
Gilang dan teman-temannya menuju ke gunung larangan dan mereka ingin segera menemui Yanti dan Kakek buyut, mereka juga ingin berpamitan
kepada Yanti dan kakek buyut Heru karena mereka juga harus pulang dan kembali ke kota.
"Apa tidak apa-apa kita ke gunung larangan sekarang," tanya sasa masih takut.
Wajar saja mereka pasti traumasetelah apa yang mereka lalui di gunung larangan selama beberapa hari yang ternyata sudah satu tahun itu.
"Tidak apa-apa kan kita gak sampai masuk ke gunung larangan kita hanya di kaki gunung saja," jawab Gilang agar mereka semua tidak takut lagi.
"Lalu bagaimana caranya kita untuk bertemu dengan mereka sedangkan kita sendiri tidak tahu dimana keberadaan mereka sekarang," Anton juga bingung
bagaimana untuk bertemu dengan Yanti dan kakek buyut.
"Tenang saja nanti kita panggil nama mereka dan pasti mereka akan mendengar dan langsung datang untuk menemui kita," jawab Gilang lagi.
Lalu tanpa ragu dan takut lagi mereka mengikuti Gilang dari belakang, mereka berjalan dengan cepat karena mereka sudah sangat merindukan Yanti
dan kelucuannya itu.
Jaraknya memang agak jauh tapi mereka harus bisa segera sampai sebelum malam hari karena mereka
takut akan ada gangguan lagi karena kondisinya juga belum terlalu stabil lagi.
Walaupun penguasa gunung larangan sudah tewas dan tidak akan lagi mengganggu manusia tapi jin jahat masih tetap ada disana walaupun tidak banyak dan tidak terlalu bahaya.
"Kita harus segera sampai ya karena aku sudah sangat merindukan Yanti," Ucap Sasa lagi.
Mereka menerobos ilalang dan rumput yang panjang demi bisa cepat sampai di gunung larangan.
"Sudah kita disini saja lagian aku juga takut kalau masih ada yang mengincar kita jadi kita sampai disini saja dan tidak sampai masuk ke gunung
larangan," ucap Gilang berhenti di tempat tadi mereka akan berpisah dengan Yanti dan kakek buyut Gilang.
"Apa kita panggil mereka sekarang agar mereka bisa segera kesini," tanya Heni penasaran.
"Iya kita langsung panggil saja biar mereka segera kesini dan menemui kita." kata Anton bersemangat.
Lalu mereka berteriak sambil memanggil Yanti dan kakek buyut, mereka juga berharap agar bisa segera
bertemu dengan mereka lagi sebelum mereka pulang ke rumahnya masing-masing di kota.
"Yanti, kakek kami sudah datang lagi" teriak mereka bersamaan.
Lalu tidak lama setelah itu Yanti dan kakek buyut Gilang datang dengan wajah tersenyum bahagia, beda sekali dengan biasanya.
Mungkin saja mereka senang bisa bertemu dengan Gilang dan teman-temannya atau mungkin mereka
juga sudah berhasil menyelesaikan tugas mereka untuk membuat gunung larangan bisa aman seperti dulu lagi.
__ADS_1
Dan gunung larangan bisa di menjadi gunung yang aman untuk manusia karena pemandangannya juga
sangat indah dan menakjubkan sekali.
"Akhirnya kalian datang juga kesini, apa kalian sudah menyelesaikan tugas kalian dan menangkap manusia yang telah bekerjasama dengan penguasa
gunung larangan," tanya kakek buyut Gilang
"Sudah kek dan kita juga sudah berhasil membongkar semua kejabhatan yang telah mereka lakukan selama ini dan ternyata memang benar mereka sudah menumbalkan banyak sekali
orang untuk penguasa gunung larangan," jawab Gilang bersemangat.
"Iya kek, kita sudah berhasil dan sekarang mereka berdua sudah mendapatkan hukuman dari semua
warga desa dan pasti mereka akan kapok dan tidak akan melakukan kejahatan lagi," Andi menimpali.
"Bagus dong kalau begitu, itu artinya kalian bisa melakukan tugas kalian dengan baik dan kalian juga
sudah mengabulkan keinginan terakhir hantu pendaki," jawab Yanti.
Mereka lalu berpelukan bersama Karena selama ini mereka sudah berjuang bersama dan mereka juga
sudah melewati banyak hal bersama.
Bahkan mungkin mereka selamanya tidak akan bisa melupakan kenangan itu walaupun mereka rasa hanya beberapa hari tapi itu sangat berkesan sekali
dalam hidup mereka semua.
membuat mereka tertawa bersama.
Tapi setelah ini mereka harus berpisah mungkin dalam waktu yang lama karena Gilang dan teman-temannya harus kembali ke rumah mereka
masing-masing dan melanjutkan hidupnya.
Malam ini juga mereka akan menghubungi orangtuanya dan meminta di jemput lalu mereka akan pulang ke kota.
Bahkan mereka juga sudahbmembayangkan bagaimana perasaan Orangtua mereka saat tahu kebenaran kalau mereka semua masih hidup
setelah tersesat selama satu tahun.
Bahkan mereka semua sudah dianggap meninggal dunia oleh semua orang karena mereka naik ke gunung larangan yang terkenal angker dan sudah memakan banyak sekali korban jiwa.
"Apa kalian semua akan segera kembali ke kota," tanya Yanti dengan wajah sendu.
"Iya Yan, mungkin besok kita akan kembali ke kota dan melanjutkan pendidikan kita, tapi kamu tenang saja kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti," Sasa menenangkan Yanti yang terlihat ingin menangis.
"Iya Yan kita akan main kesini lagi saat kita liburan dan kita akan disini lama saat kita kembali nanti, kita pasti akan menemui kamu lagi," Andi langsung merangkul Yanti.
Lalu mereka semua menangis karena mereka tabhu kalau sebenar lagi mereka semua akan berpisah lama dan entah kapan mereka bisa bertemu lagi
__ADS_1
seperti sekarang ini.
"Oh iya kalian juga harus tau ada kabar baik untuk kalian semua," kakek buyut Gilang terlihat sangat senang.
"Kabar apa kek," tanya Gilangpenasaran.
"Sebentar lagi gunung ini tidak akan menjadi gunung larangan lagi karena sekarang gunung ini sudah aman dan itu semua karena berkat kerja keras kalian
selama ini," kakek buyut Gilang terlihat sangat senang.
Itu yang selama ini dia inginkan karena dulunya gunung ini adalah gunung yang sangat di sukai oleh banyak orang karena keindahan alamnya.
Gunung ini juga memiliki Medan yang aman untuk dilalui oleh pendaki pemula itu penyebabnya banyak yang suka naik gunung ini dulunya.
"Apa itu benar kek, jadi kita bisa kapan saja ke gunung larangan ini dan kita bisa mendaki bersama lagi tanpa takut apapun," Anton sangat antusias
karena pendaki gunung adalah hobinya sejak lama.
"Siapa lagi memangnya yang akan mengganggu kalian sedangkan penguasa gunung larangan sudah tidak ada dan jin jahat juga sudah berhasil kita taklukan," ucapnya sambil tersenyum.
Mereka pasti sangat antusias sekali mendengar kabar itu apalagi Gilang dia pasti sangat senang karena dia bisa lebih sering bertemu dengan kakek buyutnya dan dia juga bisa mendalami ilmunya
lagi dengan bantuan kakek buyutnya.
"Hari sudah sore kalian cepat pulang ya, jangan lupa kembali kesini kalau kalian ada waktu dan untuk kamu Gilang tolong sampaikan salam kakek untuk nenek kamu, dia putri kesayangan kakek dan kakek akan selalu merindukan dia," ucapnya sambil
menitikkan air mata.
Ini pertama kalinya Gilang melihat kakek buyutnya menangis padahal selama ini dia selalu terlihat tegar dan selalu tersenyum.
"Baik kek, Gilang pasti akan sampaikan pesan kakek kepada nek Ngah dan pastinya nek Ngah juga akan
sangat merindukan kakek buyut, tapi kalian tidak akan bisa bertemu lagi karena alam kalian sudah berbeda," Gilang juga menangis.
"Kakek akan selamanya ada di gunung ini dan kakek akan selalu menjaga gunung ini dari orang jahat
sampai kapanpun, dan Yanti juga akan membantu kakek untuk menjaga gunung ini," dia kembali tersenyum.
Mereka kembali berpelukan walaupun terasa begitu berat sekali untuk mereka tapi perpisahan itu harus
terjadi juga, bukankah setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan dan itu yang mereka alami saat ini.
"Kalau begitu kita pulang dulu dan terimakasih banyak atas semua yang sudah kalian lakukan untuk kami, dan terutama kamu Yanti terimakasih karena
kamu selalu menjaga dan membantu setiap kesulitan kami, entah bagaimana nasib kamu semua jika tidak bertemu dengan kamu," mereka menangis sesenggukan.
Padahal mereka bisa bertemu lagi tapi memang perpisahan sangat berat mereka sudah lama bersama dan bahkan sudah seperti keluarga sendiri.
"Aku senang bisa membantu kalian dan kalian adalah sahabat terbaikku terimakasih juga kalian sudah merubah aku menjadi lebih baik dan menjadi
__ADS_1
orang yang beneran baik," Yanti memeluk mereka semua.