
Yanti yang melihat mereka langsung menangis, karena bagaimanapun dia juga pernah menghabiskan waktu bersama mereka sebelum bertemu dengan Gilang dan teman-temannya.
Dia juga cukup dekat dengan mereka selama ini, jadi dia juga pasti akan merasa kehilangan sekali, karena
sekarang ini dia sudah tidak akan bisa bertemu dengan mereka lagi selamanya.
"Kalian tidak perlu berterimakasih sama aku, justru aku ingin minta maaf karena aku yang telah menyebabkan kalian semua meninggal dengan tragis, maafkan aku," Sari menangis tersedu.
"Ini semua bukan salah kamu Yan, walaupun kamu tidak mengganggu kita pun kita semua akan tetap mati di gunung ini, karena ini semua sudah
menjadi takdir kita, kamu tidak sepenuhnya bersalah," mereka tersenyum menatap Yanti.
Gilang dan yang lain juga ikut menitikkan air mata melihat perpisahan Yanti dengan hantu pendaki itu, dia pasti sangat sedih sekali tapi hantu pendaki
itu harus pergi karena mereka sudah tidak ada lagi urusan di dunia ini.
"Satu pesan kami, tangkap Rio dan jangan biarkan dia berkeliaran lagi karena dia akan mencari tumbal terus menerus untuk penguasa gunung larangan, manusia laknat itu tidak akan pernah berhenti mencari tumbal karena dia telah melakukan perjanjian kepada penguasa gunung larangan, kalau dia tidak berhasil memberikan tumbal maka
dia sendiri yang akan menjadi tumbalnya," mereka menjelaskan.
Jadi teman hantu pendaki yang telah meninggalkan mereka di gunung larangan bernama Rio, itu merupakan petunjuk baru yang sangat penting
untuk mereka semua, jadi sekarang mereka akan lebih gampang untuk mencari manusia itu.
"Jadi manusia itu bernama Rio," tanya Gilang.
"Iya, dia tinggal tepat di bawah kaki gunung larangan ini bersama ibunya, dia dan ibunya tinggal jauh dari para tetangga agar tidak ada yang curiga dengan aktivitas mereka selama ini, jadi mereka hanya tinggal sendiri," wajah hantu pendaki itu terlihat sangat marah saat menceritakan tentang teman
mereka yang sangat jahat itu.
Gilang lalu mengingat kembali kejadian saat awal dia ingin pergi ke gunung larangan, saat itu dia dan
teman-temannya melihat rumah yangbsangat sepi dan rumah itu hanya sendirian tanpa tetangga, sedangkan seingat Gilang tempat itu dulunya banyak
sekali rumah warga tapi saat itu malah hanya tersisa satu rumah saja.
__ADS_1
"Atau jangan-jangan rumah yang kalian maksud adalah rumah yang waktu itu kita titipin mobil," Gilang menduga.
"Iya bener, kan waktu kita menitipkan mobil itu memang rumah itu sangat sepi dan tidak ada tetangga sama sekali di sekitar rumah itu, dan
letaknya juga di kaki gunung," lalu mereka berlima saling pandang.
Satu persatu misteri mulai terungkap, dan itu pastinya akan sangat memudahkan mereka untuk menangkap orang itu dan memberitahu semua orang
betapa bahayanya dua orang itu.
Dan ternyata dia melakukan semua kejahatannya bersama sang ibu, entahbkenapa mereka bisa sejahat itu.
"Mereka juga menganut ilmu hitam, jadi mereka bisa membuat orang lain sangat mempercayai mereka dan membawa korbannya untuk naik ke gunung larangan dan menjadikannya tumbal sesembahan untuk penguasa gunung larangan," hantu pendaki itu
memberikan banyak sekali informasibpenting untuk mereka.
Gilang dan yang lainnya pasti akan sangat terbantu dengan informasi yang hantu pendaki itu sampaikan kepada mereka, dan pastinya mereka akan segera mencari manusia yang bernama Rio itu, tapi sebelum itu mereka akan menemui nek Ngah terlebih dahulu
untuk mendiskusikan tentang semua itu.
sendiri, lalu apa yang sebenarnya dia cari," Gilang bertanya-tanya.
"Keluarga dia memang penganut ilmu hitam, jadi dia pasti juga ikutan, dan asal kalian tahu sudah dari dulu keluarga mereka mencarikan tumbal untuk penguasa gunung larangan demi kelangsungan hidup mereka, keluarga mereka memang sudah lama melakukan perjanjian itu," hantu pendaki kembali
menjelaskan.
Mereka semua tercengang, ternyata memang ada manusia yang sejahat itu dan bersekutu dengan iblis jahat.
Setelah itu hantu pendaki langsung berpamitan kepada mereka dan mereka menangis haru melihat kepergian mereka, apalagi Yanti dia terlihat sangat
sedih sekali, tapi memang gunung ini bukan tempat mereka.
Senyuman bahagia menghiasi wajah mereka, ini yang mereka harapkan selama sepuluh tahun lalu, tapi penguasa gunung larangan malah menyembunyikan mayat mereka semua di alam gaib dan mnembuat roh mereka tidak bisa kembali ke alamnya.
Kalau waktu itu Gilang tidak menghancurkan pintu gaib itu maka sampai saat ini mayat mereka masih
__ADS_1
berada di sana dan tidak akan ada manusia yang menemukan mayatnya.
"Hari sudah sangat malam, dan sekarang lebih baik kalian istirabat dan tidur dulu, besok pagi aku akan
mengantar kalian untuk keluar dari gunung larangan ini dan akan memastikan kalian semua bisa keluar
dengan selamat," wajah Yanti terlihat sendu.
Mereka berlima saling pandang dan mereka langsung memeluk Yanti dengan erat, disitu air mata mereka kembali menetes dan sadar kalau perpisahan mereka sebentar lagi akan terjadi.
Mereka melepaskan pelukannya dan menatap Yanti, mereka akhirnya sama-sama tersenyum dan saling
menguatkan karena bagaimanapun Gilang dan teman-temannya harus kembali dan turun dari gunung larangan ini.
Mereka tidak boleh terlalu lama lagi disana karena mereka sudah terlalu lama tersesat bahkan sudah banyak sekali kejadian yang membuat mereka
trauma ataupun ketakutan.
Tapi mereka berhasil melewati semua bersama-sama dan sekarang hanya tinggal selangkah lagi mereka akan bisa keluar dari gunung larangan, karena sekarang sudah malam jadi mereka memutuskan untuk istirahat dulu agar besok mereka bisa turun dari gunung larangan dan tidak terlalu lelah karena sudah tidur.
"Kalau begitu kita tidur dulu ya, besok pagi kamu bangunkan kita ya Yan biar besok pagi kita bisa langsung turun," Sasa menatap sendu kearah Yanti.
"Iya, aku pasti akan membangunkan kalian besok pagi, sekarang yang terpenting kalian harus tidur agar besok tenaga kalian bisa kembali terkumpul," balas Yanti dengan senyum yang terlihat dipaksakan.
Tidak ada pilihan lain selain merelakan dan Yanti juga sangat paham kalau di setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, dulu dia sudah terpisah
dengan sahabatnya karena ulah penguasa gunung larangan, jadinya dia harus terbiasa untuk sebuah perpisahan.
"Andai penguasa gunung larangan bisa di kalahkan maka aku akan melakukan apapun untuk mengalahkan dia, dan aku akan melakukan apapun
agar bisa bertemu dengan kalian lagi, aku juga ingin gunung ini kembali aman seperti dulu lagi tidak seperti sekarang yang dikuasai oleh makhluk yang sangat jahat," Yanti terlihat marah.
Dia mengingat betapa dulu gunung larangan ini sangat di gemari oleh banyak orang dan wisatawan, bahkan Yanti selalu senang kalau ada pendaki, dia
akan selalu mengikuti kemanapun mereka pergi tapi Yanti tidak pernah mengganggunya, dia hanya senang karena merasa punya teman baru.
__ADS_1
Dia sangat senang kalau ada manusia, terasa gunung ini tidak sepi karena banyak manusia yang sering bercanda dan terlihat bahagia saat menikmati keindahan alamn dari gunung larangan ini.