Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 69


__ADS_3

"Ya habisnya teman kamu yang satu ini ngeselin banget, mana mulutnya cerewet banget lagi, di kasih tau juga gak pernah peduli, terus aku harus apa coba


Orang dikasih tau baik-baik juga gak peduli sama sekali" Yanti terus saja marah-marah sepertinya dia memang sangat kesal saat ini.


"Memang apa sih yang terjadi kenapa bisa Sasa seperti itu, padahal tadi dia itu masih baik-baik saja dan normal-normal saja kok bisa tiba-tiba


jadi seperti ini" aku kembali bertanya kepada Yanti.


"Tau deh, kesel aku" Yanti ternyata masih marah dan kesal buktinya dia menjawab omonganku dengan ketus tidak seperti biasanya.


"Oke kalau begitu aku akan diam tapi nanti kamu harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Sasa saat ini, dan bagaimana caranya agar Sasa bisa kembali seperti semula lagi" aku harus


sabar dulu karena saat ini Yanti juga sedang kesal kepada Sasa jadi lebih baik aku diam saja dulu.


Sasa terlihat seperti orang linglung, dia tidak seperti biasanya, wajahnya terlihat pucat pasi dan wajahnya tanpa ekspresi sama sekali, sangat datar tanpa


ada semangat sedikitpun, dia masih sajabterus meronta-ronta dari dekapan Yanti, dia masih berusaha untuk melepaskan diri tapi Yanti memegangi dia dengan sangat kuat sehingga Sasa tidak mudah untuk melepaskan diri.


"Kamu jaga Sasa sekarang jangan sampai dia lepas, ingat benar-benar Ucapan aku ini ya, tapi kalau kamu mau teman kamu ini tidak selamat ya terserah kamu" Yanti memberikan aku peringatan agar aku menjaga Sasa.


"Maksud kamu apa Yanti, memangnya kamu mau kemana sekarang" aku bertanya kepada Yanti karena aku masih bingung.


"Aku mau cari tempat yang aman untuk kalian beristirahat, kita tidak mungkin bisa melanjutkan perjalanan dalam keadaan yang seperti ini, karena


kalau kita masih nekat untuk lanjut maka teman kamu tidak akan selamat karena dia sedang dalam keadaan yang berbahaya" Yanti masih menjelaskan.


"Terus apa yang akan aku lakukan saat ini Yanti, apa coba aku masih bingung ini" aku masih kebingungan


dan menyugar kasar rambutku.

__ADS_1


"Udah sekarang kamu jangan banyak bicara lagi, dan jangan banyak tanya nanti aku pasti akan menjelaskan semuanya sejelas-jelasnya sama kamu,


tapi sekarang yang paling penting aku akan pergi sebentar untuk mnencari tempat yang aman untuk kalian, dengar baik-baik apa yang aku bicarakan ini ya, jaga Sasa dengan baik dan ingat betul-betul aku tekankan sama kamu apapun yang Sasa katakan jangan kamu turuti, apa kamu paham, ini sangat


penting apa aku harus mengulangi lagi" Yanti kembali memperingatkan aku bahkan dia terus mengulangi ucapannya berkali-kali.


Kalau Yanti sudah seperti itu berarti sekarang Sasa memang dalam keadaan yang bahaya, dan alku harus menjaganya aku akan menuruti semua ucapan Yanti apapun itu akan aku lakukan demi


kesembuhan Sasa, karena Sasa memang sangat penting dalam kehidupan ku saat ini.


"Apapun akan aku lakukan Yanti asalkan Sasa bisa kembali seperti semula, apa yang harus aku lakukan sekarang, katakan saja Yan aku akan melakukannya" ucapku memohon kepada Yanti.


"Saat ini tugas kamu hanya satu yaitu menjaga Sasa, ingat kalau Sasa meminta lepas atau dia meminta


kembali ke tempat tadi jangan pernah kamu turuti, dan kalau kamu membandel dan menuruti kata-kata Sasa maka kamu akan melihat Sasa terjun bebas dari jurang itu, paham kamu kan" Yanti memberikan aku tugas untuk menjaga Sasa dengan benar.


"Apapun akan aku lakukan yan, aku akan menjaga dia dengan benar dan aku tidak akan pernah membiarkan Sasa kembali ke tempat tadi, apapun


"Bagus, tunggu sini aku akan segera kembali" tanpa banyak bicara lagi Yanti langsung terbang dan menjauh dia mencari tempat persembunyian yang


aman untuk aku dan Yanti.


Yanti memang sangat baik, hanya dia yang bisa menolong Sasa bahkan saat ini aku juga masih belum tau apa penyebab Sasa menjadi linglung seperti ini, dan ini bukan seperti Sasa yang aku kenal saat ini, aku tidak tau lagi bagaimana nasib kami


jika tidak ada Yanti.


Aku melihat Sasa dia hanya diam dan menatap ke depan tanpa berkata sepatah kata pun, dia diam membisu benar-benar bukan Sasa yang aku kenal,


karena Sasa yang aku kenal sangat cerewet tidak seperti ini, aku sangat kasihan saat melihat Sasa seperti ini, dia seperti tidak ada daya sama sekali.

__ADS_1


"Sa apa yang sebenarnya terjadi sama kamu, kenapa kamu jadi seperti ini Sa, bicara sama aku Sa" aku


mengguncang tubuh Sasa berharap dia segera sadar dan bisa kembali seperti semula lagi.


Tiba-tiba Sasa tersenyum kearah ku membuat aku semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi kepada Sasa, apa mungkin Sasa sekarang ini sedang


kesurupan mangkanya dia sampai tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.


"Ndi, Yanti itu jahat dia mau menjerumuskan kita berdua kamu Jangan percaya apapun yang Yanti


katakan, dia hanya berpura-pura baikbkepada kita berdua kamu harus percaya sama aku" Sasa menatapku dengan lekat, jujur aku sangat bingung dengan perkataan Sasa kenapa dia bisa menuduh


Yanti seperti itu, padahal dia tau kalau Yanti itu baik banget sama aku dan dia.


"Kamu ngomong apa sih Sa, kenapa kamu bicara seperti itu, Yanti itu baik sama kita bahkan dia itu baik banget, kamu tau sendiri kan kalau Yanti selalu menolong kita disaat kita susah seperti ini" aku menjawab ucapan Sasa.


Aku tidak menyangka Sasa bisa berkata seperti itu padahal Sasa tau kalau Yanti memang sangat baik, padahal tadi sebelum kita kesini dia sudah baikan


sama Yantii bahkan dia juga selalu membela Yanti saat aku berbuat salah kepada Yanti.


"Itu cuma tipu muslihat si Yanti, dia itu sebenarnya jahat, kamu saja yang tidak pernah tau apa yang sedang di rencanakan oleh si Yanti, dia itu busuk


dan jahat, kamu tau sendiri kan tidak ada kuntilanak merah yang baik, tapi kamu main percaya saja sama si Yanti penipu itu" tatapan Sasa sangat mengerilkan tidak seperti biasanya.


Entah kenapa aku merasa bahwabyang berbicara saat ini bukanlah Sasa tapi orang lain yang sedang mengendalikan tubuh Sasa, aku semakin bingung kenapa semua ini terjadi kepada Sasa.


"Tidak Sa, kamu salah besar, kamu tau sendiri Yanti itu baik dan tadi siang juga kamu memarahiku saat aku tidak mempercayai Yanti bahkan kamu


mengajak aku untuk bertengkar demi membela Yanti kan" aku mengingatkan lagi kepada Sasa kalau tadi siang dia memang sudah sangat percaya kepada

__ADS_1


Yanti kenapa sekarang tiba-tiba saja dia berubah.


__ADS_2