
Setelah lama mencari minyak akhirnya aku menemukannya juga, setelah menemukannya aku langsung mengoleskan minyak itu ke seluruh
tubuhku, dan aku langsung membuka baju agar gampang untuk mengoleskan minyak itu.
"Perih banget lagi badan gue, kenapa segatal ini sih, udah genap banget deh penderitaan yang gue alami
hari ini, mana badan luka gara-gara kena duri abis itu di gigit semut sebanyak ini, aduh udah kaya terbakar
api deh badan ku ini" aku masih membalurkan minyak itu ke tubuhku.
Setelah aku selesai mengoleskan minyak aku langsung duduk di bawah pohon dan menahan perih yang ada di tubuhku, aku yakin besok rasa sakit ini
akan segera menghilang dari tubuhku.
"Semoga saja besok luka ini mengering agar aku bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, semoga rasa
perih ini segera hilang, karena ini bukan saatnya untuk mengeluh ini bukan saatnya untuk meratapi nasib, tapi aku harus berjuang demi semua sahabatku, mereka berhak untuk melanjutkan
hidup dan mereka juga berhak untuk terbebas dari gunung larangan ini" gumamku menguatkan diri.
Aku sebenarnya ingin melanjutkan perjalanan tapi rasa perih yang ada di tubuhku ini sangatlah mengganggu, aku yakin nanti kalau aku berjalan dan
mengeluarkan keringat pasti tubuhku akan terasa sangat perih sekali, luka yang ada di tubuhku ini cukup banyak walaupun hanya goresan kecil.
"Lebih baik aku sekarang istirahat dulu disini untuk sementara, dan setelah tubuhku agak mendingan aku akan melanjutkan perjalanan untuk mencari
teman-teman ku, sebelum mereka semakin mendekat ke sini dan mereka akan tertipu oleh hantu pendaki itu, karena mereka akan menyamar menjadi
Heni untuk mengelabuhi mereka" aku masih meniup badanku yang terasa perih dan juga gatal.
Aku melihat suasana di sekitar sini, sangat gelap sekali bahkan tidak ada sedikitpun cahaya yang menerangi tempat ini, bahkan cahaya bulan juga
tidak mampu untuk menembus rimbunnya hutan ini.
"Gelap sekali ya, padahal sekarang baru jam6 malam dan keadaan disini juga sangat mencekam" aku masik melihat ke sekeliling.
"Srak srak srak" tiba-tiba terdengar seperti suara burung gagak di sekitar sini.
Aku mencari keberadaan burung itu karena suaranya terdengar sangat dekat sekali dari tempatku beristirahat.
__ADS_1
"Kenapa ada suara burung gagak di hutan ini, dari mana asalnya burung itu" aku masih celingukan mencari keberadaan burung itu.
Tiba-tiba angin yang cukup kencang menerpa wajahku, aku sedikit kaget karena tiba-tiba saja ada angin yang cukup kencang disini.
"Ada apa ini, kenapa suasananya tiba-tiba berubah menjadi sangat mencekam seperti ini sih, apa yang sebenarnya terjadi" aku terdiam karena tiba-tiba merasakan hawa yang sangat aneh di sekitar sini.
Tiba-tiba bulu kudukku berdiri semua, aku juga merasa merinding dan seperti ada yang sedang mengawasi ku, malam ini benar-benar sangat
mencekam sekali bahkan aku merasa sangat takut apalagi saat ini aku sedang sendirian di tempat ini.
Brakkhh
Aku mendengar seperti ada suara pohon yang tumbang, tapi saat aku melihat sekeliling tidak terlihat ada pohon yang tumbang sama sekali, dan
aku semakin merasa takut.
Srek srek srek
Aku seperti mendengar suara langkah kaki seseorang, tapi saat aku perhatikan dari arah suara itu aku sama sekali tidak melibhat seorangpun ada di
sekitar sini.
"Siapa itu, jangan ganggu aku" teriakku.
"Brak"
Aku kembali mendengar suara pohon yang jatuh tapi kali ini suaranya lebih keras daripada tadi, dan sepertinya pohon ini lebih besar daripada pohon yang tadi.
"Jangan main-main ya kamu, cepat pergi jangan ganggu aku, sudah cukup kalian mempermainkan kami selama ini, jangan kalian lakukan lagi" teriakku lagi.
Tapi seakan makhluk disini tidak menghiraukan ucapan ku, karena aku tiba-tiba melihat bayangan yang berlarian di balik pohon membuat bulukudukku semua berdiri.
"Makhluk apa itu yang berlarian di balik pohon itu, kenapa dia malah menganggu aku disini" aku merasa
ketakutan karena makhluk itu.
"Hihihi" sekarang malah terdengar suara tawa dari atas pohon.
Aku tidak berani menengok ke atas karena aku sudah membayangkan apa yang ada di atas sana, jadi dari pada aku pingsan disini karena ketakutan lebih baik aku tidak melihatnya.
__ADS_1
"Hihihi" suara itu terdengar lagi di telingaku.
Aku sudah berusalha untuk mengabaikan suara itu, tapi dia terus saja mengeluarkan suara tawa yang
sangat menakutkan itu, padahal aku sudah sangat lelah sekali hari ini tapi aku belum juga bisa beristirahat dengan tenang ada saja gangguan yang datang.
"Pergi kamu, aku gak mau mendengar suara tawamu itu lagi, aku mohon kamu pergi jangan ganggu aku lagi" ucapku sambil melihat di sekeliling ku.
Aku berdiri dan berencana untuk pergi dari tempat ini karena tempat ini banyak sekali gangguan dari makhluk penghuni hutan ini, aku tidak nyaman
sama sekali bahkan selalu merasa ketakutan karena ulah mereka.
"Lebih baik aku pergi dari sini sekarang juga, tempat ini tidak aman mereka senang mengganggu aku" aku
langsung berjalan tapi tidak berlari.
Sebenarnya aku ingin lari dengan sangat kencang, tapi itu tidak bisa aku lakukan karena ini malam hari dan tempatnya sangat gelap sekali kalau aku
berlari aku takut kalau aku akan terjatuh karena jarak pandang memang tidak terlalu jauh, jadi aku tidak bisa melihat jauh ke depan.
Saat aku berjalan dengan setengah berlari tiba-tiba seperti ada yang terbang dan mengarah ke depanku, aku terus saja berjalan berusaha untuk tidak
menghiraukannya.
"Mau kemana kamu, kenapa buru-buru sekali sih" makhluk itu sekarang sudah ada persis di depanku
membuat aku sangat kaget di buatnya.
"Astaghfirullah" ucapku karena aku sangat kaget ketika melihat wujudnya.
"Kenapa kamu kaget melihat aku, seharusnya aku yang kaget saat melihat kamu karena kamu sekarang berada di rumah kami" ucapnya.
Makhluk itu semakin maju ke depan membuat jantungku serasa berhenti berdetak, aku sangat takut
karena dia memperlihatkan giginya yang bertaring dan wajahnya yang sangat berantakan, dia juga mengeluarkan bau yang sangat tidak enak membuat aku ingin muntah.
"Pergi kamu" dengan sisa keberanian yang ada aku mengusir makhluk itu tapi dia sama sekali tidak
peduli dengan ucapan ku justru dia malah semakin mendekat ke arahku.
__ADS_1
"Tubuh kamu ini sangat wangi sekali anak muda, pasti kamu bukan manusia biasa, pantas saja mereka selalu mengejar kamu" makhluk itu langsung
tertawa cekikikan membuat aku bingung dengan apa yang dia ucapkan.