Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 102 Orang Ketiga


__ADS_3

Karena disini Andi adalah satu-satunya laki-laki jadi dia bertanggung jawab dengan keselamatan Heni dan Sasa jadi dia harus terus memperhatikan apakah Heni dan Sasa masih amnan dibelakang dia karena dia takut mereka terpisah lagi seperti sebelumnya.


"Aku capek banget Ndi, apa kita masih akan berlari jauh karena kakiku sudah terasa sakit banget, apa kita tidak berhenti dulu" Heni sudah mulai ngos-ngosan karena memang mereka sudah berlari cukup jauh.


"Tidak, pokoknya kita harus terus berlari dan kita tidak boleh berhenti kalian harus ingat hantu pendaki itu bisa menyusul kita dengan cepat jadi kita tidak boleh membuang waktu, biarlah kita saat ini lelah dan capek nanti setelah kita sampai maka kita akan


beristirahat sambil menunggu Gilang dan Anton" Andi menyemangati mereka berdua agar menghiraukan rasa lelahnya.


Mereka terus berlari dan mengikuti Andi di belakang mereka juga berharap agar bisa segera menemukan tempat persembunyian dan segera bertemu dengan Anton dan Gilang.


"Tuh sebentar lagi kita sampai habis ini kalian bisa beristirahat dengan tenang di tempat itu karena hantu pendaki tidak akan tau tempat persembunyian kita" Andi begitu yakin dengan keputusannya saat ini, entah Sasa setuju atau tidak setelah dia mengetahui


tempat persembunyian yang dimaksud oleh Andi.


"Ayo kita lebih cepat agar bisa cepat sampai aku sudah gak kuat lagi sebenarnya, kakiku sudah sangat sakit" ucap Heni dibelakang.


Akhirnya mereka sudah mendekati tempat persembunyian yang dimaksud oleh Andi, Sasa yang melihat tempat itu sudah mulai sadar dengan tempat


persembunyian yang dimaksud oleh Andi.


"Gue gak mau ditempat itu, Lo mau cari mati ya ndi ngajak kita disini, ini tuh si Yanti sudah tau tempatnya nanti dia akan mengajak hantu pendaki itu kesini untuk menangkap kita lagi, ayo kita cari


tempat lain untuk bersembunyi" Sasa memegang tangan Andi dan Heni untuk mencari tempat lain.


"Jangan seperti itu dong Sa, aku yakin bahkan aku sangat yakin kalau tempat ini aman untuk kita, apa kamu tidak ingat waktu kamu di ganggu oleh penghuni tempat ini, setelah kita berada disini mereka sudah tidak bisa menggangu kita lagi, jadi aku sangat yakin kalau tempat ini aman" Andi


meyakinkan Sasa.


Mungkin sulit bagi Sasa untuk mempercayai ucapan Yantii lagi karena dia sudah terlalu kecewa saat


mengetahui semua kebenaran itu kalau sebenarnya Yantii selama ini hanya berpura-pura dan Yanti ternyata jahat.


Hati Sasa mungkin sudah tertutup untuk melihat kebaikan yang telah Yanti lakukan karena dia sudah tidak lagi peduli dengan apa yang Yanti lakukan,


bahkan Sasa sendiri tau kalau Yanti yang tadi menyelamatkan mereka dari hantu pendaki bahkan Yanti rela bertarung dengan mereka, tapi hati yang sudah terlanjur kecewa sudah susah untuk

__ADS_1


diperbaiki.


"Itu sebelum Yanti bertemu dengan hantu pendaki itu, pasti sekarang dia sudah menceritakan semuanya kepada hantu pendaki jadi sekarang kamu jangan terlalu percaya dengan Yanti" Sasamasih terlihat sangat kesal.


"Percaya sama aku dong Sa aku yakin kita akan aman disini, dan kamu juga harus ingat kalau Sari benar-benar berniat jahat sama kita untuk apa dia


menyuruh kita lari bahkan dia juga bertarung dengan hantu pendaki itu, kalau memang dia jahat bisa saja dia langsung menangkap kita dan memasukkan kita kedalam penjara yang waktu itu ditempati oleh Heni," Andi masih terus berusaha untuk meyakinkan Sasa.


Andi dengan sigap langsung menarik tangan Sasa dan Heni untuk bersembunyi ketempat yang aman, karena dia takut akan terjadi apa-apa lagi setelah ini. Dan dia juga tidak mempedulikan racauan Sasa sama sekali karena saat ini yang paling penting adalah keselamatan mereka semua.


"Lepasin Ndi, gue gak mau disini pasti tempat ini tidak aman" Sasa terus saja marah kepada Andi.


Sedangkan Heni hanya diam saja dan menuruti ucapan Andi karena Heni tau Andi pasti akan selalu melindungi mereka berdua sampai kita benar-benar


aman dari mereka penghuni gunung larangan yang jahat.


"Diam, dan duduk kalau kamu masih mau selamat, jangan bicara lagi" Andi membekap mulut Sasa sedangkan Sasa yang diperlakukan seperti itu


langsung berontak dan tidak terima mungkin saja Sasa akan sangat marah.


"Diam Sa, dan tenangin diri Lo sebentar saja, sekarang Lo lihat apa yang ada didepan sana, lihat dan perhatikan baik-baik" Andi menunjuk ke suatu


Setelah itu Heni dan Sasa langsung kompak untuk melihat kearah yang telah ditunjuk oleh Andi dan mereka berdua langsung kompak juga untuk


membekap mulut mereka masing-masing dan tidak mengeluarkan suara sama sekali, mereka langsung


terdiam dan keringat dingin mengucur deras di tubuh mereka.


"Makanya jangan teriak terus, tuh lihat apa yang ada didepan sana, pasti dia tadi dengar suara kita yang


bertengkar mangkanya dia langsung keluar, udah diam dulu sekarang" ucap Andi dengan sangat pelan agar tidak di dengar oleh makhluk yang ada di depan


sana.


Dan ternyata tadi Andi menarik tangan Heni dan Sasa secara paksa karena dia melihat makhluk yang sangat mengerikan di balik pohon jadi dia

__ADS_1


langsung mengajak mereka berdua untuk bersembunyi.


Makhluk yang sangat mengerikan itu sangat tinggi dan besar, kepalanya bertanduk dan badannya sangat hitam dan sedikit berbulu, matanya yang


merah menyala begitu besar membuat siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan, mulutnya yang sangat lebar dan terus mengeluarkan air liur yang sangat menjijikkan.


Wujudnya yang sangat mengerikan itu membuat semua orang akan terdiam langsung saat melihatnya, entah apa tujuan makhluk itu mencari keberadaan Andi dan teman-temannya, bisa jadi dia


terganggu dengan kebisingan Andi dan Sasa tadi.


"Siapa tadi yang telah mengganggu aku, keluar kalian manusia sialan" Suaranya yang menggelegar dan


menakutkan membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merinding.


Andi dan teman-temannya hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, bahkan mereka sekarang


berkeringat dingin saking takutnya.


Setelah tidak menemukan apa yang dia cari, makhluk itu pergi begitu saja dengan berjalan cukup cepat membelah lebatnya hutan, bahkan pohon-pohon


besar itu dia tabrak dan dia bisa menembus pohon itu.


"Albamdulillah akhirnya dia pergi juga, makhluk apa ya tadi karena baru kali ini aku melihat jin yang seperti itu, dan apa mungkin itu yang dimaksud


dengan jin ya" Andi bernafas lega saat melihat jin itu sudah semakin jauh.


"Gue takut ndi, pasti gara-gara suara gue yang keras tadi makanya jin itu datang dan bahkan dia terganggu dengan kebisingan itu" Sasa masih ketakutan dan dia belum bisa melupakan makhluk itu.


"Udah kita tidak perlu saling menyalahkan yang terpenting sekarang kita sudah aman dari jin itu dan kita juga sekarang sedang baik-baik saja kan,


kita akan terus berjuang bersama dan harus saling melindungi" Andi menenangkan Sasa yang masih ketakutan.


Mereka saat ini hanya saling diam dan larut dengan pilkiran masing-masing, tidak ada lagi yang mereka katakan bahkan mereka takut untuk berkata


sedikit keras, mereka takut kalau jin itu akan kembali lagi untuk mencari keberadaan mereka.

__ADS_1


"Aku tidak salah kan, kalian pasti ada ditempat ini, syukurlah kalian memilih tempat yang aman dan jauh


dari jangkauan jin jahat yang ada disini" tiba-tiba Yanti datang dan mendekat kearah mereka.


__ADS_2