
Lanjutan...
"oke aku akan berangkat sekarang juga, kamnu tunggu disini dulu aku akan mencari makanan sampai ketemu, kamu harus tetap disini dan jangan
kemana-mana jangan sampai hantu pendaki itu mengetahui keberadaan kalian disini" pesan Yanti kepada kami.
"Iya kami akan menunggu kamu disini, tapi kamu juga jangan lama-lama ya, aku udah laper banget nih" aku mengelus perut.
Aku senang sekali karena Yanti mau membantu ku dari tadi aku mencari makanan tapi aku tidak juga
menemukannya di tempat ini, jadi aku harus meminta bantuan Yanti dan itu juga bisa membantu aku dan Sasa agar kami bisa mempersingkat waktu dan kami berdua bisa cepat sampai ke tempat tujuan kami.
"Oke aku akan berangkat, ingat harus hati-hati dan tetap waspada karena mereka bisa berada di mana saja" pesannya lagi.
Yanti terlihat sangat mengkhawatirkan keselamatan aku dan Sasa dia memang sudah menganggap aku
dan Sasa adalah sahabatnya, dan dia memang tidak punya sahabat lain selain kami.
Tanpa banyak kata lagi dia langsung terbang membelah rimbunnya pepohonan di hutan ini, aku dan Sasa memperhatikan Yanti sampai kita sudah
tidak bisa melihat dia lagi karena dia di terbang menjauh.
"Emang kamu udah lapar banget ya kok sampai minta tolong sanma si Yanti" Sasa bertanya padaku.
"Iya, lagian dari tadi kita jalan gak ada makanan sama sekali yang kita temukan terus kalau kita jalan terus sampai nanti siang dan kita tidak menemukan makanan apapun pasti kita akan kelaparan dan akan lemas, yang ada nanti kita sakit lagi gara-gara kelaparan" aku menjelaskan pada Sasa.
"Iya juga sih, tapi gak enak juga sama si Yanti kita malah nyuruh dia buat cari makanan" Sasa merasa tidak enak pada yanti.
"Udah tenang saja, Yanti kan sahabat kita jadi kita tidak perlu merasa tidak enak, ini kan juga demi keselamatan kita berdua, kalau kita keluar dari jalur ini kan bisa bahaya" ucapku lagi.
"Ya udah lah kalau gitu, Yanti memang sangat baik ya" Sasa tersenyum kearah ku.
"Iya, mangkanya aku juga bingung kenapa kalian berdua terus saja bertengkar kenapa sih dengan kalian" aku bertanya dengan wajah serius pada Sasa.
"Hehe" dia malah tersenyum dan menggaruk kepalanya yang aku yakin dia tidak merasa gatal.
__ADS_1
"Kok malah senyum sih, kan aku tanya dengan serius" ucapku ketus.
"Bukannya berantem, tapi aku dan Yanti itu sering berbeda pendapat justru aku senang kok dia bisa mencairkan suasana dan kita tidak terlalu merasa
sedih lagi, dia bisa menghibur kita" ucap Sasa sambutan tersenyum kearah ku.
"Jadi kamu menganggap pertengkaran kalian itu sebagai hiburan ya" aku kembali bertanya pada Sasa, jujur aku kaget saat mendengar ucapan Sasa tadi.
"Iya, kalau gak ada dia sepi banget gak ada teman buat berantem" dia sama sekali tidak merasa bersalah.
"Kalian ini aneh banget sih, masak kalian rame tiap saat bantah-bantahan setiap saat dikira hiburan, asal kamu tau ya kupingku sakit kalau mendengar
kalian berdua berantem terus setiap saat malah kalian anggap candaan" aku kesal dengan Sasa dan Yanti.
"Udahlah, kan kita juga butuh hiburan biar gak jenuh didalam hutan ini, lagian Yanti itu teman berantem yang enak kok, dia selalu bisa mengimbangi aku, beda sama kamu kalau kita berantem aku bisa jadi marah beneran" jawabnya dengan entengnya.
"Terserah kamu sama Yanti aja lah kalau begitu, bodo amat kalau kalian mau berantem" aku merasa sangat kesal dengan mereka berdua.
"Udah gak usah dibahas sekarang kita cari tempat istirahat dulu, aku mau duduk capek tau" dia berjalan mencari tempat yang tidak panas agar kita bisa
Aku hanya mengikuti Sasa dari belakang, dia berjalan mencari tempat untuk istirahat.
"Jangan jauh-jauh nanti Yanti gak tau keberadaan kita" aku memperingati sasa.
"Iya, aku tau kok lagian aku gak mungkin jauh-jauh dari sini kan aku juga takut kalau sampai hantu pendaki itu datang kesini" ucapnya.
Sasa sudah menemukan tempat untuk kita beristirahat sejenak kita langsung duduk dan beristirahat, tempat ini memang bisa melindungi kami dari panasnya matahari yang sudah menampakkan wujudnya, hawanya memang sangat panas sekali hari ini.
"Udah duduk disini saja dulu, kita gak perlu takut karena tempat ini kelihatannya aman kok untuk kita
berdua, tidak terlalu nampak jadi kalau ada yang mencurigakan kita bisa langsung lari dari sini" Sasa langsung duduk dan dia mengeluarkan botol minum dan langsung meminumnya.
"Kamu haus banget ya" tanyaku.
"Iya, tapi aku sudah merasa lapar mangkanya aku minum banyak untuk mengganjal perut" dia mengelus perutnya.
__ADS_1
"Sama kalau begitu, aku juga sudah merasa lapar" aku pun melakukan hal yang sama.
"Semoga saja Yanti bisa menemukan makanan untuk kita berdua, kalau tidak kita bisa kelaparan disini" aku
mendoakan Yanti agar bisa menemukan makanan untuk kami.
"Masih lama gak ya si Yanti, aku udah benar-benar lapar banget deh" Sasa terus memegangi perutnya.
"Kan kamu sudah minum banyak tadi, jadi pasti sudah tidak terlalu lapar lagi" ucapku pada Sasa.
"Lumayan sih, bisa buat ganjal perut" jawabnya.
Aku dan Sasa duduk sambil menunggu kedatangan Yantii yang entah masih lama atau tidak kami juga tidak tau, saat menunggu Yanti dan lumayan lama dia tidak datang juga malah rasa kantuk yang datang menghampiri kami berdua, entah kenapa mata seperti sangat ngantuk dan terasa sangat berat
sekali.
"Kok aku jadi ngantuk banget ya" aku sambil menguap.
"Sama, aku juga tiba-tiba ngantuk banget, nih mata berasa kaya berat banget pengen tidur" Sasa juga menguap karena ngantuk.
"Apa kita tidur disini saja, kayaknya disini juga aman buat kita, dan pastinya hantu pendaki itu tidak akan bisa menemukan keberadaan kita disini" aku menyandarkan kepalaku karena sudah sangat ngantuk.
"Kamu benar, aku juga sudah benar-benar ngantuk sekali nanti kalau Yanti sudah datang kesini biar dia yang bangunin kita " ucap Sasa sambil menaruh kepalanya ke pundak ku.
Otomatis aku langsung menoleh karena kaget dengan kelakuan Sasa karena dia menaruh kepalanya di pundak ku aku langsung deg-degan di
buatnya, jantung ku seperti di pompa dengan sangat kencang.
Aku hanya diam saja padahal tanganku sudah bergetar dan dadaku berdebar sangat kencang, aku berusaha untuk bersikap biasa saja agar Sasa tidak
curiga dengan perubahan sikapku saat ini.
"Kok malah diam saja sih, ayo kita tidur katanya ngantuk, aku juga ngantuk banget ini" ucapnya sambil melihat ke arah ku.
"Iya ayo kita tidur" aku langsung memejamkan mata agar Sasa tidak curiga.
__ADS_1