
"Kapanpun kek, aku akan selalu siap untuk menyelamatkan anton karena dia salah satu sahabat terbaik yang pernah aku miliki" kataku dalam hati.
"Lang, Lo udah gak papa kan beneran udah sembuh kan, kita khawatir banget tau gak" tanya Sasa sambil melihat ku.
"Udah, tenang saja gue udah baik-baik saja kok, udah lebih baik daripada tadi" ucapku sambil tersenyum
kearahnya.
"Benar kan Lo udah gak papa" tanya Heni sambil menatapku dengan serius.
"Udah, lupain aja masalah tadi kan yang penting gue udah sembuh dan gak sakit lagi, udah semangat lagi nih buat lanjutin perjalanan untuk mencari anton"
ucapku sambil menatap wajah mereka bergantian.
"Wah, benar dugaan ku kalian semua sudah ada disini sekarang" kami langsung menengok secara bersamaan, karena tiba-tiba ada suara dari belakang.
"'Yanti, akhirnya kamu kembali juga Yan aku khawatir banget sama kamu tau gak, takutnya kamu kenapa-napa tau" Sasa langsung berdiri dan memegang tangan Yanti.
Aku melihat wajah Heni, diavterlihat tidak menyukai kehadiran Yanti, aku juga tau kalau heni tidak menyukai yanti bahkan dia juga tidak terlalu
percaya dengan Yanti tapi dia memendamnya mungkin dia tidak mau ribut lagi dengan Andi dan Sasa karena mereka selalu membela Yanti.
"Aku baik-baik saja kok, aku berhasil mengalahkan hantu pendaki itu dan sekarang dia sudah kembali ke
tempat tadi bersama teman-temannya yang lain, tadi aku khawatir banget karena aku melihat hantu pendaki itu sudah kembali, aku takut kalian tertangkap, tapi ternyata kekhawatiran ku tidak terjadi" Yanti langsung duduk di samping ku, dia melihat kearah Heni mungkin dia ingin mengajak Heni berkenalan.
"Alhamdulillah deh kalau kamu baik-bailk saja, dan sekarang kamu bisa kumpul lagi dengan kita, oh iya kenalinbini teman aku namanya Heni " Sasa
memperkenalkan Heni.
Aku berharap Heni tidak terlalu memperlihatkan rasa tidak sukanya terhadap Yanti karena kalau tidak dia bisa bertengkar lagi dengan Andi dan Sasa, semoga Heni bisa menahan dirinya.
"Oh, jadi ini ya yang namanya Heni, aku Yanti teman baru Andi sama Sasa dạn aku berharap kamu bisa menganggap aku sebagai sahabat kamu seperti Andi dan Sasa, dan selamat karena kamu sudah
__ADS_1
berhasil keluar darijeratan hantu pendaki" Yanti mengulurkan tangannya.
"Iya aku Heni, kamu kok bisa berteman dengan Andi dan Sasa, terus kok kamu bisa berubah seperti manusia biasa" Heni langsung memberondong yanti dengan banyak pertanyaan.
"Iya, kan aku juga bisa berubah menjadi apapun, kan aku jin bukan manusia jadi aku bisa berubah diriku
sendiri seperti apapun yang aku mau" jawab Yanti sambil tersenyum.
Ternyata Heni benar-benar memperlihatkan kalau dia tidak suka dengan Yanti, ya itulah Heni kan memang
agak keras kepala tapi dia gak salah juga sih kalau curiga kepada Yanti karena bagaimanapun dia kan dari golongan jinbyang suka menyesatkan manusia.
Nanti aku akan meminta Heni untuk bersikap biasa saja kepada Yanti, tapi dia tetap boleh waspada kepada Yanti karena apapun bisa terjadi saat ini.
"Terus gimana, apa kalian sudah punya rencana untuk menyelamatkan Anton secepatnya, karena kasihan sekali dia kebingungan karena sendirian
disana, dia juga pasti kelaparan disana sangat susah untuk mencari makan'" Yanti bertanya kepada kami.
Aku juga bingung harus menjawabvapa pertanyaan Yanti ini karena aku juga belum tau gimana caranya untuk mencari keberadaan Anton dan bagaimana caranya bisa masuk kedalambalam gaib, sedangkan aku tidak mempunyai kemampuan itu.
Aku kaget saat mendengar ucapan Andi barusan, jadi Yanti sudah tau kalau hanya aku yang bisa pergi ke alam gaib gunung larangan ini dan bahkan Yanti juga sudah memberitahu Andi dan Sasa tentang semua ini, kok bisa Yanti tau sih.
"Yanti darimana kamu tahu kalau hanya aku yang bisa menyelamatkan Anton" aku bertanya kepada Yanti.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, kan aku jin aku juga berasal dari alam gaib jadi pasti aku tau semua lah kondisi disana" jawab Yanti.
"Oh, gitu ya, terus kamu tau atau tidak bagaimana caranya aku bisa masuk ke sana dan menyelamatkan Anton dan membawa dia keluar dari alam itu, tolong bantu aku ya Yan, karena aku ingin secepatnya untuk menyelamatkan Anton" ucapku memohon kepada Yanti.
"Iya memang hanya kamu yang bisa masuk ke sana, sedangkan teman kamubtidak ada yang bisa, karena hanya kamu yang bisa melihat gerbang masuk dan
keluar dari dunia gaib disini karena kamu adalah keturunan asli dari warga desa sini, mangkanya kamu punya kelebihan saat berada di gunung
larangan ini, mangkanya kamu lah yang paling diincar oleh mereka karena kamu adalah kunci dari semuanya" Yanti menjelaskan kepada ku dan juga
__ADS_1
teman-teman ku.
Andi dan Sasa pasti sudah tau banyak juga tentang semua ini dan juga tentang gunung larangan ini karena pasti Yanti sudah menceritakan semuanya kepada mereka berdua.
"Dimana letak gerbang itu Yan, aku akan kesana sekarang, aku yakin lebih cepat pasti akan lebih baik, karena aku ingin segera menemukan Anton" ucapku
menggebu.
"Tidak semudah itu Lang, kamu tidak bisa berangkat sekarang, asal kamu tau kalau kamu berangkat malam hari itu akan sangat membahayakan
kamu karena di malam hari kekuatan mereka akan bertambah dan itu akan membuat kamu kesulitan untuk melawan mereka yang berada di alam
itu, jadi lebih baik kamu berangkat besok saja karena kalau siang hari itu lebih aman untuk kamu dan pastinya akan lebih sedikit gangguan yang kamu
alami" Yanti menjelaskan semuanya sejelas-jelasnya.
Aku juga teringat ucapan kakek buyut, dia juga bilang kalau aku harus berangkat besok pagi, mungkin benar apa yang dikatakan oleh Yanti, jadi lebih baik aku menurut saja karena mereka tau keberadaan yang aman untuk aku pergi kesana.
"Tapi ingat, disana keadaan nya sangat berbeda dengan yang ada disinibjadi kamu harus mempersiapkan diri lebih matang lagi dan ingat jangan gegabah saat ada disana" Yanti menjelaskan lagi.
"Oke, aku akan berangkat besok pagi, apapun resikonya aku pasti akan menanggungnya" ucapku mantap.
"Tapi ada satu lagi yang harus kamu tau" kata Yanti tapi dia terlihat tidak yakin untuk mengatakannya dan itu membuat aku semakin penasaran.
"Tapi apa Yan, katakan saja semuanya biar lebih jelas dan aku bisa menyiapkan segalanya" ucapku.
Tapi biasanya disana mereka tidak akan dengan mudah melepaskan Anton, mereka akan mencari pengganti, maksudnya kamu harus menggantikan
posisi Anton disana" Yanti erlihat sedih saat mengatakan itu.
"Apa, lalu bagaimana, kita juga tidak mau kehilangan Gilang, mereka berdua sama pentingnya untuk kami,
terus gimana caranya biar mereka berdua bisa keluar dengan selamat" Heni malah menangis.
__ADS_1
"Kamu jangan khawatir Hen, aku pasti akan baik-baik saja dan aku berjanji akan membawa Anton keluar dari sana, dan aku juga akan berjuang untuk bisa keluar dari sana, kalian tenang saja, cukup doakan aku dari sini, karena doa kalian sangat penting untuk
keselamatan kami" ucapku sambil menatap mereka secara bergantian.