
Lanjutan...
"Kemana aku harus mencari makan sedangkan aku tidak membawa makanan, mana kakiku sakit banget lagi kepalaku juga masih berdenyut kencang,
sial banget sih aku, kemana lagi Gilang sama Heni kenapa mereka masih tidak terlihat" aku masih memegangi perut ku yang terasa lapar.
Untung saja aku membawa minyak gosok jadi aku bisa mengurut kakiku yang sakit jadi bisa cepat sembuh, kalau aku tidak membawanya aku tidak tau
lagi gimana nasib kakiku pasti akan sangat lama sembuhnya dan jalanku pasti akan pincang.
Aku masih mengurut kaki ku berharap akan segera sembuh agar aku bisa segera berdiri dan mulai berjalan mencari makan dan juga mencari Heni juga Gilang mungkin mereka berada jauh dari sini karena ini bukan hutan tempat tadi kita berkumpul.
Aku melibhat sekeliling, tempat ini hanya dilkelilingi bebatuan dan saat aku melihat lebih jelas lagi aku baru sadar ternyata di tempat ini aku tdak bisa
mendengar suara binatang apapun disekitar sini, padahal biasanya kalau di pagi hari pasti banyak burung berterbangan dan juga suara binatang
yang berkeliaran di sini, tapi ini tidak ada suara apapun hanya hembusan angin yang berhembus kencang menerpa tubuh ku.
"Dingin banget sih hawanya, kenapa bisa dingin gini ya padahal ini kan sudah pagi, rasanya seperti masih malam saja" aku mendengus kesal.
Aku merasa kakiku sudah tidak sakit lagi dan mulai sembuh, kepalaku juga yang tadinya pusing sekarang sudah berangsur membaik dan tidak pusing lagi, aku mencoba untuk berdiri siapa tau sudah bisa dan kakiku bisa berjalan dengan normal lagi.
"Aaww" aku memegang kakiku Ternyata kakiku masih belum pulih sepenuhnya, karena aku masih
merasakan sakit saat aku hendak berdiri.
"Ngilu banget sih rasanya" aku mengelus kakiku.
Aku masih bingung kakiku sepertinya bukan keseleo tapi juga tidak ada luka lalu kenapa bisa sesakit ini dan aku masih dibuat bingung dengan keadaan ini.
__ADS_1
"Alhamdulillah aku bisa berdiri walaupun kakiku masih terasa sangat sakit, tapi sudah agak mendingan dan sebentar lagi aku pasti bisa berjalan dan mencari Gilang dan juga Heni mereka berdua pasti sekarang lagi khawatir karena aku tidak bersama mereka lagi, entah mereka sudah menyadari atau belum kalau aku sudah tidak bersama mereka berdua" aku memikirkan nasibku.
Andai malam itu aku tidak dikuasai rasa takut dan andai aku mau melihat sekeliling dan memperhatikan Gilang dan Heni pasti ini semua tidak akan pernah
terjadi dan aku tidalk akan terpisah dari mereka berdua, aku sekarang hanya bisa menyesali perbuatan ku dan aku sadar kalau aku terlalu ceroboh sekali dan tidak memastikan apakah aku masih bersama mereka.
Sekarang ini aku hanya sendirian di tempat ini tanpa ada Heni, Gilang, Sasa dan juga Andi, semoga mereka masih selamat dan kita bisa bertemu kembali lalu kita akan pulang bersama dengan
selamat tanpa kekurangan apapun.
Aku sudah terpisah dari mereka dan sekarang aku harus berjuang sendiri aku harus bisa bertahan hidup di tempat ini karena teman-teman ku pasti sedang
mencari keberadaan ku dan mereka pasti sedang bingung dengan keadaan ku saat ini, aku harus tetap sehat dan aku juga harus bisa menemukan
keberadaan mereka saat ini, dan itu harus.
diriku sendiri agar aku bisa bertahan hidup di gunung ini.
Aku mulai berjalan walaupun sambil memegangi kakiku yang masih terasa sakit, aku berjalan dengan sangat pelan sambil terseok-seok karena kakiku
belum sembuh sepenuhnya, dan aku tidak bisa berjalan dengan cepat seperti biasanya.
Aku masih berjalan menyusuri tempat ini, aku bingung karena semua tempat disini hampir sama tidak ada yang berbeda hanya ada bebatuan dan
pohon yang sangat jarang tidak seperti hutan pada umumnya, aku sebelumnya tidak merasa curiga sama sekali dengan keadaan di sekitar sini, tapi setelah aku berpikir kenapa tempat ini berbeda dan
kenapa juga di tempat ini seperti tidak berpenghuni sama sekali bahkan hewan pun tidak aku temukan sama sekali bahkan serangga kecil pun aku dari tadi
tidak melihatnya.
__ADS_1
Bahkan aku juga sama sekali tidak mendengar suara hewan apapun di tempat ini, sungguh aneh tempat apa ini sebenarnya aku terus berpikir dalam hatiku.
"Tempat apa sih ini, kenapa tidak ada suara sama sekali, dari tadi aku hanya mendengar suara angin saja, kenapa sangat aneh sekali ya disini dari tadi juga hawanya masih sangat dingin apa mungkin itu karena aku berada di atas gunung ya" aku bertanya pada diriku sendiri.
"Perutku laper banget lagi, kemana ya aku mencari makanan dan apa mungkin aku bisa menemukan makanan, kalau aku sampai tidak makan bisa-bisa
aku kelaparan dan lemas ditempat ini, pokoknya aku harus berusaha untuk mencari makan terlebih dalhulu agar aku tidak lemas dan aku bisa punya tenaga untuk mencari jalan keluar dari tempat ini" aku bermonolog.
Aku terus berjalan walau sangat pelan yang penting aku tidak diam saja, aku masih bisa berusaha untuk
menemukan makanan apapun yang bisa aku makan.
"Aneh sekali dari tadi aku berjalan kenapa tempatnya masih seperti ini saja kenapa seolah tempat ini sama semua dari jarak pohon satu ke pohon lain
semuanya sama tidak ada yang berbeda aku seperti ada di tempat yang sama dari tadi muter-muter terus" aku masih melihat ke sekeliling.
Aku masih berjalan dan mataku terus melihat ke kanan dan ke kiri berharap ada sesuatu yang bisa aku makan apapun itu yang penting bisa buat mengganjal perut, tapi dari tadi aku berjalan tidak ada makanan sama sekali yang bisa aku makan hanya pohon yang ada di sekitar sini dan juga ada banyak sekali rumput liar dan itu tidak bisa di
makan oleh manusia.
"Kok gak ada makanan ya, padahal perutku udah sangat lapar bisa-bisa aku makin lemas kalau gak ada makanan, kemana lagi ya aku harus mencari
makanan mana kakiku sakit lagi gak bisa jalan cepat" aku mulai mengeluh karena merasa sangat kelaparan.
"Kayaknya di sekitar sini memang gak ada makanan sama sekali, aku sudah merasa lelah karena harus berjalan seperti ini lebih baik sekarang aku cari
tempat untuk istirahat dulu sambil menghemat tenaga" aku langsung mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat, aku memutuskan beristirahat di bawah pohon.
Karena tidak menemukan apapun yang bisa di makan aku memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, agar kakiku tidak makin sakit karena dipaksakan untuk berjalan jauh.
__ADS_1