kecilkan sedikit saja suara kamu itu, ganggu orang tidur tau gak" ucapku sambil setengah sadar.
"Hey ini bukan kamar kalian tapi ini hutan, jangan lupa begitu dong mentang-mentang sudah tidur nyenyak, tuh pikirin nasib teman kalian itu, karena dia belum bisa tidur dengan nyenyak tau" teriak Yanti lagi.
Saat mendengar ucapan Yanti itu aku langsung terbangun dan mengucek mataku, lalu membuka mata dan benar saja ini memang sudah pagi hari,
"Lah kok kamu doang sih yang bangun, apa mereka semua ini kaya kebo gitu kalau tidur" Yanti mendengus kesal.
"Terserah kamu mau apakah mereka Yan, aku mau cuci muka dulu di sana" ucapku sambil berlalu.
Kebetulan di dekat sini ada mata air jadi aku langsung cuci muka dan meminum air ini, tidak lupa aku langsung membuang hajat agar badanku
terasa lebih ringan, walaupun selama 4 hari ini aku makan tidak teratur.
aku bangun ternyata mereka semua juga sudah bangun tapi mereka terlihat marah dan wajah mereka juga basah, entah drama apa yang baru saja terjadi aku tidak faham.
"Ada apa sih ini, kenapa dengan kalian kok bangun tidur malah marah-marah" aku bertanya kepada
mereka, sedangkan Yanti tersenyum sambil melihat aku.
"Ini si Yanti kurang ajar banget, masa kita semua disiram pakai air sih, tuh lihat wajah kita basah semua" Sasa terlihat marah.
"Haha, habisnya kalian dari tadi di bangunin lama banget gak mau bangun" ucapku.
__ADS_1
Mereka semua bergantian untuk membasuh muka lalu setelah itu kita kembali ke tempat semula dan duduk melingkar sambil membicarakan cara
untuk menemukan anton dan membawa dia kembali.
"Oke aku akan menjelaskan semuanya, jadi kamu Lang kamu harus pergi dan mencari pintu untuk masuk ke alam gaib, dan hanya kamu yang bisa
melihatnya, setelah kamu memasuki pintu itu maka kamu sudah berada di alam gaib, nah saat itu kamu harus mencari keberadaan anton disana, aku melihat Anton sudah lemas mungkin dia kelaparan" Yanti menjelaskan.
"Baik kalau sudah jelas kalian tetap duduk melingkar seperti ini dan ini kalian nyalakan" Yanti membawa seperti lilin dan dupa, entah dari mana dia mendapatkannya.
"Untuk apa ini" tanya Heni.
"Kalau kalian mau Gilang selamat maka kalian harus menjaga ini semua agar tidak mati jadi kalian harus
menjaganya dengan baik, kalau sampai ini mati maka Gilang tidak akan pernah kembali, mungkin hanya Anton yang akan kembali" ucap Yanti.
"Aku siap Yan, apapun yang terjadi aku siap" ucapku yakin.
"Nih kamu bawa ikan ini, kasih ke Anton saat kamu menemukan dia, karena aku lihat dia sudah sangat lemas sekali karena kelaparan" Yanti memberikan aku ikan yang cukup besar, nanti bisa aku makan bersama Anton.
"Hati-hati ya Lang kami yakin kamu orang yang kuat, jangan pernah menyerah apa lagi berpikir untuk
menyerahkan diri kamu demi menyelamatkan kami, kami tidak akan terima itu, kita harus keluar sama-sama jangan sampai kamu punya pikiran
seperti itu" ucap Sasa sambil meneteskan air mata dan aku hanya mengangguk.
"Oke, kalian semua tunggu sini aku akan mengantar Gilang, ayo Lang pegang tanganku yang kuat kita akan terbang agar lebih cepat sampai" ucap Yanti.
Tanpa banyak kata kita langsung berangkat.
"Itu pintunya Yan, aku bisa melihatnya dari sini dengan jelas" lalu kita turun.
"Cepat kamu masuk sebelum terlambat" hanya itu yang di ucapkan Yanti dan tanpa pikir panjang aku
langsung masuk kedalam pintu itu.
"Aaaaa" aku berteriak karena setelah masuk ke pintu itu aku langsung terjun bebas seperti jatuh dari
ketinggian, dan.
"buuukk" aku sudah mendarat dan terjatuh.
__ADS_1
"Apa aku sudah berada di alam gaib ya, kok cuma batu gini sih, pohonnya juga sangat jarang, apa benar ini tempatnya kok seperti di gurun gini sih" aku melihat ke sekeliling dengan sangat heran.
"Tempat ini sangat berbeda dengan hutan tadi, karena disini hanya ada batu, pohon pun sangat jarang disini" ucapku .