
"Pergi dan jangan pernah kalian ganggu tubuh ini lagi, atau aku akan membuat kamu terbakar dan mati
menjadi abu" aku mengancamnya agar dia tidak kembali lagi.
Tidak lama setelah itu Sasa mengerang lalu tubuhnya semakin lemas dan dia terjatuh, aku dengan sigapbmenangkap tubuh Sasa agar tidak jatuh ke tanah karena dia pasti akan kesakitan.
"Alhamdulillah akhirnya jin iblis itu keluar juga dari tubuh Sasa, sekarang aku harus membopong Sasa dan aku harus mencari Yanti karena aku takut terjadi
apa-apa dengan Yanti, aku takut dia juga di ganggu jin jahat penunggu gunung larangan ini" ucapku sambil menatap lekat wajah Sasa yang masih lemas.
"Aku akan selalu menjaga dan melindungi kamu Sa, itu janjiku dan aku akan memastikan tidak akan ada
satu pun yang bisa menyakiti kamu selama aku masih ada disisi mu jadi aku akan terus berusaha untuk menempati janjiku ini, karena kamu terlalu berharga untukku, kamu segalanya dalam
hidupku dan kamu jangan pernah meninggalkan aku sampai kapanpun, walaupun aku hanya kamu anggap sebagai teman tapi kamu selalu ada di
hatiku" aku berkata di depan Sasa walaupun aku tau dia tidak akan mendengarkan ucapan ku karena dia
belum juga sadar sampai saat ini.
Aku berpikir lagi,
"tadi kuntilanak itu bilang kalau yang membuat hantu
pendaki itu mati adalah Yanti, tapi apa mungkin itu benar, Yanti kan baik mana mungkin dia tega melakukan hal sejahat itu sedangkan dengan aku dan Sasa justru dia yang telah menyelamatkan kami dan selalu membantu kami dalam kesusahan".
Aku tidak habis pikir kenapa jin itu bisa berkata seperti itu dia selalu menjelekkan Yanti, tapi aku juga tidak boleh terpengaruh oleh ucapan dia yang
sok tau itu, karena belum tentu ucapannya itu benar, pasti itu salah satu cara dia untuk membuat aku membenci Yanti dan menjauhinya seperti mereka
semua.
__ADS_1
Karena Yanti juga bercerita kalau dia itu di jauhi karena dia terlalu baik sedang mereka semua jahat, jadi Yanti di jauhi karena Yanti tidak mau berbuat
jahat seperti mereka.
Mana mungkin aku harus percaya dengan jin jahat seperti itu, bisa-bisa mereka akan lebih gencar
mempengaruhi pikiran ku dan Sasa, karena aku tau mereka tidak akan pernah berhenti sampai disini, saat tau cara ini gagal maka mereka akan melakukan cara lain untuk mencelakai aku dan Sasa jadi aku harus lebih berhati-hati lagi dalam bertindak jangan
sampai tindakan ku dan Sasa bisa membahayakan nyawa kami sendiri.
"Tapi aku masih penasaran, apa benar Yanti yang membuat mereka celaka hingga mereka mati dalam keadaan mengenaskan dan menjadi gentayangan
di gunung larangan ini" aku bermonolog.
Jujur aku masih penasaran, ya di dalam hatiku yang paling dalam memang aku tidak percaya kalau Yanti
adalah pelakunya, tapi aku juga sangat penasaran dengan cerita yang sebenarnya, jadi aku memutuskan untuk bertanya kepada Yanti saat nanti dia kembali ke tempat ini.
Saat aku hendak menggendong Sasa dari kejauhan aku seperti melihat Yanti yang sedang mendekat ke sini, sekali lagi aku memastikan itu benar Yanti atau
tidak karena takutnya nanti itu adalabh salah satu dari hantu pendaki yang sudah mengetahui keberadaan kita dan akan menangkap kita.
"Yanti, apa benar itu Yanti yang datang kesini" aku memperhatikan lagi supaya jelas.
"Iya benar itu Yanti, Alhamdulillah akhirnya Yanti kembali juga semoga saja dia menemukan tempat yang aman untuk Sasa istirahat saat ini karena kasihan Sasa dia masih sangat lemas dan dari tadi Sasa belum juga membuka matanya sama sekali dan itu membuat aku semakin khawatir di buatnya.
Yanti semakin mendekat dan aku kembali mengucapkan kalimat Hamdallah aku sangat bersyukur sekali akhirnya Yanti kembali dan kita bisa
menolong Sasa sama-sama.
"Alhamdulillah Yan, akhirnya kamu kembali juga, aku sudah sangat panik dari tadi nungguin kamu dan kenapa kamu sangat lama sekali, sekarang kamu
__ADS_1
lihat Sasa dia sudah sangat lemas ayo kita tolong dia sekarang Yan, kasian dia" aku menatap wajah Yanti berharap dia segera menolong Sasa yang sudah semakin melemah.
"Maaf Ndi, tadi aku lama karena ada yang menghadang jalanku, mereka berusaha untuk menyerang ku agar aku tidak bisa membantu kalian untuk keluar dari gunung larangan ini, tapi aku
bersyukur karena aku mampu melawan mereka bahkan mengalahkan mereka semua jadi aku bisa kembali kesini dan membantu Sasa lagi" ucap Yanti dan wajahnya terlihat sendu mungkin dia merasa bersalah karena dia meninggal aku dan Sasa terlalu lama.
"Tidak apa-apa Yan, justru aku dan Sasa yang meminta maaf gara-gara membantu kami kamu jadi di serang oleh jin jahat itu, kalau kamu tidak
membantu kami pasti ini semua tidak akan pernah terjadi, dan kamu tidak akan terluka seperti ini" ucapku penuh sesal.
"'Sudah jangan kamu hiraukan luka ini karena ini tidak seberapa sakit" Yanti memegang tangannya yang terluka mungkin karena tadi dia diserang.
"Oh iya Yan, apa yang ada di tangan mu itu" aku bertanya kepada Yanti saat melihat botol yang ada di tangannya.
"Oh ini air, tadi waktu di jalan aku menemukan mata air jadi aku membawakan untuk kalian pasti air kalian tinggal sedikit kan" Yanti menyerahkan botol itu kepada ku.
"Wah, terimakasih Yan terimakasih banyak atas segala bantuan yang kamu lakukan untuk kami, karena aku tidak bisa membalas apapun kebaikan kamu" aku tersenyum kearah Yanti.
"Kamu tidak perlu berterimakasih seperti itu karena kalian sekarang adalah sahabat aku jadi sebagai sahabat kita kan harus saling tolong menolong satu
sama lain, dan apapun yang sahabatnya rasakan kita harus menolong nya, begitu kan" Yanti tersenyum kearah ku.
"Wah, sekarang kamu sudah pintar ya Yan ngomong tentang persahabatan'" aku menertawakan Yanti.
"Kan kamu dan Sasa yang selama ini mengajarkan aku tentang indahnya persahabatan, dan kalian sangat beruntung punya sahabat yang sangat
baik seperti teman-teman kalian itu" kata Yanti.
"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan yan, kita tidak mungkin bisa melanjutkan perjalanan kalau keadaan Sasa masih seperti ini, kita harus menolong dia agar dia bisa istirahat dulu" ucapku sambil menatap Sasa.
"Ayo kita pergi dari sini karena tempat ini sangat tidak aman untuk kita terutama Sasa, ayo kita pergi sekarang, biar aku yang membopong Sasa dengan
__ADS_1
terbang dan kamu harus berlari untuk mengejar kami, agar kita bisa segera sampai, kasihan Sasa kan" Yanti langsung membawa terbang tubuh Sasa.