
Gilang memang sudah berhasil menusuk jantung penguasa gunung larangan menggunakan bambu kuning seperti yang kakek buyutnya katakan, tapi semua tidak semudah itu, pertarungan belum selesai karena Yanti dan kakek buyut Gilang harus membinasakan semua penghuni jahat yang ada di gunung larangan dan harus memastikan kalau penguasa gunung larangan harus benar-benar mati.
Kakek Gilang yang melihat sang cucu dan teman-temannya sudah berhasil keluar langsung bernafas lega karena sekarang tinggal melawan semua pasukan dari penguasa gunung larangan.
"Akhirnya aku bisa membalaskan dendam raja Ramajaya, sekarang beliau pasti tersenyum puas saat melihat kamu mati di tangan cucuku," kakek Gilang tersenyum puas saat melihat penguasa gunung larangan sedang kesakitan.
"Sialan kamu kakek tua, biarpun cucumu itu telah berhasil membunuhku tapi aku punya banyak sekali pengikut setia yang akan membantu ku untuk bangkit lagi suatu saat nanti,"" dia tertawa sambil menahan sakit di dadanya.
"Dan aku tidak akan pernah membiarkan pengikut mu itu hidup dengan tenang, aku akan memberikan
hukuman yang setimpal untuk orang-orang jahat seperti itu," kata kakek sambil tersenyum kearah
penguasa gunung larangan.
Lalu kakek Gilang menekan lagi bambu kuning itu agar semakin menembus tubuh penguasa gunung
larangan, dia menancapkan berkali-kali dan penguasa gunung larangan itu hanya bisa mengerang kesakitan, dan dia akan segera musnah dari muka bumi.
"Selamat tinggal jin jahat, kamu tidak akan bisa menguasai gunung ini lagi, dan sebentar lagi gunung ini akan menjadi gunung yang sangat indah
seperti dulu saat raja Ramajaya masih memimpin gunung," sambil menancapkan bambu itu lagi.
"Aaaaaa, suatu saat aku pasti akan kembali dan pengikut ku akan kembali membangkitkan aku lagi dan aku akan kembali menguasai gunung ini," dia
terlihat marah sambil menahan sakit.
Hanya itu kata-kata terakhir yang bisa penguasa gunung larangan itu katakan, dan setelah itu dia pergi dan menghilang menjadi asap yang sangat
tebal dan hitam.
Lalu asap itu tiba-tiba menghilang dan menjauh, itu artinya dia sudah benar-benar lenyap dari muka bumi ini dan tidak akan mencari tumbal lagi setelah ini, Itu artinya gunung itu akan kembali menjadi gunung yang indah dan aman untuk manusia, tidak akan ada lagi manusia yang akan menjadi korban kejahatan dari penguasa gunung larangan itu.
Sedangkan Yanti masih terus menyerang semua jin jahat yang menjadi pengikut penguasa gunung
larangan, dia memang pandai untuk berkelahi.
Memang pasukan yang di bawa oleh penguasa gunung larangan sangat banyak sekali sehingga membuat Yanti kelelahan, tapi sampai saat ini dia sudah berhasil mengalahkan banyak sekali jin
jahat dan menjadikan mereka abu.
"Aku akan menghabisi kalian semua dengan cepat, rasakan kalian," Yanti mengeluarkan api dari tubuhnya.
Yanti memang kuntilanak merah yang bisa mengeluarkan api dari tubuhnya itu, dan dia juga bisa
meniupkan api di tubuh penguasa gunung larangan.
"Dasar kuntilanak tidak tahu diri, kamu malah mendukung manusia laknat itu, kamu sudah mengkhianati kita semua padahal kita sudah sangat
baik kepada kamu," jin jahat itu sangat kesal kepada Yanti.
"Aku tidak akan pernah menyesal untuk menjadi baik, tidak seperti kalian yang selalu mendukung jin jahat yang telah menguasai gunung larangan ini, padahal kalian tau sendiri kalau gunung ini seharusnya memang untuk manusia, kita disini hanya menumpang untuk tinggal," Yanti memarahi mereka semua.
Tapi mereka malah tidak mau mendengarkan ucapan Yanti sama sekali lalu mereka memutuskan untuk
menyerang Yanti lagi dan lagi Yanti berhasil mengalahkan mereka, dan kakek Gilang yang melihat Yanti kuwalahan langsung membantu Yanti untuk mengalahkan mereka semua.
__ADS_1
"Saya akan membantu kamu Yanti," si kakek langsung mnengeluarkan tasbih besarnya dan memutarnya kearah mereka.
Tidak butuh waktu lama mereka yang terkena sabetan dari tasbih itu langsung terkapar dan berubah menjadi asap yang sangat tebal.
Sekarang para jin jahat yang berada di gunung larangan sudah berhasil di kalahkan oleh Yanti dan juga kakek buyut Gilang.
Tapi setelah ini tugas mereka belum selesai karena gunung larangan ini sudah terlanjur menjadi tempat yang menyeramkan.
Apalagi pasti masih banyak jin jahat yang tersisa di gunung larangan ini dan bisa saja mereka terus mengganggu manusia dengan cara mereka.
"Kita sudah berhasil mengalahkan mereka kek, lebih baik sekarang kita menemui Gilang dan teman-temannya, dan kita juga harus berpamitan kepada mereka sebelum mereka pergi dari gunung larangan ini," Yanti mengajak kakek Gilang untuk menemui Gilang.
"Terimakasih banyak ya Yan, karena selama mereka tersesat di gunung larangan ini kamu sudah banyak
sekali membantu mereka semua, dan saya tidak menyangka kalau kamu bisa benar-benar berubah menjadi kuntilanak yang baik," kakek mengucapkan terimakasih kepada Yanti.
"Kakek tidak perlu mengucapkan terimakasih, karena saya bisa berubah menjadi baik seperti ini juga karena mereka, mereka yang telah berhasil
mengubah saya menjadi lebih baik, bahkan saya sudah menyesal dengan apapun yang pernah saya lakukan di masalalu," Yanti menitikkan air mata.
Dia memang sering kali menangis saat mengingat apa yang telah dia lakukan di masalalu bahkan dia yang menyebabkan hantu pendaki itu mati ketakutan.
Tapi sekarang Yanti sudah membayar semua kesalahan dirinya dan dia juga sudah berjanji kepada dirinya sendiri kalau dia akan selalu berbuat baik.
"Mari kek, kita temui mereka semua" ajak Yanti.
Lalu kakek dan Yanti terbang untuk keluar dari pintu gunung larangan, mereka terlihat sangat bahagia sekali saat melihat Gilang dan teman-temannya
terlihat bahagia karena akhirnya mereka bisa keluar juga dari gunung larangan.
mereka langsung sujud syukur karena berhasil keluar dengan selamat dari gunung larangan.
"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa keluar dengan selamat dari gunung larangan, kita sekarang sudah aman dan tidak akan ada lagi yang akan mengejar
kita dan ingin menangkap kita," Sasa menangis haru.
"Iya, sekarang kita tidak akan kehausan dan kelaparan dan kita akan bisa tidur dengan nyenyak," Heni pun sama.
"Yang paling penting adalah sekarang kita bisa bertemu dengan keluarga yang sangat kita rindu, pasti mereka senang sekali karena kita bisa
keluar dari gunung larangan ini," Gilang memeluk mereka.
Lalu mereka berlima saling berpelukan satu sama lain, mereka sama-sama menangis tapi kali ini bukan
tangis ketakutan, sekarang mereka akhirnya bisa menangis karena bahagia.
Setelah itu Yanti dan kakek buyut Gilang datang untuk menemui mereka semua, mungkin mereka ingin berpamitan dan mengucap selamat
tinggal untuk mereka.
"Yanti" mereka langsung memeluk Yanti dengan sangat erat, begitupun dengan Yanti, dia juga membalas pelukan mereka.
Seperti mengharu biru dan membuat siapapun akan menangis melihatnya, mereka sudah berjuang
dengan sekuat tenaganya, mereka juga selalu melindungi satu sama lain sampai akhirnya mereka semua bisa keluar dengan selamat dan tanpa kekurangan satu apapun.
__ADS_1
"Sekarang tugasku untuk mengantarkan kalian keluar dari gunung larangan ini dengan selamat sudah
selesai, kalian sudah berhasil keluar dan kalian sekarang sudah aman, tidak akan ada yang bisa menyakiti kalian lagi," Yanti sambil mengusap air matanya.
"Yanti, lebih baik kamu ikut kita pergi dari sini dan kita akan selalu berteman sampai kapanpun," Sasa memegang erat tangan Yanti.
"Kita akan selalu berteman, tapi untuk saat ini aku tidak bisa ikut kalian keluar, karena aku dan kakek harus segera menyelesaikan tugas kami," Yanti menjelaskan.
Gilang memandang kakeknya dan dari tatapannya Gilang juga menginginkan sebuah jawaban dari sang
kakek, Gilang juga sangat berharap kalau kakek buyutnya akan ikut dia dan selalu ada disampaikannya sampai kapanpun.
"Apa lagi yang menghalangi kalian untuk keluar dari gunung larangan itu, sedangkan penguasa gunung larangan itu sudah mati kan," Gilang meminta jawaban.
"Iya cucuku, kamu telah berhasil membunuh penguasa gunung larangan yang sangat kejam itu, tapi kamu tahu sendiri bagaimana kondisi gunung
larangan ini kan, kita harus membuat suasana menjadi kondusif, masih banyak jin jahat yang berkeliaran di sana," kakek menjelaskan.
"Jadi kalian tidak akan ikut kami pergi dari gunung ini," tanya Gilang lagi.
Kakek dan Yanti saling pandang, lalu mereka tersenyum bersamaan, ada tugas yang belum selesai dan harus segera di selesaikan.
"Belum bisa, kita akan menyelesaikan masalah di gunung larangan ini, sedangkan kalian harus
segera menyelesaikan tugas kalian tentang manusia itu," kata Yanti.
Mereka mengingat kembali janji mereka kepada hantu pendaki waktu itu, mereka harus segera menangkap manusia yang telah bersekutu dengan
iblis dan penguasa gunung larangan, mereka harus segera mendapatkan akibat dari perbuatannya.
Apalagi sekarang mereka sudah tahu rumah dan nama manusia itu, jadi mereka akan lebih mudah untuk menangkap dia beserta keluarganya yang turut andil dalam masalah ini.
"Kalian harus segera menangkap manusia yang bekerjasama dengan penguasa gunung larangan itu
secepatnya, agar dia tidak bisa membangkitkan penguasa gunung larangan lagi, kalau tidak mereka pasti akan mencari cara agar penguasa gunung larangan bisa hidup dan bangkit lagi," kakek
memperingatkan.
"Baik kek, kita sudah tahu rumahnya dan kita akan segera menangkap manusia itu, tapi sebelumnya kita akan kembali ke rumah nek Ngah untuk memberitahu semua ini "Gilang menjelaskan.
"Bagus kalau begitu, segera lakukan tugas kalian," kakek dan Yanti langsung pergi meninggalkan mereka.
Mereka sangat lega karena setelah semua selesai maka mereka masih bisa bertemu dengan Yanti sebelunm mereka kembali ke kota dan melanjutkan
hidupnya lagi.
Saat berjalan dan akan menuruni jalan yang waktu itu mereka lewati, Gilang dan teman-temannya terlihat
sangat kaget karena tempat itu sudah banyak sekali perubahan, sedangkan saat berangkat tempat ini terlihat masih bersih, tapi sekarang tempat itu sudah
penuh dengan tumbuhan dan sangat banyak.
"Perasaan kita tersesat tidak sampai dua Minggu deh, tapi kok sudah banyak perubahan ya ditempat ini, dan kalian lihat itu, banyak sekali tempat belukar
yang menutup tempat duduk itu," sambil menunjuk tempat duduk yang pernah mereka singgahi saat pertama kali masuk ke gunung larangan.
__ADS_1