Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 117


__ADS_3

Yanti juga sama, dia mencari disekitar sini tapi Yanti tidak ingat dengan tempat ini dan bisa jadi memang


hantu pendaki itu meninggalkan carriernya ditempat ini dan pergi tanpa membawa carriernya.


"Lang, kamu dimana" Yanti memanggil Gilang yang tidak terlihat lagi olehnya, mungkin Gilanv berjalan lebih jauh lagi.


"Gilang" teriak Sari lagi.


Dan Gilang yang mendengar seperti ada yang memanggil namanya langsung kembali dan pergi dari tempat itu, dia menghampiri Yanti karena dia tahu betul pasti Yanti yang telah memanggil dia.


"Ada apa Yan, apa kamu memanggilku" tanya Gilanh.


"Iya kan kamu tidak terlihat dan aku takutnya kamu kesasar" ucap Yanti.


"Oh iya Yan, apa kamu menemukan petunjuk apapun tentang hantu pendaki itu berada, soalnya aku sudah berjalan cukup lama tapi aku sama sekali tidak


melihat tanda-tanda keberadaan mayatnya" Gilang menjelaskan apa saja yang dia lihat.


"Sama, aku juga tidak menemukan tanda-tanda apapun, dan aku yakin pasti jasadnya memang tidak ada disekitar sini, pasti dia sengaja meninggalkan


carriernya dan langsung pergi begitu saja" ucap Yanti menjelaskan.


"Oke, apa kita cari ketempat lain saja" usul Gilang.


"Lebih baik kita sekarang cepat kembali ke tempat teman-teman kamu, karena alku tidak tenang meninggalkan mereka terlalu lama, kamu sendiri tahu kalau penghuni gunung larangan ini akan melakukan apapun untuk mengelabuhi mereka, jadi lebih baik kita segera kembali dan mencari


bersama-sama" Yanti terlalu khawatir dengan teman-temannya Gilang dan dia takut raja jin akan melakukan sesuatu kepada mereka saat Gilang dan Yanti tidak ada di samping mereka.


Gilang langsung menyetujui ucapan Yanti karena dia sendiri juga khawatir dengan keadaan teman-temannya, apalagi disini banyak sekali jin jahat yang mengincar nyawa mereka.


Apalagi Gilang tidak ada di samping mereka, tapi untungnya Gilang memiliki kalung pemberian kakeknya dan yang pasti kalung itu sudah bisa melindungi mereka dari niat jahat penunggu gunung larangan ini apalagi penguasa gunung larangan.


Yanti mengajak Gilang untuk terbang lagi dan segera kembali ketempat dimana teman-temannya berada, lalu mereka akan kembali mencari keberadaan hantu pendaki itu secara bersamaan agar tidak ada yang terpisah lagi.


"Itu mereka kenapa Yan, tapi kenapa dengan mereka?" Gilang melihat teman-temannya semua duduk dan yang lain sedang menangis seperti ketakutan.

__ADS_1


"Gak tahu, ayo kita samperin aja deh" ucap Yanti.


Mereka berjalan dengan cepat dan menghampiri Andi dan yang lain, dan benar saja saat sampai ditempat ternyata Heni dan Sasa sedang menangis sedangkan Andi dan Anton hanya diam mematung. Itu membuat Yanti dan Gilang merasa semakin penasaran, apa yang terjadi sebenarnya dengan mereka, kenapa mereka seperti ketakutan seperti ini.


"Kalian kenapa, kok seperti orang ketakutan gitu sih" tanya Gilang kepada mereka.


Dan mereka yang melihat wajah Gilang langsung ketakutan dan tidak berani menjawab sama sekali, dan Gilang semakin bingung, begitu juga dengan


Yanti dia juga ikut kebingungan.


"Ada apa sebenarnya, kalian ini kenapa, ini aku sama Gilang" Yanti menggoyang tubuh mereka.


"Pergi kamu pergi sekarang" ucap Sasa sambil menangis.


"Apa yang terjadi Sa, kenapa kamu malah mengusir aku, ini aku Gilang teman kalian, hey lihat aku baik-baik ini aku Gilang" Gilang melihat wajah mereka satu persatu.


"Kamu bukan Gilang, jangan ganggu kita lagi" ucap Andi tanpa menatapnya.


Sekarang Gilang sudah mengerti, kenapa teman-temannya seperti ketakutan saat melihat dia, pasti tadi ada yang mengganggu mereka saat Gilang


Tidak salah lagi, pasti itu penyebab mereka ketakutan saat melihat Gilang, padahal sekarang yang ada di depan mereka adalah Gilang yang asli, tapi mereka pasti tidak akan mudah percaya dengan ucapannya karena mereka sudah terlanjur ketakutan.


Gilang melihat kearah Yanti, dan sepertinya Yanti juga paham dengan apa yang terjadi kepada Andi dan yang lainnya, Yanti pasti mengerti dan dia akan membantu Gilang.


"Gimana ini Yan, pasti ada jin jahat yang menyamar menjadi kamu, dan pasti jin itu telah menipu mereka, dan entah apa lagi yang terjadi setelah itu sampai mereka semua ketakutan seperti itu" Gilang berbisik kepada Yanti.


"Iya aku juga tau, pasti ada yang menyamar menjadi kamu, ini salahku sih andai saja aku tidak mengajak kamu untuk menjauh dari mereka pasti ini tidak akan terjadi" Yanti merasa menyesal.


"Tidak, aku yakin kalau kamu tidak mengajak aku pergi pasti mereka akan sakit dan muntah-muntah terus karena mencium bau badan jin tadi, masak bau


badannya sama baunya dengan mulut dia" Gilang masih kesal dengan jin itu.


Gilang harus berpikir keras agar mereka bisa kembali Percaya dengan Gilang dan yakin kalau yang ada di depan mereka adalah Gilang yang asli teman dan


sahabat mereka.

__ADS_1


Tapi mungkin mereka sudah trauma dengan kejadian yang telah menimpa mereka tadi, jadi Gilang harus


lebih sabar untuk menghadapi mereka semuanya.


"Kalian masih gak percaya kalau aku ini beneran Gilang teman kalian" Gilang terus meyakinkan mereka.


Lalu Gilang punya ide agar mereka yakin kalau Yang ada di depan mereka memang benar-benar Gilang yang asli.


"Nih kalian lihat aku bisa pegang kalung ini, kalian kan tahu kalau jin atau apapun tidak akan bisa memegang kalungku ini kan, apa kalian masih tetap


tidak percaya kalau aku ini Gilang asli" Gilang mengambil kalung yang ada di tangan mereka, karena mereka semua memegang kalung itu secara bersamaan.


Mereka yang melihat itu langsung menatap Gilang dengan lekat, dan secara perlahan terlihat senyum di wajah mereka, dan mereka langsung memeluk


Gilang bersamaan sedangkan Gilang yang tidak siap mendapatkan pelukan yang mendadak hampir saja jatuh tersungkur, untung saja dia bisa mengimbangi


mereka yang masih memeluk Gilang dan belum menceritakan apapun yang tadi mereka alami saat Gilang meninggalkan mereka, Heni dan Sasa masih menangis di pelukan Gilang dan mereka juga masih


sesenggukan.


"Kalian ini kenapa sih, kok tiba-tiba menangis" Gilang melepaskan pelukan mereka karena dia butuh jawaban dari mereka.


"Nih minum dulu biar kalian lebih tenang lagi setelah itu kalian ceritakan semuanya yang telah terjadi kepada kalian" Gilang menyodorkan air agar


mereka minum dulu.


Setelah minum mereka langsung bernafas lega karena yang ada didepan mata mereka saat ini memang Gilang yang asli.


"Gini Lang, tadi waktu Lo sama Yanti pergi dan bertarung dengan jin yang bau banget kaya bangkai itu, tiba-tiba elo datang kesini sendirian terus kita tanya Yanti kemana dan Lo cuma diam saja gak jawab" sambil menarik nafas.


"Jadi ada yang pura-pura jadi gue" sela Gilang.


"Iya dan bukan itu saja, dia mendekati kami terus tiba-tiba dia bersikap aneh banget gak seperti Lo


yang biasanya, terus dia menatap kita seperti sangat marah, kita tanya tetep saja dia diam, lalu dia ingin menyentuh kita dan anehnya dia langsung terpenta,

__ADS_1


nah disitu kita sudah mulai curiga, dia kembali lagi berusabha untuk menyentuh kita lalu dia kembali terpental lagi, lalu dia berubah menjadi jin warna hijau seperti yang menyeret Heni" Anton menceritakan semuanya.


__ADS_2