
"Siapa manusia yang mereka maksud, kalau memang benar itu artinya manusia itu sangat berbahaya, dan pasti dia akan selalu mencari mangsa," kata Yanti sambil menatap Gilang.
Kali ini mereka tidak bisa memecahkan masalahnya karena mereka juga tidak tahu siapa manusia yang mereka maksud, dan mereka juga tidak tahu bagaimana caranya untuk mengalahkan penguasa gunung larangan, jadi lebih baik sekarang ini mereka fokus untuk mencari mayat para hantu pendaki itu.
Mungkin saja setelah ini mereka akan mendapatkan petunjuk baru mengenai siapa manusia itu dan
bagaimana caranya mengalahkan penguasa gunung larangan.
Hari sudah berganti pagi, tanpa di bangunkan teman-teman Gilang langsung bangun dengan sendirinya, mereka tampak masih malas tapi dipaksakan untuk tetap bangun, sepertinya sekarang
mereka sudah terbiasa bangun sangat pagi, petualangan ini membuat mereka merubah kebiasaan buruknya selama ini.
Mereka yang dulunya manja sekarang menjadi lebih dewasa dan tidak lagi manja, mereka juga belajar
hidup di alam bebas tanpa bantuan orang lain bahkan orangtua mereka sekalipun, pasti setelah mereka keluar dari gunung larangan ini akan banyak sekali pelajaran yang mereka ambil.
Banyak sekali hikmah di balik kejadian ini dan akan membuat mereka hidup semakin baik lagi dan menjadi orang yang bertanggungjawab dan selalu
urut dengan ucapan orangtua.
"Kita disini sudah satu Minggu ya, atau lebih, aku sampai lupa," Sasa mengingat hari keberapa sekarang ini.
"Sepertinya kita sudah satu Minggu deh di gunung larangan ini, alku ingat betul kok," jawab Andi.
"itu perasaan kalian, nanti kalau kalian sudah keluar juga pasti akan beda lagi harinya," jawab Yanti.
"Maksudnya apa sih Yan," tanya Gilang.
"Udah gak perlu di bahas, kalian pasti lapar kan karena tadi malam kalian belum sempat untuk makan," tanya Yanti.
"Tau aja kamu Yan kalau kita lagi lapar," jawab Andi sambil memegang perutnya.
Yang lain juga sama, mereka memegang perutnya
secara bersamaan karena mereka memang sama
lapar, semalam mereka tidak makan sama sekali, dan hanya siang hari mereka makan jadi pantas saja kalau sekarang mereka merasakan lapar.
__ADS_1
"Nyusahin sekali sih kalian ini, makan aja harus sehari tiga kali," Yanti mengejek mereka.
"Udah lah Yan, sekarang bukan saatnya kita ribut sama kamu, lebih baik sekarang kita berangkat untuk mencari makan dulu setelah itu kita bisa melanjutkan mencari dua mayat hantu pendaki," kata Gilang masih memegang tas.
"Kalian lihat disana ada sungai pasti banyak ikan tuh disana, kalian bisa cari disana," Yanti menunjuk sungai.
Dan benar saja ternyata tidak jauh dari mereka ada sungai yang mengalir, mereka sontak sangat senang sekali melihat ada sungai yang sangat jernih di
hutan ini, tanpa menunggu aba-aba mereka langsung mendekat ke sungai sambil melihat ke sekeliling.
Airnya sangat segar ketika menyentuh wajah mereka, lalu mereka membasuh wajah mereka dengan air itu
dan juga meminumnya sampai dahaga mereka hilang, dan tidak lupa mereka juga mengisi botol mereka masing-masing sampai penuh agar nanti
di perjalanan mereka tidak kesusahan untuk mencari air.
"Sumpah segar banget airnya, aku pengen nyebur tahu," kata Heni.
Lalu mereka memutuskan untuk mencari ikan bersama-sama dan setelah itu mereka akan membakarnya, Gilang terlihat kesusahan saat mencari ikan, sedangkan Andi sudah mendapatkan satu ikan walaupun ukurannya tidak terlalu besar tapi dia pasti akan langsung kenyang saat memakannya.
"Haduh, gak bisa lah kan gue udah dapet nih," sambil memamerkan ikan hasil tangkapannya.
"Awas ya Lo," mereka lalu tertawa bersama.
Itu menjadi waktu yang sangat berharga bagi mereka, mereka bisa tertawa dan melepaskan segala rasa sedih, gundah, dan susah yang ada di hatinya.
Sekarang mereka bisa melupakan masalahnya walaupun hanya sejenak, tapi itu cukup untuk membuat hati mereka berada lega, dan setelah itu
mereka harus kembali dengan rasa takut yang selalu menyelimuti hati mereka.
"Udah dapat banyak gak kalian," tanya Yanti.
"Baru dapat dua Andi dan Anton doang yang dapat, " kata Gilang.
"Udah kalian minggir dulu karena aku yang akan mengambil ikan untuk kalian, karena kalau nungguin kalian pasti sampai siang juga tidak akan dapat" kata Yanti.
Mereka langsung naik dan segera minggir agar Yanti bisa membantu mereka untuk mencari ikan yang banyak, sedangkan mereka mencari kayu bakar untuk membakar ikannya nanti.
__ADS_1
Yanti seperti orang kesetanan saat mengambil ikan, dia bahkan mengerahkan semua tenaganya karena
dia sedang memburu ikan, dia mencari banyak ikan agar bisa di bakar oleh Gilang dan teman-temannya, dan dalam waktu sekejap ternyata Yanti sudah menemukan ikan yang cukup banyak bahkan sudah
cukup untuk mereka sarapan, tapi Yanti terus mencari lagi agar bisa dimakan juga untuk nanti Sore.
"Wah. Yanti kamu hebat banget ya nyari ikannya padahal kita dari tadi udah nyari kesana kemari tapi tetap kita tidak bisa menemukan ikan itu, tapi Yanti dengan sekejap langsung dapat sebanyak itu," Anton bahkan geleng-geleng kepala saat melihat Yanti mencari ikan.
"Iyalah, emang kamu gak pernah denger kalau kuntilanak itu jago nyari ikan karena mereka juga suka memakan ikan mentah," kata Andi sambil matanya terus melihat Yanti mencari ikan.
"Iya gue juga pernah denger tuh, mungkin memang itu nyata karena buktinya Yanti memang sehebat itu saat mencari ikan," Heni menimpali.
Mereka terus melihat Yanti yang jago mengambil ikan, sampai mereka geleng-geleng kepala.
"Heh, ngapain kalian lihat aku seperti itu, emang kalian sudah cari kayu bakar buat bakar nih ikan," tanya Yanti sambil menatap mereka semua.
"Eh iya Yan kita belum cari kayu bakar buat nanti bakar ikannya, ya udah kita cari sekarang saja kalau begitu," mereka langsung berpencar untuk mencari kayu bakar.
"Ingat ya jangan jauh-jauh pokoknya disekitar sini saja, dan ingat lagi pokoknya kalian harus bisa segera menemukan kayu bakar, pokoknya
jangan sampai tidak terlihat, kalau disekitar kalian tidak ada kayu bakar langsung kembali saja jangan mencari lebih jauh," Gilang memperingatkan mereka.
Walau bagaimanapun mereka sekarang ini belum aman dan dia juga tidak mau teman-temannya dalam bahaya jadi Gilang selalu saja memperingatkan mnereka untuk lebih hati-hati lagi dalam melangkah karena bahaya bisa saja mengintai mereka.
"Duh, susah juga ya cari kayu bakar disini, kok gak ada ya," ucap Heni yang sudah mulai mencari.
"Kita cari disebelah sana saja yuk, kan mereka masih terlihat sama kita," ajak Sasa.
"Jangan jauh-jauh lah Sa, gue takut kalau nanti ada jin jahat yang akan membawa kita pergi," Heni tidak
menyetujui ucapan Sasa.
"Udah tenang saja, percaya deh sama aku, kita pasti aman kok karena kita kan gak pergi jauh dari mereka,
pasti kita masih bisa melihat mereka, dan kalau ada sesuatu yang mencurigakan kita tinggal teriak saja,"
ucap Sasa meyakinkan Heni agar mereka bisa setuju.
__ADS_1