
Dan mereka semua langsung setuju dengan ucapan Anton karena memang itu lebih aman untuk mereka daripada harus berteduh di bawah pohon yang
pasti mereka akan tetap basah dan kedinginan.
Mereka berjalan setengah berlari menuju goa itu, mereka senang karena akhirnya bisa berteduh karena saat mereka memasuki goa itu tiba-tiba hujan lebat langsung turun di sertai petir dan angin yang sangat lebat sekali, untung saja mereka semua sampai tepat
waktu jadi tidak perlu basah kuyup karena hujan.
"Kok dingin banget ya suasananya tidak seperti biasanya, kabutnya tebal banget lagi" ucap Sasa.
"Ini tuh ngingetin kejadian waktu pertama kali kita terpisah tau gak, waktu itu aku dan Sasa juga merasakan hal persis seperti ini terus kita juga berteduh di dalam goa, pokoknya sama persis deh"
Andi kembali mengingat hari pertama dia tersesat di gunung larangan.
"Tapi waktu itu ditempat kita tidak hujan kok" jawab Gilang.
"Iya benar tuh, di kita gak hujan sama sekali waktu kalian terpisah" Heni ikut menimpali.
Yanti yang dari tadi hanya diam saja akhirnya ikut berbicara walaupun dia menyimpan ketakutan dia sendiri di dalam hati dan tidak menceritakan kepada Gilang dan yang lain.
"Itu karena kalian berada ditempat yang berbeda mangkanya hawanya juga beda, gimana sih" Yanti menjawab.
"Berarti ada kemungkinan ditempat lain tidak hujan" tanya Heni.
"Betul'" jawab Yanti singkat.
Mereka diam dengan pikiran masing-masing, sudah hampir 6 hari mereka tersesat di gunung larangan, dan itu membuat mereka sudah sangat merasa bosan dan lelah, tidak ada lagi yang spesial di tempat ini.
Gilang tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang berbeda disekitarnya, ada yang aneh walaupun tidak terlihat oleh kasat mata, karena batinnya benar-benar merasa tidak nyaman sam sekali, tapi Gilang masih belum juga mengerti dengan keadaan yang
sebenarnya.
"Kamu kenapa Lang, kok kayak gelisah gitu sih, ada apa memangnya" tanya Sasa yang melihat Gilang seperti memikirkan sesuatu.
"Tidak apa-apa kok, aku cuma merasa seperti sangat tidak nyaman saja, mungkin karena kondisinya lagi hujan dan dingin" jawab Gilang yang sebenarnya juga tidak yakin dengan perasaannya.
Yanti langsung menatap Gilang, mungkin dia mengira kalau Gilang juga merasakan apa yang dia rasakan juga.
__ADS_1
"Apa mungkin Gilang juga merasakan kalau ada aura yang sangat besar tapi entah dimana tempatnya, tapi aura itu sangat gelap sekali menutupi alam ini"
kata Yanti dalam hati.
Tapi dia tidak berani bertanya karena dia takut akan membuat mereka merasa takut dengan sesuatu yang juga tidak pasti, karena dia hanya merasakan
saja tidak bisa melihatnya.
Yang paling penting sekarang mereka harus berjaga-jaga dan tidak boleh lengah sama sekali dengan semua keadaan ini, dan mereka harus tetap
waspada karena bisa jadi bahaya besar sedang mengintai mereka saat ini.
"Gilanggg" seperti ada yang memanggil nama Gilang.
Gilang mendengar dan dia melihat ke sekitar tempat itu, tapi sepertinya teman-teman dia tidak ada yang
mendengar, tapi Gilang merasa kalau itu seperti suara sang kakek.
"Apa itu kakek" katanya dalam hati.
Dia bisa merasakan kehadiran kakek buyutnya walaupun dia tidak bisa melihat wujudnya saat ini, tapi Gilang sangat yakin kalau itu adalah kakek
"Gilang cucuku, kamu harus lebih berhati-hati cu, kakek yakin kamu akan bisa menghadapi semua ini, dan kakek akan selalu ada di samping kamu untuk membantu kamu, kakek selalu ada disekitar kamu cucuku" kata sang kakek.
Gilang semakin kebingungan dengan apa yang kakeknya katakan, apa mungkin ada sesuatu yang akan terjadi, tapi apa yang akan terjadi sehingga dia
harus berhati-hati seperti yang kakeknya katakan tadi.
Tapi mereka tetap diam tak bergeming karena merasakan hawa yang sangat dingin, apalagi kabut belum juga hilang jadi jarak pandang mereka hanya beberapa meter saja.
Srak srak srak
"Itu bukannya suara dari burung gagak ya" Sasa yang mendengar itu langsung merinding.
"Iya benar, itu suara burung gagak, jelas banget lagi suaranya ditelinga. Dan sepertinya dia berada tepat di atas goa ini deh" kata Heni sambil memperhatikan luar.
Mereka tiba-tiba mendengar suara burung gagak yang mendekati mereka, itu menambah kekuatan untuk mereka apalagi suasana disini sudah sangat
__ADS_1
mencekam membuat siapapun pasti akan ketakutan jika dalam situasi yang seperti itu.
Burung itu terus berputar di atas mereka dan terus saja mengeluarkan suara, entah apa yang akan terjadi nanti kepada mnereka.
"Ada apa lagi sih ini, kenapa malah tiba-tiba ada suara burung gagak disini, bukannya kata orang zaman dulu pasti ada pertanda buruk kalau ada burung gagak seperti ini" Heni mulai ketakutan.
"Kita berdoa saja semoga tidak akan pernah terjadi apa-apa lagi setelah ini, pokoknya kita pasti aman kok disini" Yanti mengingatkan mereka untuk berdoa.
Tapi kayaknya perasaan gue gak enak deh Yan, kayaknya ada hal besar yang akan terjadi setelah ini, tapi aku sendiri belum tau secara pasti hal apa yang akan terjadi, dan gue juga." Gilang menghentikan ucapannya, dia sebenarnya mau bilang kalau dia
mendapat bisikan dari sang kakek.
Tapi Gilang takut itu akan semakin membuat
teman-temannya ketakutan.
Mereka semua memang belum ada yang tahu kakek buyut Gilang karena Gilang belum pernah menceritakan secara detail tentang siapa si kakek, tapi mungkin akan ada waktunya untuk Gilang bercerita, sekarang keadaan belum memungkinkan.
"Juga apa Lang, kok gak kamu lanjutin ngomongnya?" Tanya Andi yang penasaran.
"Juga apa ya, gue sendiri lupa mau ngomong apa sih. Tapi yang pasti firasat gue mengatakan sejak kita membuka buku ini dan membaca mantra tadi aku
langsung merasakan hawa yang berbeda sampai saat ini, pokoknya ada yang tidak beres lah" Gilang membahas yang lain agar mereka tidak curiga.
"Kok bisa sama ya, aku dari tadi saat kalian membuka buku itu juga merasa ada sesuatu yang aneh" Yanti juga merasakan hal yang sama.
Mereka akhirnya saling pandang karena mereka sendiri bingung harus bagaimana lagi menghadapi situasi yang seperti ini, mereka memang takut tapi
tidak setakut biasanya karena mereka sudah mulai terbiasa dengan hal-hal gaib sejak mendaki di gunung larangan.
"Yan, lebih baik sekarang Lo jelasin saja deh apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang Lo tau tentang buku ini karena gue merasa karena adanya buku ini alam langsung berubah mencekam seperti ini, pasti ada yang kamu tau" Gilang merasa ada yang Yanti sembunyikan dari dia dan teman-temannya.
"Apa maksudnya" Yanti malah kembali bertanya.
"Yanti kamu itu tidak bisa bohong, aku tau kok dari tadi kamu gelisah dan mikirin sesuatu, dan kamu pasti lebih tau dari pada aku" Gilang mendesak Yanti
agar dia mau jujur.
__ADS_1
Yanti terlihat berpikir, mungkin dia bingung mau jujur atau tidak karena dia sekarang sudah ketahuan oleh Gilang kalau dia memikirkan sesuatu, tapi mau
tidak mau dia tetap harus jujur juga karena kalaupun dia berbohong pasti Gilang juga tau.