
Tapi tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, dan kalau sampai Gilang tidak menyelamatkan hantu
pendaki itu pasti Gilang akan menyesal seumur hidup dan akan terus merasa bersalah sampai kapanpun.
"Lang, emang kemana teman-teman kita? Apakah mereka ada disekitar sini atau mereka masih jauh dari sini?" Anton bertanya kepada Gilang.
Anton hanya memastikan kalau Gilang mengetahui keberadaan teman-temannya, karena kalau tidak
mereka hanya akan berputar-putar ditempat ini saja.
"Kamu tenang saja, aku tau kok mereka sekarang ada dimana dan aku masih hafal sama jalannya, kamu ikuti aku saja pasti nanti kita juga akan sampai kok" Gilang menenangkan Anton agar dia tidak khawatir.
Saat perjalanan mereka tidak ada gangguan sama sekali, paling hanya suara-suara saja, seperti suara orang menangis dan suara yang memanggil
nama mereka, karena sudah terbiasa sekarang mereka sudah tidak takut jadi mereka acuh dan tidak mempedulikan suara itu, tapi semakin mereka
menghiraukan suara itu semakin mendekat di telinga mereka.
"Apaan sih, gak usah panggil-panggil seperti itu berisik banget sih kalian ini" Anton memarahi hantu yang menggangu dia.
"Lah, Lo udah gak takut lagi sama suara seperti itu, biasanya kalau kita mendaki Lo langsung panas dingin kalau denger begituan" Gilang malah meledek
Anton yang sok berani itu.
"Bodo amat lah, gue udah gak peduli lagi sama yang begituan, gara-gara empat hari di kandang setan,
gue jadi gak takut lagi sama setan, udan banyak banget setan yang gue temuin ditempat ini, bahkan tadi gue juga berantem sama tu setan kan" Anton
sepertinya sudah terbiasa dengan para setan yang terus mengganggu dia.
Anton saja yang baru hari ini berhadapan dengan para jin sudah mulai melunak rasa takutnya, apalagi
teman-teman dia yang lain malah sudah berteman sama hantu, tapi si Anton belum mengetahui hal itu jadi dia belum kaget.
Anton terlihat sudah tidak sabar bertemu dengan teman-temannya yang lain, sudah tiga hari mereka tidak bertemu dan Anton pasti sudah merindukan mereka, bahkan dia sampai tidak percaya bisa keluar dari alam gaib dan bisa berkumpul lagi bersama
mereka seperti sebelumnya.
Dan dia sangat bersyukur karena waktu itu dia tidak jadi bunuh diri karena sudah saking kalutnya dan sudah tidak sanggup lagi menghadapi segala
__ADS_1
cobaan yang menimpa dia waktu itu, apalagi dia sedang sendirian tidak ada teman untuk berkeluh kesah.
"Gue tuh bahkan sampai gak percaya kalau sekarang ini gue udah bisa kembali bersama kalian semua, hari-hari gue di tempat itu sangat menyediakan
sampai-sampai gue ada pikiran untuk bunuh diri waktu itu" Anton menceritakan sedikit kisahnya kepada Gilang disepanjang perjalanan.
Hari sudah malam, langit sudah gelap jadi saat ini penglihatan mereka tidak terlalu jelas, apalagi mereka tidak membawa apapun untuk menerangi
jalan mereka, jadi dalam hati mereka terus saja berdoa semoga tidak ada lagi gangguan yang akan datang.
Perjalanan di malam hari memang tidak mudah bagi para pendaki, apalagi saat ini kondisi mereka sudah sangat lelah, seharian mereka berjuang sampai
pada akhirnya mereka berhasil keluar dari alam gaib.
"Semoga setelah ini kita bisa segera keluar ya dari gunung larangan ini, gue udah kangen banget sama orang tua di rumah dan gue juga udah kangen banget
sama kasur gue yang empuk itu" sambil membayangkan enaknya tidur didalam kamarnya.
Setelah mereka bejalan jauh, akhirnya mereka hampir sampai ketempat tujuan, Anton benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu merekabsemua.
"Mana nih, lama banget sih, kaki gue udah benar-benar capek banget nih, pengen istirahat aja pokoknya" Anton mulai kelelahan.
ingin beristirahat dengan nyaman.
Anton mulai menyadari sesuatu, kenapa Gilang tidak seperti biasanya, dari tadi dia hanya diam saja sedangkan diajak bicara hanya mengangguk, Anton
dari tadi mencoba untuk menghiraukan perasaanya kepada Gilang, tapi dia malah semakin curiga apa yang sebenarnya terjadi kepada Gilang.
"Lang, kenapa Lo diam saja sih dari tadi, gue ajak ngomong juga tetap aja diam, Lo gak apa-apa kan Lang jangan buat gue khawatir kaya gini dong" Anton
mencoba bertanya kepada Gilang.
Gilang menatap Anton dan dia langsung tersenyum, senyum yang sangat manis.
"Gue gak apa-apa kok, Lo tenang aja pokoknya gak akan ada apa-apa setelah ini, ayo kita lanjut jalan lagi biar cepat sampai ke tujuan karena mereka sudah
lama menunggu kedatangan kita, bahkan mereka sudah banyak mengeluarkan air mata untuk kita" Gilang sambil tersenyum dan berkata seperti
itu.
__ADS_1
"Masak sih, ya udahlah ayo kita jalan terus biar cepat sampai, tadi gue kira Lo mikirin apa sampai gue ajak
ngomong Lo cuma diam aja kaya gak punya tenaga lagi gitu" ucap Anton sambil tersenyum.
Sebenarnya Anton ingin mengajak Gilang becanda, tapi mau bagaimana lagi Gilang saja diajak bicara hanya diam tidak merespon sama sekali ucapan dari Anton. uh
"mereka udah kelihatan, ayo lebih cepat jalannya jangan kaya siput gitu" Anton langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Gilang.
Anton sangat senang karena dia sudah bisa melihat teman-temannya dan mereka semua dalam keadaan baik-baik saja dan semuanya sehat.
"Kalian, ya Allah aku benar-benar gak nyangka bisa ketemu sama kalian lagi, aku kira aku gak akan pernah bisa kembali kesini lagi" Anton langsung
memeluk semua temannya dan mereka saling menangis dalam pelukan.
"Ton, Lo kemana aja sih. Kita tuh capek nyariin Lo tapi gak ketemu, gue kira kita gak bakal bisa kumpul lagi" Sasa memeluk Anton dengan erat.
Pertemuan mereka sangatmengharukan, selama empat hari mereka terpisah dan akhirnya sekarang
mereka sudah kembali dipertemukan, memang usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Gilang tersenyum bahagia karena melihat semua sahabatnya sudah kembali berkumpul seperti sebelumnya, sekarang tugas dia adalah membuat
mereka semua keluar darl gunung larangan ini dengan selamat tanpa ada yang terluka sedikitpun.
"Aku akan membuat kalian keluar dari gunung larangan ini, tanpa kekurangan apapun, kalian naik ke
gunung ini dengan keadaan sehat dan bahagia maka kalian juga harus turun dari gunung larangan ini dengan sehat dan bahagia pula" Gilang tersenyum
kearah mereka semua.
"Terimakasih ya Lang, kamu sudah membantu kita dan kamu juga yang telah menyelamatkan kita semua dari hantu pendaki itu, kamu memang
sahabat terbaik kita Lang" Heni menatap lekat kearah Gilang.
"Sini dong Lang, ikut kita berpelukan karena sudah empat hari kita terpisah, padahal selama tiga tahun
ini kita selalu bersama bahkan saat liburan kita juga selalu bersama" Sasa menyuruh Gilang mendekat kearah mereka.
Gilang pun akhirnya menuruti ucapan Sasa dan akhirnya mereka berlima berpelukan, menghilangkan rasa sedih, rindu, dan semua rasa yang selama empat hari ini mereka pendam.
__ADS_1