
"Jujur aku tuh seneng banget karena sekarang kita sudah berkumpul lagi seperti semula, sekarang kita bisa hadapi semua bersama-sama dan aku
yakin kalau kita sudah bersama masalah sebesar apapun pasti kita akan bisa hadapi" ucap Andi dan segera menghapus air matanya.
Yanti yang melihat mereka juga ikut senang, karena akhirnya perjuangannya selama ini membantu mereka tidak sia-sia, Yanti juga berjasa atas semua ini karena memang dia sangat membantu.
"'Setelah ini kita akan mencari jalan keluar agar kita bisa segera pulang ke rumah masing-masing, pasti orangtua kita sudah lama menunggu kedatangan kita" Heni tersenyum bahagia.
"Tidak, misi kita belum selesai ada satu lagi yang harus kita selesaikan, setelah itu kita bisa keluar dari gunung larangan ini" Gilang tidak setuju dengan
Ucapan Heni, karena menurut dia ada lagi yang harus diselesaikan secepatnya.
Mereka semua bingung sambil menatap Gilang, mereka tidak faham dengan apa yang dikatakan oleh Gilang, misi apalagi yang harus mereka selesaikan sedangkan mereka berlima sekarang sudah berkumpul lagi.
"Apa maksud kamu Lang, apalagi yang harus kita selesaikan setelah ini, katakan Lang" Andi bertanya kepada Gilang.
"Kalian tau kan tentang hantu pendaki itu, hantu yang selama ini terus neneror dan mengejar kita, asal kalian tau mereka semua itu adalah korban, sama seperti yang saat ini kita alami, mereka juga berhak bebas dan kembali ke alamnya dan tidak terombang-ambing di tempat seperti ini" Gilang berusaha untuk meyakinkan teman-temannya agar mau menolong hantu pendaki.
Mereka semua diam sejenak bahkan mereka saling lihat satu sama lain, mungkin mereka bingung harus
menjawab apa, sedangkan Gilang sudah membuat keputusan.
"Tidak Lang, untuk apa kita menolong hantu pendaki itu, mereka sangat jahat dan kamu tau sendiri
mereka itu selalu ingin mencelakai kita semua, lalu untuk apa kita menolong mereka, biarkan saja mereka ditempat ini karena memang ini rumah mereka Lang" Sasa langsung mengucapkan isi
hatinya.
Andi langsung menyenggol Sasa, memberi kode agar Sqsa mendengarkan dulu penjelasan dari Gilang, karena mereka sangat yakin Gilang pasti punya alasan yang sangat masuk akal sehingga harus menolong hantu pendaki.
"Mereka jahat itu ada alasannya Sa, mereka sebenarnya baik tapi mereka dituntut untuk berbuat jahat dan itu juga demi keselamatan mereka, mereka
sangat ingin kembali ke alam mereka mangkanya mereka menuruti semua perintah dari raja jin" Gilang menjelaskan semuanya kepada mereka.
__ADS_1
"Lang, kamu benar-benar anak yang baik dan aku pasti akan sangat berterimakasih kalau kamu mau
membantu mereka, kasian mereka semua harus terombang-ambing di tempat yang tidak semestinya mereka tempati" Yanti sangat berterimakasih
kepada Gilang.
Sasa langsung diam karena dia sudah tidak mau berurusan dengan Yanti, sedangkan Andi dan yang lain masih menunggu penjelasan dari Gilang.
"Terus gimana caranya kita menyelamatkan mereka, kita harus berbuat apa untuk membantu mereka"
Andi bertanya kepada Gilang.
"Kita harus mencari jasad mereka semua lalu kita harus menguburkan jenazah mereka dengan layak agar mereka bisa kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju alam mereka yang semestinya, agar mereka tidak lagi gentayangan di gunung larangan ini, dan agar mereka tidak lagi mengganggu
manusia yang akan mendaki gunung larangan ini" Gilang kembali mnenjelaskan agar mereka semua paham.
"Lo udah gila apa gimana sih Lang, dimana coba kita harus mencari keberadaan mereka, sedangkan kita
tidak pernah tau mereka itu mati disebelah mana" Sasa merasa keberatan dengan ucapan Gilang.
sahabatku ini orang baik dan kalian tidak akan tega kalau ada manusia lain yang mengalami hal seperti yang kita rasakan" Heru Gilang saja membujuk
mereka.
Mereka semua akhirnya setuju dengan apa yang Gilang katakan, dan mereka sudah memutuskan besok pagi mereka akan berangkat untuk mencari keberadaan mayat dari keempat hantu pendaki itu, dan Yanti yang akan memberitahu mereka kemana mereka akan mencarinya.
Dan Gilang yang awalnya kaget dengan keberadaan Yanti dia sudah mendapatkan penjelasan dari Andi, walaupun tidak masuk akal tapi dia bisa menerima Yanti menjadi teman dia juga, karena Andi juga bercerita kalau Yanti lah yang memberitahu mereka kalau Anton ada di alam gaib.
Malam semakin larut, sedangkan mereka sama sekali belum memejamkan mata hari ini, jadi karena hati mereka sudah sangat lega dan mereka sudah
berkumpul kembali akhirnya mereka berlima sudah bisa tidur dengan nyenyak malam itu, sambil menunggu pagi dan mereka akan berangkat
mencari mayat hantu pendaki.
__ADS_1
"Kalian tidur saja dulu, aku akan menjaga kalian semua agar tidak ada yang mengganggu tidur kalian, besok pagi akan saya bangunkan dan kalian
harus bersiap-siap" ucap Yanti.
Tidak terasa hari sudah pagi, dan itu artinya Gilang dan teman-temannya sudah lima hari berada di atas gunung larangan ini, dan sampai saat ini mereka
belum juga sampai ketempat tujuan karena tujuan awal mereka adalah air terjun merah, entah kenapa sampai sekarang mereka belum juga melihat air
terjun itu, padahal rasa penasaran mereka terhadap air terjun itu yang membuat mereka sampai nekat mendaki di gunung larangan.
Yanti yang dari tadi malam terus menjaga Gilang dan teman-temannya berniat untuk membangunkan mereka karena hari sudah pagi, sudah saatnya
mereka berangkat mencari mayat para hantu pendaki.
"Hei, bangun kalian semua ini sudah pagi jangan molor terus ayo bangun" Yanti mencoba menggoyangkan tubuh Gilang dan Andi.
Tapi setelah di goyangkan mereka semua belum juga ada yang bangun sama sekali, Yanti mulai kesal karena mereka susah sekali di bangunkan.
"Duh ternyata mereka semua memiliki sifat yang sama, yaitu tukang molor dan susah sekali untuk
dibangunkan, kok bisa sih mereka berlima bersahabat dan memiliki sifat yang sama, kan seharusnya di antara mereka ada yang gampang dibangunkan biar ada yang bangunin mereka semua, kalau begini kan susah, untung saja ada
aku" Yanti sangat kesal dan melipat tangannya ke depan.
"Jadi kangen becanda sama Sasa deh kalau kaya gini, tapi dia kan masih marah sama aku" Yanti bergumam sendiri.
Yanti diam sesaat dan menatap lekat mereka semua, ada rasa sedih juga ada rasa senang di hati Yanti saat melihat mereka semua bergantian.
"Sebentar lagi mereka akan bisa keluar dari gunung larangan ini, aku senang karena itu artinya aku sudah
berhasil membantu mereka untuk keluar, dan aku juga senang kalau mayat hantu pendaki di temukan pasti mereka juga akan tenang dan pergi ke alamnya, tapi itu artinya mereka semua akan meninggalkan aku di gunung larangan ini sendirian seperti sebelumnya" Yanti meneteskan air mata karena sedih mengingat setelah ini dia akan sendirian lagi seperti sebelumnya.
Tapi Yanti tidak boleh egois karena mereka memang tempatnya bukan disini, mereka punya tempat masing-masing. Beda dengan dia yang merupakan jin jadi tempatnya tetap di bumi.
__ADS_1
Yanti yang melihat matahari sudah mulai terbit kembali membangunkan mereka semua agar bisa segera berangkat ke tempat tujuan.
"Hey, ayo bangun kalian ini susah banget sih di bangunin, kok gak sadar kalau ini di hutan, katanya pengen pulang cepat tapi kok gak bangun-bangun sih" Yanti malah ngomel karena belum ada tanda-tanda mereka akan bangun.