Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 107 Orang Ketiga


__ADS_3

Yanti hanya menangis mendengar ucapan Sasa yang menusuk hatinya bahkan mnelukai perasaannya, tapi harus bagaimana lagi itulah Sasa mulutnya sangat pedas, Andi dan Heni yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, mau menjawab pun akan percuma karena Sasa memang sudah sangat marah,


mereka menjawab itu justru akan membuat Sasa semakin emosi karena Sasa pasti akan mengira kalau mereka membela Yanti daripada dia sahabatnya sendiri.


"Kita lebih baik diam saja dulu, karena kalau kita bicara maka Sasa akan semakin marah kepada kita, kamu tau sendiri kan sifat Sasa dia akan melakukan


apapun kalau sedang sakit hati, yang aku takutkan hanya satu, dia akan langsung pergi dan lari dari sini, itu akan sangat berbahaya untuk dia, jadi lebih baik kita diam saja dulu" Andi berbisik di telinga Heni yang dari tadi memperhatikan Sasa yang sedang marah.


"Iya kamu memang benar Ndi, kamu sangat benar jangan sampai Sasa kabur dan lari, karena ini anak memang sangat keras kepala susah dibilangin bahkan dia akan melakukan hal diluar nalar" Heni


membalas ucapan Andi dan dia juga membenarkannya.


Mereka hanya memandang Yanti karena kasihan tapi saat ini mereka memang tidak bisa berbuat apa-apa,


mereka hanya berdoa semoga Yanti bisa memaafkan semua ucapan Sasa saat ini.


"Tidak semua yang kuntilanak itu katakan adalah benar, dia itu berniat jahat kepada kalian dia itu mau


membuat kalian semakin tersesat lagi, dan saat mereka tau kalau aku memang punya niat untuk membantu kalian dia langsung membuat rencana untuk membuat kalian membenciku agar


kalian tidak lagi percaya dengan semua ucapan ku dan agar aku tidak bisa lagi membantu kalian semua" Yanti kembali meluruskan kesalah pahaman yang erjadi diantara mereka.


"Lalu apa bedanya dia sama kamu, bukannya kalian berdua itu sama-sama penipu, oh iya kalian kan juga salah satu golongan jin yang tugasnya menyesatkan manusia kan, jadi memang kalian sama-sama tidak bisa dipercaya, entah siapa diantara kalian yang berkata jujur, tapi intinya kuntilanak itu sudah


berkata jujur kalau kamu labh yang membuat hantu pendaki itu mati mengenaskan, berarti ucapannya bisa dipercaya" Sasa menatap tajam kearah Yanti yang dari tadi hanya menunduk.


"Tidak, tidak semuanya benar Sa percaya sama aku, dia itu jahat mereka semua Yang ada disini itu jahat" kali ini Yanti berani menatap wajah Sasa.


Sasa yang sudah lelah dengan perdebatan ini memutuskan untuk diam karena dia juga takut kalau ada jin jahat lain yang akan mendekati tempat


persembunyian mereka saat ini, karena apapun bisa terjadi dengan mereka saat ini, tidak ada yang bisa dipercaya, semuanya seolah berkata jujur padahal

__ADS_1


sebenarnya mereka juga berbohong.


"Sa, kamu baik-baik saja kan, sekarang lebih baik kamu tenangkan dulu diri kamu, tidak apa-apa kalau


memang sekarang kamu tidak bisa memaafkan Yanti dan kamu juga belum bisa mempercayai semua ucapan Yanti lagi, aku tidak akan pernah memaksa


kamu lagi untuk percaya dengan ucapan Yanti, sekarang semua terseralh kamu" Andi menyuruh Sasa untuk beristirahat.


"Benar apa yang dikatakan oleh Andi Sa, sekarang kamu istirahat dan tidur dulu, aku juga tau kalau saat ini kamusedang terluka, jadi lebih baik kamu tidur dulu sekarang" Heni juga menyuruh Sasa untuk tidur.


"Tidak lah, mana mungkin aku bisa tidur nyenyak sedangkan kedua sahabat ku sedang dalam bahaya bahkan mereka sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati, mereka telah mengorbankan


apapun demi bisa keluar dari alam gaib itu, jadi aku tidak mau enak-enakan tidur ditempat ini sebelum mereka berdua kembali dengan selamat" Sasa menolak permintaan Heni dan Andi.


"Ini kamu minum dulu ya, sampai badan kamu berasa enakan, setelah itu kita akan berusaha untuk menyelamatkan mereka berdua" Andi tersenyum kearah Saaa.


Cinta yang Andi berikan kepada Sasa memang sangat menggebu tapi dia juga tidak mau membenarkan kesalahan yang telah Sasa perbuat, dia hanya bisa menenangkan Sasa yang sedang kacau karena merasa dikhianati oleh Yanti.


Jin penguasa gunung larangan itu murka karena anak buahnya tidak berhasil untuk mengalahkan Gilang, dan dia sangat marah kedua pemuja setianya


mati ditangan Gilang dan si kakek, dia pasti akan menuntut balas dendam kepada mereka, dan kini cerita Gilang bukan hanya soal dia disesatkan di


gunung larangan tapi sekarang dia juga harus berurusan dengan penguasa gunung larangan yang sudah membenci dia.


"Manusia sialan, dia sudah berani menentang aku dan sekarang dia malah membunuh kedua pengikut setiaku, padahal mereka berdua cukup hebat tapi


kenapa manusia itu malah berhasil membunuhnya, sialan memang" dia terlihat sangat marah bahkan


membuang apapun yang ada di depannya.


"Maaf tuan, dia memang bukan anak biasa dan dia juga ada yang membantu, jadi pasti akan sangat sulit

__ADS_1


untuk menaklukkan dia, saya lihat ilmunya juga cukup tinggi" anak buahnya memberitahu tentang Gilang.


"Maksud kamu, anak itu bukan manusia biasa, lalu siapa anak itu sebenarnya kenapa begitu susah untuk menangkap dia, padahal ini hanya hal


sepele, bukankah mereka sudah biasa menangkap Manusia" mendengar itu jin penguasa gunung larangan semakin marah dan dia juga semakin penasaran siapa Gilang sebenarnya.


"Anak itu adalah cucu dari kakek tua yang dulunya adalah juru kunci gunung larangan ini, pasti dia memiliki banyak ilmu apalagi dulunya dia adalah


orang yang paling dekat dengan penguasa gunung larangan ini yang telah mati, pasti dia diturunkan banyak ilmu dan itu sangat berbahaya untuk kita"


anak buahnya menjelaskan semua tentang Gilang dan asal usul si kakek.


"Apa, jadi dia antek penguasa gunung larangan ini yang telah berhasil aku bunuh dan aku rebut kekuasaannya" mendengar itu jin jahat itu semakin


geram.


Memang dulu penguasa gunung larangan ini sangat baik, itu makanya dulu kehidupan di gunung larangan ini sangat makmur karena sang penguasa selalu melindungi mereka dan siapapun yang berbuat jahat akan mendapatkan hukuman atas apa yang telah dia


lakukan.


Itu pula yang menjadi alasan banyak sekali manusia yang menyukai gunung larangan ini, karena selama


perjalanan tidak ada gangguan sama sekali, paling hanya mendengar suara itupun jarang sekali ditemui, karena mereka yang tinggal saat itu adalah jin


baik, berbeda jauh dengan sekarang ini, semua yang ada di gunung larangan ini jahat, yang baik hanya beberapa jin saja.


Bahkan jin baik di gunung larangan ini tidak ada yang berani untuk membantu manusia yang tersesat


karena mereka takut akan dihukum oleh penguasa gunung larangan yang sangat kejam itu.


"Kerahkan semua pasukan yang terbaik disini, sebar mereka semua di pintu keluar agar mereka tidak bisa

__ADS_1


keluar dari gunung larangan ini, jaga yang ketat pokoknya" raja jin itu memberikan perintah.


__ADS_2