
Lanjutan ...
"Jawab siapa kamu sebenarnya" ucapku berteriak.
Sosok itu malah tertawa dan semakin mendekat ke arahku, aku terus mundur dan dia berhasil memegang tanganku, dia terus menarik tanganku dengan kasar.
"Lepas, siapa kamu jangan ganggu aku pergi kamu dari sini" aku terus berusaha untuk melepaskan tangannya, tapi semakin aku berontak semakin erat dia memnegang tanganku.
"Ayo ikut aku, kamu akan bahagia bersamaku" sambil dia tertawa dan suaranya sangat menakutkan.
"Tidak, aku tidak mau, pergi kamu dari sini, lepaskan tanganku" makhluk yang menyerupai Gilang itu hanya tertawa dan semakin menarik tanganku dengan kasar.
"Tolong" aku berteriak sekencang mungkin agar teman-teman ku datang menolong.
"Tolong" semakin keras suaraku tapi tidak ada yang mendengar, Gilang palsu itu terus saja tertawa dan aku semakin ketakutan.
Aku menginjak kakinya dengan sangat keras sehingga dia kesakitan dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, aku langsung melepaskan genggamannya dan langsung berlari dengan kencang menerobos gelapnya malam, tanpa lelah aku terus berlari.
"Heh mau lari kemana kamu benar-benar sialan kamu ya, aku akan terus mengejar kamu sampai dapat" teriak Gilang palsu itu.
Aku semakin ketakutan, siapa sebenarnya dia, kenapa dia menyerupai Gilang, dan sangat mirip tanpa ada bedanya hanya suara dan tingkahnya saja yang berbeda apa mungkin dia hantu penunggu gunung ini, karena aku pernah menden gar kalau hantu bisa menyerupai wujud manusia bahkan binatang untuk mengelabuhi manusia.
"Sialan, kenapa gue percaya aja sama setan berwujud Gilang itu, kenapa gue gak curiga sama sekali padahal jelas-jelas diajak ngomong saja cuma diam, gak mungkin kalau itu Gilang asli, sekarang aku semakin jauh dari teman-temanku gara-gara makhluk sialan itu" aku bicara sendiri sambil ngos-ngosan karena capek berlari.
Aku kembali beristirahat dan duduk karena sudah tidak kuat lagi berlari, lagian Gilang palsu itu sudah tidak terlihat lagi mungkin dia sudah tidak mengejar ku lagi. Aku mengambil botol minum di tas ranselku karena mulutku terasa sangat kering sekali.
"Sial, minuman gue udah hampir habis lagi, gimana kalau nanti gue kehausan udah gak ada air lagi dimana gue harus cari air di dalam hutan ini, andai kita dengerin ucapan nek Ngah pasti ini tidak akan pernah terjadi" aku menangis saat mengingat ucapan Nek Ngah. Aku dan teman-teman memang terlalu pongah sehingga tidak mendengarkan nasihat orang tua dan selalu melakukan apa yang kita mau dan tidak pernah memikirkan dampak nya.
__ADS_1
"Huhuhu" ayah bunda tolongin Heni, Heni takut sendirian disini, Heni mau pulang ketemu kalian. Heni punya banyak salah sama kalian dan Heni selalu membantah ucapan kalian
"huhuhu" maafin Heni ayah, bunda.
Tiba-tiba seperti ada langkah kaki manusia yang semakin mendekat, aku langsung bersembunyi takut kalau Gilang palsu tadi menemukan ku aku langsung bersembunyi di balilk rerimbunan pohon agar tidak melibat.
Ternyata itu adalah para pendaki yang tadi aku lihat, para pendaki yang kakinya tidak nampak di tanah, mungkin mereka juga hantu aku diam saja menahan takut, badanku gemetar dan aku hanya bisa menangis dalam diam.
"Tempat apa ini, kenapa banyak sekali hantunya kenapa jadi begini" sambil memeluk lutut aku hanya bisa berdoa agar mereka tidak tau keberadaan ku.
"Sepertinya dia ada di sekitar sini, aku mencium baunya" ucap salah satu pendaki itu.
"Keluar kamu manusia" ucapnya lantang.
Apakah yang tadi dia panggil adalah aku, apa mereka mau menangkap ku dan apa tujuan mereka sebenarnya, aku semakin kalut tubuhku semnakin bergetar.
"Percuma kamu bersembunyi kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini sampai kapanpun, kamu akan tinggal di situ selamanya dan akan menjadi bagian dari kami" ucap sosok itu dan dibalas tawa oleh teman-temannya.
"Itu dia disana" kata-kata mereka membuatku terkejut aku langsung menoleh dan benar mereka melihat keberadaan ku.
Aku langsung lari tunggang langgang aku tidak mempedulikan keadaan sekitar aku terus saja berlari walau tubuhku terasa nyeri dan perih karena menabrak pohon berduri,tapi tidak ku hiraukan rasa sakit ini karena kalau mereka berhasil menangkap ku maka nasibku akan lebih buruk dari ini.
"Berhenti kamu, kemanapun kamu lari kita akan menemukanmu" teriak salah satu dari mereka.
"Hahaha, percuma kamu lari" mereka terus saja mengejar ku.
Aku terus berusaha untuk lari sekencang mungkin agar bisa lepas dari mereka.
__ADS_1
"Aawww, sialan kakiku tersandung" karena tidak berhati-hati dan keadaan sekitar memang sangat gelap aku malah tersandung dan jatuh, kakiku sangat sakit sehingga aku susah untuk berdiri.
Aku berusaha berdiri walaupun sangat susah, tidak ada pegangan yang memudahkan aku untuk berdiri.
"Aku pasti bisa, dan aku semangat agar bisa lolos dari kejaran para hantu pendaki itu" aku kembali berusaha untuk berdiri.
Setelah berhasil berdiri aku berusaha untuk berjalan walau harus berjalan dengan pincang karena mungkin kakiku terkilir, aku terus berusaha.
"Mereka sudah tidak terlihat, aku harus lebih cepat lagi" sambil melihat ke belakang untuk mengetahui keberadaan hantu pendaki itu.
Aku terus melangkah tanpa arah dan tujuan, karena yang terpenting saat ini adalah menghindari hantu pendaki yang terus mengejar ku, entah apa tujuannya aku sendiri masih bingung dengan kejadian ini.
"Lebih baik aku sembunyi dulu di dalam gua kecil itu, mereka pasti tidak bisa melihat keberadaan ku'" aku berjalan dengan susah payah untuk mendekati gua itu agar bisa bersembunyi.
Walau dengan usaha yang cukup keras akhirnya aku sampai di gua itu dan bersembunyi di dalam nya.
"Dimana perempuan itu kita harus menemukannya" ucap hantu itu.
"Iya, kita harus membawanya agar menjadi bagian dari kita" timpal temannya.
"Mungkin dia ke arah sana" ucap pendaki itu sambil menunjuk ke kiri.
Mereka langsung pergi dan mengira aku ke arah kiri, hatiku sedikit lega karena bisa terlepas dari hantu pendaki yang menyeramkan itu.
"Apa mereka dulunya pendaki juga, tapi mereka mati di gunung ini dan jasadnya tidak ditemukan, atau mungkin tidak dicari karena tidak ada yang berani untuk naik ke gunung ini" aku menduga-duga.
"Ya Allah, aku ingin pulang aku tidak mau bernasib sama seperti mereka, mati dan bergentayangan di atas gunung ini selamanya" aku menangis terisak.
__ADS_1
Tubuhku terasa nyeri semua, apalagi kakiku yang tadi terkilir masih terasa sangat sakit sekali, entah aku bisa berjalan atau tidak.
Aku berfikir bagaimana nasib ku setelah ini, aku sudah tidak mampu untuk berjalan lagi, bahkan untuk berdiri saja sangat susah sekali, tapi aku harus tetap bertahan sampai teman-teman ku menemukaı keberadaan ku.