Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 83 POV Gilang


__ADS_3

Sasa memang benar, semua inibterjadi gara-gara aku andai saja aku tidak mengajak mereka ke tempat ini


pasti ini semua tidak akan pernah terjadi.


"Aku janji Sa, aku akan menyelamatkan Heni apapun resikonya, kamu bisa pegang omonganku ini Sa


bahkan nyawa pun akan aku berikan asal kalian bisa selamat dan keluar dari gunung larangan ini" aku menatap Sasa berharap dia mau memaafkan aku.


"'Semuanya sudah terlambat Lang kita tidak tau bagaimana nasib kita nantinya, bisa saja besok hantu pendaki itu akan menangkap kita semua sama


seperti Heni " ucap Sasa datar.


"Aku berjanji Sa, aku tidak aka membiarkan mereka menyakiti kalian, cukup Heni saja yang mereka tangkap, dan aku akan berusaha untuk membebaskan dia" aku meyakinkan Sasa.


"Udah saat ini tidak ada untungnya kita bertengkar seperti ini, lebih baik sekarang kita memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa membebaskan


Heni dari tangan hantu pendaki itu" Andi menengahi aku dan Sasa.


"Apa kita, seharusnya Gilang yang bertanggung jawab dengan semua ini, dia yang harus berpikir bagaimana caranya agar kita bisa membebaskan


Heni, ini semua tidak akan terjadi kalau dia tidak egois" teriak Sasa.


Sepertinya Sasa memang sangat kecewa dengan aku, tapi aku bisa apa saat ini aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi.


"Cukup Sa, kamu mikir gak sih kalau kita bisa berada di gunung larangan ini itu karena keputusan kita


bersama bahkan Gilang pun tidak memaksa kita sama sekali, kamu ingat kan malam itu waktu kita di rumah nek Ngah kita membuat keputusan ini


bersama tanpa ada paksaan sama sekali, jadi kalau ini terjadi kita tidak boleh saling mengalahkan, justru kita harus bersatu dan kita harus membebaskan


Heni dari tempat mereka" Andi mencoba untuk menenangkan Sasa.


"Tapi kasihan Heni Ndi, dia pasti sekarang sedang ketakutan dan dia sendirian Ndi" Sasa kembali menangis.


"Sa, percaya sama aku ya aku pasti akan menyelamatkan Heni, malam ini juga kita akan pergi ke tempat dimana hantu pendaki itu menyekap Heni dan aku akan pastikan malam ini juga kita akan kembali bersama" ucapku dengan lantang.


Aku sudah berjanji kalau malam ini juga aku akan mengeluarkan Heni dari tangan hantu pendaki itu.


"Tapi aku tidak yakin, kamu saja meninggalkan Heni sampai dia tertangkap" Sasa masih berucap sinis


padaku.


"Kita harus optimis Sa, kamu jangan seperti itu" kata Andi.


"Tapi aku juga sangat membutuhkan bantuan kalian berdua, kita harus bekerja sama untuk membebaskan Heni" ucapku lagi.


"Aku juga akan membantu kalian semua, kita harus bekerjasama untuk aku akan pastikan malam ini juga kita akan kembali bersama" ucapku dengan lantang.


Aku sudah berjanji kalau malam ini juga aku akan mengeluarkan Heni dari tangan hantu pendaki itu.

__ADS_1


"Tapi aku tidak yakin, kamu saja meninggalkan Heni sampai dia tertangkap" Sasa masih berucap sinis


padaku.


"Kita harus optimis Sa, kamu jangan seperti itu" kata Andi.


"Tapi aku juga sangat membutuhkan bantuan kalian berdua, kita harus bekerja sama untuk membebaskan Heni " ucapku lagi.


"Aku juga akan membantu kalian semua, kita harus bekerjasama untuk menghadapi hantu pendaki itu" ucap Heni.


"Loh, ini siapa" Gilang kebingungan saat melibat Yanti.


"Ini teman kita namanya Yanti" Andi memperkenalkan Yanti kepada Gilang.


Aku masih kebingungan kenapa ada manusia lain di tempat ini, aku juga berpikir apa mungkin dia adalah


pendaki yang tersesat sama seperti kita sekarang.


"Gak usah bingung gitu, nanti aku akan jelaskan semuanya sekarang kamu minum ini dulu pasti kamu sangat haus" Andi memberikan aku air.


"Kita makan dulu ya, untuk mengisi tenaga dan setelah itu kita berangkat menyelamatkan Heni " ucap Andi lagi.


Kita langsung makan dengan ikan yang di bawa oleh Andi entah dari mana dia mendapatkan ikan sebesar itu, kami makan sambil bercerita dan Andi juga


menceritakan semuanya siapa Yanti dan kenapa mereka bisa menjadi teman.


"Lang, kamu masih ingatkan dimana mereka mengurung Heni" tanya Andi.


"Aku ingat, ayo kita berangkat sekarang" ucapku.


Tanpa peduli rasa perih ini, aku harus segera menyelamatkan Heni agar kita bisa berkumpul kembali.


"Kalian harus hati-hati, kita tunggu sampai mereka benar-benar pergi" ucap Yanti.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya kita sampai juga di tempat hantu pendaki, aku melihat Heni masih ada di sana dan dia dijaga oleh satu


hantu pendaki wanita.


"Seperti yang aku dengar tadi, mereka menjalankan sesuai rencana, yang 3 mencari kita dan menyamar


menjadi Heni sedangkan yang satu tetap disini dan menjaga Heni" ucapku.


"Oke, berarti sekarang sudah aman karena hanya tinggal satu yang ada disini, jadi ini akan memudahkan kita untuk membebaskan teman kalian" ucap Yanti.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Yanti" tanya Sasa.


"Aku akan memancing dia untuk keluar dan kalian pergi kesana untuk membebaskan Heni, ingat jangan


gegabah kalian harus lebih berhati-hati lagi, mereka bisa ada dimana-mana ucap Yanti memperingati kita.

__ADS_1


"Iya Yan" ucap Sasa.


Yanti langsung mendekati hantu pendaki perempuan yang menjaga Heni, tapi aku tidak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan karena mereka bicara


dengan sangat pelan, tapi dari ekspresi wajahnya hantu pendaki itu terlihat sangat marah kepada Yanti.


"Gimana, apa kita langsung kesana atau menunggu Yanti dulu" tanyaku.


"Kita tunggu sampai Yanti berhasil membawa dia pergi dari sini" ucap Andi.


Kita menunggu di tempat persembunyian dan aku melihat Yanti menyerang hantu pendaki wanita itu,


ternyata mereka sama-sama kuat ternyata tidak mudah juga mengalahkan pendaki wanita itu.


Setelah itu Yanti terbang dan dia pergi lalu hantu pendaki itu mengejarnya, Yanti memang sangat


pintar.


"Dia sudah pergi ayo kita selamatkan Heni sekarang juga sebelum yang lain datang kesini lagi" ucap Sasa.


Kita bertiga mendekat kearah Heni, kami melihat Heni sedang meringkuk mungkin dia ketakutan.


"Heni, kamu baik-baik saja" ucap Sasa dan Heni langsung mendongak dia tidak percaya kalau itu benar-benar Sasa.


"Sasa, Andi, Gilang, ini beneran kalian kan" Heni menangis.


"Udah jangan berisik dulu, sekarang kita harus mencari cara untuk membuka pintu ini" ucapku.


"Di sana, aku melihat mereka membawa kunci itu disana, dibalik batu itu" Heni menunjuk batu yang cukup besar.


"Di bawah batu itu maksud kamu" ucapku.


"Iya Lang, kalian harus bisa mengangkatnya, mereka sangat pintar dan berjaga-jaga kalau kalian akan


kesini jadi mereka menaruhnya disana" Heni kembali menangis.


"Ayo kita ambil" aku, Sasa, dan Andi


mendekat ke batu itu.


Kita bertiga berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengangkat batu ini, sangat berat memang, tapi kita masih terus berusaha untuk mengambil kunci itu.


"Cepat sebelum mereka kembali datang" Heni terlihat gugup dia takut kalau hantu pendaki itu kembali datang kesini.


"'Sabar ya Hen, ini kita sedang berusaha kamu tenang saja pasti kamu akan keluar dari tempat itu, kamu


jangan takut karena kita sudah ada disini" Sasa menenangkan Heni yang ketakutan.


"Kamu jangan khawatir sebentar lagi kita berhasil mengangkat batu ini, ayo Lang lebih kuat lagi kita harus mengerahkan semua tenaga yang kita miliki"' ucap Andi.

__ADS_1


__ADS_2