
Masih POV Gilang
Aku terus melihat ke depan memastikan mereka sudah pergi jauh dari sini, karena aku harus segera
kembali dan mengejar Heni agar aku tidak tertinggal jauh dari mereka, aku takut mereka membawa Heni ke tempat yang jauh dan aku tidak bisa menemukannya jadi aku harus cepat mengejarnya.
"'Sepertinya memang sudah aman, aku bisa keluar dari sini sekarang aku harus segera menyelamatkan Heni dari hantu pendaki itu" aku bermonolog
sendiri.
Saat aku mau keluar dari tempat persembunyian ku saat ini, aku melihat seperti ada bayangan di depanku tapi aku tidak tau pasti itu siapa yang ada disana, tapi dalam pikiran ku mungkin itu adalah hantu pendaki yang mengejar ku tadi.
Aku terus mengamati gerak gerik mereka, berharap mereka akan segera pergi karena aku masih bisa melihat bayangannya tapi aku tidak bisa melihat
wujud asli dari bayangan itu jadi aku hanya bisa mengawasi nya sambil terus berhati-hati.
"Kemana anak ingusan itu, kenapa dia tidak ada di sekitar sini kemana lagi kita akan mencarinya" ucap hantu pendaki itu pada temannya.
"Tenang saja, yang penting kita sudah menangkap salah satu dari mereka jadi itu akan lebih memudahkan kita untuk menangkap yang lainnya"
jawab temannya.
"Iya pasti kita akan segera menemukan mereka satu persatu, setelah itu kita akan membawa mereka
ke air terjun merah untuk dijadikan tumbal dan sesembahan untuk penguasa gunung ini, dan kita akan menjadi lebih kuat agar tidak ada yang bisa menekan kita lagi dan kita tidak akan menjadi
bawahan mereka lagi, kita akan menjadi bagian dari mereka" ucap hantu pendakibitu dan di barengi suara tawa dari keduanya.
__ADS_1
"Iya kamu benar, mereka berlima akan segera menggantikan posisi mereka, mereka yang akan melayani para penguasa di gunung larangan ini dan
kita akan terbebas dari mereka, kita tidak akan jadi pesuruh mereka lagi" timpal temannya lagi.
"Kita akan terbebas dari mereka, kita sekarang bisa melakukan apapun tanpa persetujuan mereka, karena sebentar lagi kita akan menjadi bagian dari mereka, tidak akan ada lagi yang menyuruh kita bagaikan babu karena sebentar lagi posisi kita sama dengan mereka" lalu mereka berdua tertawa bersama.
Aku bergidik ngeri mendengar ucapan mereka tadi, jadi mereka akan menjadikan aku dan teman-teman ku tumbal untuk penguasa di gunung larangan ini dan kita akan di bawa ke airbterjun merah untuk dijadikan tumbal.
Ternyata yang dikatakan oleh nek Ngah itu semua benar adanya, gunung ini memang tempat yang sangat berbahaya bagi manusia, mereka semua
sudah haus akan tumbal dan entah apa tujuannya aku sendiri tidak mengerti sama sekali dengan semua ini.
Aku mengintip mereka lagi karena suara mereka sudah tidak terdengar aku berpikir mungkin mereka sudah pergi aku memutuskan untuk mengintip mereka lagi siapa tau kaki ini mereka sudah benar-benar pergi dari sini dan setelah itu aku akan mengikuti mereka karena mereka pasti akan membawaku ke tempat dimana mereka menyembunyikan Usna.
"Mereka masih di sini aku harus sembunyi dulu disini dan setelah aku melihat mereka pergi maka aku akan
Aku tau mengikuti mereka bukan suatu hal yang gampang karena kalau aku ceroboh sedikit saja maka nyawaku dan Heni dalam bahaya, jadi aku harus memastikan kalau aku sudah sangat berhati-hati saat mengikuti mereka, aku harus mengambil langkah yang benar dan pastinya sangat aman untuk diriku sendiri.
Aku mengintip mereka lagi dan sepertinya memang mereka akan pergi dari sini, aku harus tetap berhati-hati karena bisa saja mereka bersembunyi
untuk mengelabuhi aku seperti tadi saat bersama Heni, aku dan Usna berpikir kalau mereka sudah pergi tapi ternyata mereka bersembunyi untuk mengecoh kita berdua dan akibatnya sekarang
Heni ditangkap oleh mereka.
"Ayo kita pergi dari sini sepertinya anak itu sudah lari terlalu jauh dan kita sudah kehilangan jejak" ucap hantu pendaki itu.
"Tapi bagaimana kalau kita tidak bisa menangkap nya" tanya temannya.
__ADS_1
"Kita pasti bisa menangkap mereka semua, karena teman mereka sudah ada di tangan kita jadi kita pasti bisa memancing mereka untuk datang sendiri ke tempat kita, karena mereka pasti akan berusaha untuk menyelamatkan temannya" ucapnya lagi.
"Lo yakin dia akan kembali dan menyelamatkan temannya, jangan-jangan dia ketakutan dan akan
pergi dari tempat ini seperti" belum selesai dia bicara langsung di jawab oleh.
"Jangan bicarakan apapun tentang dia lagi, gara-gara dia kita tersesat di gunung larangan ini dan juga gara-gara dia kita mati dan masih saja bergentayangan di gunung larangan ini, gara-gara dia juga kita dijadikan tumbal oleh penguasa gunung larangan ini dan kita dijadikan babu oleh mereka kita dipaksa melakukan apapun yang mereka mau dan kita harus setiap hari melayani segala keinginan mereka bahkan saat tubuh kita merasakan sakit dan lelah mereka tidak akan pernah peduli sama sekali" hantu pendaki itu terlihat sangat marah.
"Kamu benar, tapi sayangnya kita tidak bisa membalas dendam dengan dia seharusnya dia yang akan menemani kita selamanya di gunung ini" jawab hantu pendaki satunya.
"Suatu saat nanti pasti kita akan bisa membalaskan dendam kita pada mantan sahabat kita itu" dia mengepalkan tangan tanda dia memang sangat marah kepada orang yang mereka bicarakan.
"Yang terpenting saat ini kita harus menjadi bagian dari mereka agar kita tidak dijadikan babu lagi, karena aku sudah sangat lelah dipaksa untuk terus
melayani mereka" ucapnya lagi.
"Mangkanya kita harus segera menemukan mereka semua dan kita harus menyerahkan mereka pada
penguasa gunung larangan ini agar upacara sesembahan bisa segera dilaksanakan dan kita akan menjadi bagian dari mereka, dan gantian para
manusia itu yang akan menggantikan posisi kita selama ini, mereka yang akan dijadikan babu dan menuruti semua perintah mereka kapanpun mereka mau" ucapnya lagi sambil menepuk pundak temannya.
Aku gemetar mendengar ucapan mereka berdua, ada rasa sedih saat mendengar omongan mereka karena
nasib mereka yang begitu tragis, mereka dijadikan tumbal dan menjadi pesuruh penguasa gunung larangan ini dan mereka dipaksa untuk melakukan
apapun yang penguasa itu mau, pasti mereka sangat tersiksa dengan keadaan mereka saat ini, karena mengingat dulunya mereka juga manusia sama seperti kita dan mereka juga tidak sengaja mendaki gunung ini sama persis dengan yang aku dan teman-teman ku alami, sedih sekali mendengar kisah
__ADS_1
mereka, dan entah siapa orang yang mereka katakan tadi karena tadi aku juga mendengar kalau gara-gara orang itu mereka mengalami ini semua.