
Kemanapun Gilang melangkah dia selalu diawasi oleh mata yang sangat besar dan merah, tapi sayang sekali Gilang sama sekali tidak menyadarinya, dia sudah tidak memperhatikan keadaan sekitar, mungkin karena dia sudah menahan rasa lelah dan capek semua menjadi satu.
Makhluk itu tersenyum dengan sangat lebar sambil terus memperhatikan gerak-gerik Gilang, dia terus saja memantau aktivitas yang Gilang lakukan, sebenarnya dia hanya bertugas untuk memastikan bahwa Gilang tidak akan pernah bisa menemukan Anton.
Setelah iblis jahat itu berhasil dibunuh oleh Gilanh, sekarang datang lagi iblis jahat yang lebih menakutkan yang bertugas untuk menyesatkan Gilang, kali ini Gilang harus benarkah waspada
terhadap iblis ini.
Iblis ini memiliki dua tanduk di kepalanya, wajahnya berwarna merah tetapi tubuhnya berwajah hitam seluruhnya, dia sangat menakutkan membuat siapapun yang melihatnya pasti akan bergidik ngeri dan ketakutan.
"Ternyata itu anak yang dimaksud, aku lihat dia juga bukan manusia biasa, jadi dia lah sasaran empuk kali ini" iblis itu tersenyum jahat kearah Gilang.
"Tapi sepertinya aku tidak bisa melawan dia dengan cara kekerasan, karena dari auranya dia bukan manusia biasa yang lemah, dia ini istimewa, kalau
aku menyerang dia langsung seperti jin bodoh itu, maka aku akan bernasib sama seperti dia, jadi kali ini aku harus menggunakan cara yang sangat halus dan lembut" dia kembali memikirkan cara agar bisa mengelabuhi Gilang.
"Aku harus memikirkan cara agar aku bisa mendekati dia, dan membuat dia tersesat jauh dari sini agar dia tidak bisa keluar, aku yakin pasti tidak akan ada yang bisa menolong dia kalau aku menggunakan cara itu" dia tersenyum licik Iblis itu memang pintar untuk
menipu manusia, sudah banyak korban yang dia dapatkan sehingga dia yang diutus oleh penguasa gunung larangan ini untuk mengelabuhi Gilang dan
menangkap Gilang, sedangkan Anton sudah pasti dia akan segera mati karena keadaannya sudah sangat lemas bahkan dia sudah sangat pasrah dengan keadaan dia saat ini.
Penguasa gunung larangan ini akan melakukan apapun agar dia bisa menangkap Gilang dan teman-temannya, bahkan semua jin jahat akan dia
kerahkan pada saatnya nanti, siapapun manusia tidak akan bisa lolos darinya dengan mudah.
Gilang harus semakin berhati-hati agar dia tidak terkena tipu daya jin jahat yang terus mengikuti kemanapun dia pergi.
"Aku akan berubah menjadi manusia yang tidak berdaya, dan aku akan membuat dia percaya kalau aku juga tersesat di alam ini sama seperti temannya" ucap jin itu.
Setelah itu, jin itu benar-benar berubah menjadi manusia yang sudah cukup berumur, dia membuat fisiknya seakan lemah agar Gilang mudah percaya
kepadanya, dia tidak ingin rencana ini gagal atau dia akan bernasib sama dengan temannya, tapi sia-sia ditangan Gilang dengan bantuan teman-temannya.
__ADS_1
Iblis itu semakin mendekat ke arah Gilang, dia berjalan dengan tertatih agar Gilang semakin percaya dengan dia, dan dengan perlahan dia akhirnya sampai di dekat Gilang, lalu dia memanggil Gilang dengan suara yang sangat menyedihkan.
To tolong saya, saya haus" ucapnya terbata-bata seakan meyakinkan Gilang.
"Kamu siapa" tanya Gilang,
"Aku tersesat di hutan ini, tolong saya, saya mau pulang" ucap iblis itu sambil terus meyakinkan Gilang.
Gilang melihat dia dari atas sampai bawah, sepertinya Gilang juga tidak mudah percaya dengan ucapan pria ini, Gilang juga merasa curiga karena dia
datang secara tiba-tiba.
"Apa benar dia manusia, apa mungkin dia salah satu dari hantu pendaki itu, dan kenapa dia ada disini"
tanya Gilang dalamn hati.
"Ada apa nak, kenapa kamu melihatku seperti itu" tanya iblis itu dengan lemah lembut.
"Bagaimana mungkin saya adalah hantu, apa mungkin hantu bisa menginjak tanah seperti saya, coba kamu perhatikan saya baik-baik, saya adalah manusia, saya sudah terjebak ditempat ini selama satu Minggu" pria itu menangis untuk membuat Gilang simpati kepadanya.
"Apa, satu Minggu, kenapa kamu bisa berada di tempat ini, sedangkan kamu sudah cukup umur dan tidak mungkin kamu seorang pendaki" ucap Gilang penuh selidik.
"Saya memang bukan pendaki, diumur saya ini tidak mungkin saya menghabiskan waktu hanya untuk
mendaki gunung, saya sudah biasa keluar masuk gunung ini, setiap hari saya mencari kayu bakar di hutan ini, tapi entah kenapa saya tiba-tiba bisa
berada di tempat ini dan saya hanya berputar-putar saja disini" pria itu menjelaskan kepada Gilang.
Pintar sekali jin itu, dia membuat cerita seolah dia memang benar manusia, padahal sebenarnya dia adalah jin jahat yang sedang menyamar menjadi
manusia.
"Maaf kalau saya sudah sempat mencurigai bapak, bagaimana mungkin bapak yang sudah terbiasa mencari kayu di tempat ini malah tersesat bahkan
__ADS_1
terjebak ditempat ini" tanya Gilang lagi.
"'Saya sebenarnya sedang mengejar kelinci, waktu itu saya melihat kelinci lalu saya mengejarnya, sebenarnya saya akan menjadikan kelinci itu makan
malam saya, tapi saya malah tersesat dan langsung berada ditempat yang aneh ini" ucapnya dengan wajah yang di buat sedih.
Gilang memang hanya anak muda yang polos, apalagi dengan sikap baiknya membuat dia cepat
mempercayai ucapan jin jahat itu, dia tidak berpikir lagi, di otaknya hanya ada bagaimana cara dia bisa menolong manusia.
"Mari bapak ikut saya, setelah ini kita akan mencari jalan keluar sama-sama ya pak, saya disini juga mau
mencari teman saya yang tersesat" Gilang menceritakan semua awal mula dia dan teman-temannya bisa berada di gunung larangan ini.
Jin itu hanya tersenyum sambil mendengarkan cerita Gilang, karena walaupun Gilang tidak bercerita dia sudah tau semuanya, karena dia juga salah satu
Jin penunggu gunung larangan ini, dia juga sudah tidak sabar untuk mengadakan pesta sesembahan yang akan dilakukan oleh seluruh penghuni gunung larangan ini saat Gilang dan teman-temannya sudah tertangkap.
"Bapak turut prihatin dengan kondisi yang kamu alami beserta teman-teman kamu, mari bapak bantu
kamu mencari teman kamu, kita jangan berjalan lurus ya nak, karena jalan itu sudah setiap hari kakek lalui untuk mencari jalan pulang dan kakelk sama
sekali tidak melihat teman kamu ada disana, sepertinya dia berada di tempat lain, apa kita coba kearah sana" jin itu menunjuk ke suatu arah.
Dan yang pasti tempat itu akan membuat Gilang semakin jauh untuk bertemu dengan Anton, tapi sepertinya Gilang sudah sangat percaya dengan
apapun yang diucapkan oleh jin ini.
Tapi pak, kenapa filing saya mengatakan kalau teman saya ada disana, kita tinggal lurus saja pasti kita akan bertemu dengan teman saya itu, saya percaya dengan filing saya pak Karena kami sudah berteman cukup lama" Gilang menolak ajakan jin yang menyerupai manusia itu.
"Kenapa nak, apa kamu tidak mempercayai ucapan bapak, setiap hari nak bapak melewati tempat itu, bapak selalu berjalan kearah sana untuk mencari jalan keluar, tapi bapak sama sekali tidak menemukan apa-apa, dan kalaupun teman kamu berada disana pastinya bapak sudah bertemnu dengan teman kamu itu, tapi bapak disana tidak
pernah bertemu dengan siapapun selain kamu disini" jin jahat itu terus saja meyakinkan Gilang dengan berbagai alasan.
__ADS_1