Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 44


__ADS_3

Setelah aku bisa keluar dari gunung larangan ini aku berjanji akan mencari cara agar arwah dari hantu pendaki itu bisa tenang dan terbebas dari jeratan


penguasa gunung larangan ini, akubberharap mereka bisa kembali kebalamnya dengan tenang tanpa membawa dendam.


Aku tau mereka sebenarnya juga korban dari gunung larangan ini entah bagaimana ceritanya mereka bisa


terjebak di dalam gunung larangan ini dan menjadikan mereka budak dari penguasa gunung larangan ini.


Bagaimanapun caranya mereka berempat juga harus bisa terbebas dari gunung larangan ini mereka harus


melanjutkan perjalanan mereka menuju ke alam mereka yang sebenarnya karena tidak seharusnya mereka berada di sini,bkasian sekali mereka kalau harus selamanya berada di tempat ini.


Aku kembali menguping pembicaraan mereka berdua, sebenarnya aku ingin tau lebih lanjut


tentang kisah mereka berempat sampai mereka bisa tersesat di sini.


"Aku harus apa sekarang, mereka masih ada di situ dan belum pergi juga" aku bermnonolog.


Aku harus secepatnya bisa menemukan keberadaan Heni saat ini. tapi mereka berdua masih juga belum pergi dari sini, mereka masih diam disitundan terus mencari keberadaan ku.


"Apa kita kembali sekarang juga, nanti kita cari lagi pasti dia akan kembali lagi kesini untuk menemukan


temannya" ucap hantu pendaki itu.


"Ya sudah ayo kita pergi dari sini, nanti kita akan kesini lagi" jawab temannya.


Aku masih mengintip di balik pohon yang besar ini untuk memastikan mereka benar-benar pergi dari sini


setelah itu aku akan mengikuti mereka berdua dari belakang.


Saat aku mengintip tadi aku melihat mereka berdua mulai berjalan menjauh dari tempat ini, aku terus mengawasi mereka dari balik pohon yang cukup


besar ini, dan setelah memastikan kalau mereka sudah agak jauh dan memastikan kalau mereka tidak lagi melihat ke arah sini aku segera keluar


dari balik pohon yang cukup besar ini.


Aku sangat bersyukur karena aku bisa bersembunyi di tempat ini sehingga bisa terbebas dari mereka berdua dan mereka berdua tidak bisa menangkap ku


dengan mudah, tapi kali ini aku harus lebih berhati-hati lagi karena aku akan pergi ke tempat persembunyian mereka dan itu pasti akan lebih berbabhaya lagi dari ini.

__ADS_1


"Akhirnya mereka pergi juga sekarang tugasku adalah mengilkuti kemanapun mereka pergi dan aku juga harus berhati-hati agar tidak ketahuan


oleh mereka" aku bermonolog sendiri.


"Aku tidak boleh menyerah begitu saja aku harus berusaha untuk menyelamatkan Heni dari mereka hantu pendaki yang berniat jahat pada kita,


jangan sampai Heni dijadikan tumbal oleh penguasa di gunung larangan ini, kita semua harus selamat dan aku tidak akan pernah membiarkan sesuatu


terjadi pada Heni" aku menyemangati diriku sendiri.


"Aku pastikan kalau kita semua akan bisa selamat dan bisa berkumpul lagi seperti sedia kala dan aku akan membawa teman-teman ku untuk keluar


dari gunung larangan ini" ucapku lagi agar aku bisa lebih bersemangat lagi untuk mencari teman-teman ku dan menyelamatkan Heni.


Saat aku melihat mereka sudah pergi menjauh aku langsung mengikuti mereka dari belakang aku akan berusaha untuk tidak tertinggal dari mereka, aku


harus bisa mengikuti mereka dan aku yakin mereka yang akan membawa aku untuk bertemu dengan Heni.


Aku terus mengikuti mereka, sebenarnya ada rasa was-was dan juga takut dihatiku tapi aku harus bisa


melawan rasa takut itu demi menyelamatkan Usna dan membawanya pergi menjauh dari hantu pendaki itu. Aku juga terus berdoa dalam hati aku berharap mereka tidak akan menyadari keberadaan ku karena kalau mereka tau keberadaan ku bisa gawat


Aku berjalan dengan sangat pelan agar mereka tidak mendengarkan suara langkah kaki ku, aku sesekali


bersembunyi di balik pohon dan terus mengawasi mereka berdua, takut kalau tiba-tiba mereka menyadari keberadaan ku saat ini dan jangan sampai mereka tau kalau saat ini aku sedang mengikuti


mereka berdua.


"Tunggu-tunggu sepertinya ada seseorang di belakang kita" ucap hantu pendaki itu.


Tiba-tiba mereka melihat ke belakang dan menyusuri tempat yang ada di sekitar mereka dan yang aku


takutkan benar terjadi mereka sadar kalau aku sedang mengikuti mereka, mereka sadar kalau aku ada di sekitar.


"Waduh, bisa bahaya kalau mereka tau keberadaan ku saat ini aku harus agak menjauh dari mereka dan aku harus bersembunyi agar mereka tidak tau keberadaan ku dan agar mereka tidak menemukanku saat ini" ucapku


"Siapa disana" teriak hantu pendaki itu.


Aku langsung berlari ke belakang dan aku tiarap dan segera bersembunyi di balik semak-semak agar tidak

__ADS_1


ketahuan oleh mereka.


Aku tidak bisa mengetahui keberadaan hantu pendaki itu saat ini karena aku belum berani untuk


mengintip keadaan di depan sana karena takutnya nanti saat aku mengintip tiba-tiba mereka ada di


depanku dan aku akan ketahuan bisa-bisa aku juga langsung di tangkap oleh mereka.


Saat kondisi sudah agak sepi aku memberanikan diri untuk mengintip agar tau dimana keberadaan mereka saat ini dan juga jangan sampai aku


tertinggal dengan mereka bisa bahaya kalau sampai aku tertinggal.


"Sepertinya mereka benar masih ada di sini mungkin mereka masih curiga kalau aku masih mengikuti


mereka berdua sampai disini" aku bermonolog.


"Saat ini aku masih aman dan untung saja aku langsung menyadari kalau mereka mulai curiga kalau aku mengikuti mereka jadi aku bisa langsung


ambil langkah seribu dan cepat berlari dari tempat ini" aku mengelus dada merasa lega karena masih bisa selamat dari mereka.


Sepertinya mereka mulai pergi dari sini, mungkin merelka sudah yakin kalau tidak ada yang mengikuti mereka dan tidak ada apapun dibelakang mereka.


"Sepertinya aku sudah salah dengar ternyata tidak ada siapapun disini, ayo cepat kita pergi dari sini agar bisa cepatbsampai" ucap hantu pendaki itu.


"Kita harus tetap waspada dan Jangan sampai para manusia itu tau tempat dimana kita menyembunyikan temannya". Jawab temannya lagi.


"Oke, ayo kita jalan sekarang juga ayo kita pergi" ucapnya lagi.


Aku mulai bisa tenang karena mereka benar-benar berjalan dan menjauhi tempat ini itu artinya mereka


sudah tidak curiga lagi kalau aku mengikuti mereka berdua sampai disini.


Setelah memastikan kalau semuanya sudah aman aku kembali keluar dari tempat persembunyian ku


saat ini, tubuhku terasa sangat gatal karena aku bersembunyi di semak belukar yang cukup tinggi.


"Haduh gatal banget lagi badan gue, ini semua gara-gara gue sembunyi di semak-semak itu, tapi untungnya gue gak ketahuan walaupun gue harus


merasakan gatal di tubuh gue tapi gak papa deh yang penting gue bisa meloloskan diri dari hantu pendaki itu" ucapku sambil garuk-garuk badan.

__ADS_1


__ADS_2