Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 46


__ADS_3

"Kamu tau pilihan mereka hanya ada dua, menjadi tumbal penguasa gunung larangan ini atau mati kelaparan, hanya itulah pilihan mereka dan


mereka tidak akan bisa selamat apapun pilihannya" tambahnya lagi yang membuat aku melongo mendengar ucapan hantu pendaki itu.


"Kamu benar, mereka harus menjadi pengganti kita dan mereka juga harus merasakan apa yang kita rasakan selama ini tersiksa dan terkurung di


dalam belenggu hutan larangan ini" ucap temannya.


Sebenarnya aku kurang paham dengan apa yang mereka katakan dari tadi, tapi yang bisa alku tangkap dari omongan mereka adalah mereka sangat


ingin menangkap kita dan menjadikan kita tumbal agar mereka terbebas dari belenggu penguasa gunung larangan ini dan mereka tidak akan menjadi budak mereka lagi kalau mereka bisa menemukan kami, dan yang lebih parahnya lagi aku dan teman-teman ku akan menjadi pengganti mereka dan


kalau sampai kita tertangkap maka kita akan menjadi budak dari penguasa gunung larangan ini.


"Jangan sampai itu semua terjadi, jadi aku harus segera menyelamatkan dan menemukan teman-teman ku yang lain, kita harus segera keluar dari gunung larangan ini kita harus selamat sebelumn kita bernasib sama dengan mereka para hantu pendaki yang sudah di kuasai oleh dendam mereka" aku bermonolog.


Mereka terus berbincang-bincang sambil berjalan sedangkan aku masih terus mengikuti mereka dari jarak jauh, tapi aku masih bisa mendengar dengan


jelas apapun yang mereka katakan, aku juga bisa melihat dengan jelas apapun yang mereka berdua lakukan.


Mereka terlalu bernafsu untuk membalas dendam dengan temannya mungkin itu salah satu alasan mereka belum bisa berjalan ke alam mereka yang sesungguhnya, andai mereka bisa membuang ego dan bisa melupakan dendam yang telah mereka bawa mati mungkin nasib mereka tidak akan


seperti ini, dan mungkin mereka sudah berada di alam mereka yang sebenarnya, dan mereka akan tenang disana.


Tapi dendam sudah terlanjur menguasai diri mereka sehingga mengubah mereka menjadi sosok yang

__ADS_1


jahat dan diri mereka dipenuhi dengan keinginan balas dendam yang menggebu-gebu, aku tahu sebenarnya mereka juga dulunya orang-orang yang


baik dan entah kejadian apa di masa lalu yang membuat mereka di penuhi denganbdendam dan menjadi arwah gentayangan yang jahat.


"Kenapa jauh benget sih tempatnya dari tadi kok gak sampai-sampai, kapanbkita akan sampai ke tempat dimana Heni berada" ucapku kesal.


"Mereka terlalu pelan saat berjalan sehingga kita tidak sampai-sampai ke tempat tujuan, tapi aku harus sabar agar bisa mencapai tujuanku saat ini" aku terus bersabar saat mengikuti mereka karena langkah mereka terlalu pelan.


Padahal tadi saat mereka mengejar ku dan Heni mereka lari dengan sangat kencang, tapi kenapa saat ini mereka tiba-tiba berjalan dengan sangat pelan


dan tidak sampai-sampai ke tempat dimana Heni berada.


"Kapan sih sampainya, Heni pasti sedang menunggu aku disana, sedangkan para hantu pendaki itu berjalan sangat lambat dan mereka juga sambil bicara terus dari tadi mangkanya gak sampai juga" desahku kesal karena mereka terlalu lambat.


"Gimana ya keadaan keluarga kita, kenapa sampai detik ini tidak ada yang mencari jasad kita, apa mereka tidak tau kalau kita tersesat di gunung larangan ini dan kita mati di gunung larangan ini"


"Pastinya tidak akan ada yang akan mencari kita di gunung larangan ini karena tidak ada satu manusia pun yang berani naik ke gunung larangan ini,


karena kalau mereka mencari kita bukan jasad kita yang mereka temukan tapi mereka juga akan bernasib sama seperti kita" jawab temannya.


"'Sebenarnya aku sering merasa kedinginan karena jasadku tidak di kuburkan secara layak, jasad kita


tergeletak begitu saja tanpa ada yang mengurus, tubuhku terasa kaku dan dingin" ucap hantu pendaki itu.


"Aku pun sama dengan kamu, aku juga sering sekali merasakan kedinginan bahkan luka yang aku alami saat meninggal masih sering terasa sakitnya,

__ADS_1


sebenarnya aku juga berharap jasad kita bisa dikuburkan secara layak seperti manusia lain pada umumnya" jawab temannya.


"Sebenarnya aku juga berharap bisa tenang dan pergi ke alam kita yang sesungguhnya, tapi itu semua tidak akan terjadi karena tidak akan ada yang bisa menguburkan jasad kita secara layak" hantu pendaki itu terlihat sedih.


Aku juga paham dengan apa yang mereka lakukan, dan benar sekali tidak akan ada yang bisa menemukan jasad mereka di gunung larangan ini karena tidak ada manusia yang berani naik ke


atas gunung larangan ini, kabar tentang gunung larangan ini yang haus akan tumbal sudah tersebar luas di sekitar sini, mereka pun tidak akan pernah berani untuk kesini dan kalaupun ada.


Orang asing ingin naik ke sini pasti para warga desa sekitar sini akan melarang mereka demi keselamatan mereka semua.


"Kasian sekali mereka, tubuhnya kedinginan karena tidak ada yang mengubur jasad mereka dengan layak, tapi apa yang bisa aku bantu untuk membuat mereka tenang" aku mulai berpikir.


"Apa aku harus mencari dimana jasad mereka dan langsung menguburkannya dengan layak seperti


manusia yang lain agar mereka bisa tenang dan bisa kembali ke alamnya, tapi dimana letak jasad mereka


sedangkan mereka pun meninggal sudah lama dan pastinya jasad mereka tidak akan utuh lagi dan pastinya akan sangat susah untuk menemukannya" aku berpikir keras agar bisa membantu mereka agar bisa tenang di alamnya.


"Apa mungkin aku bisa menemukan jasad mereka, kalau aku bisa aku akan berusaha untuk menemukan jasad mereka, kasian sekali mereka karena


mereka sendiri sebenarnya juga korban dari gunung larangan ini sama seperti aku dan teman-teman ku yang lain" ucapku lagi sambil terus berpilkir.


Aku terus berjalan mengikuti langkah kaki mereka berdua, hatiku sedih mendengar ucapan mereka berdua nasib yang mereka alami sungguh tragis


sekali, kasian mereka menjadi tumbal dan terombang-ambing dalam dekapan gunung larangan ini.

__ADS_1


Sayang sekali sebenarnya gunung ini memiliki pemandangan yang sangat indah, alamnya juga sangat cantik dan bisa memanjakan mata siapapun yang melihatnya, tapi sayang sekali sekarang tidak ada manusia yang bisa menikmati betapa indahnya ciptaan tuhan di gunung ini, keindahan alam yang tiada tara.


Andai saja gunung ini tidak menyimpan banyak sekali misteri di dalamnya, dibalik keindahan alam yang sangat indah ini tersimpan entah berapa banyak misteri dan yang pastinya semua misteri ini tidak terpikirkan oleh nalar manusia normal sayang sekali gunung ini menjadi gunung larangan yang selalu menginginkan tumbal seorang manusia yang tidak berdosa salah satunya adalah hantu pendaki itu, mnereka adalah salah satu korbannya, korban keganasan gunung larangan ini.


__ADS_2