Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 123


__ADS_3

"Bukan seperti itu Yan, kamu memang bersalah tapi kamu sekarang juga sudah mau merubah perilaku kamu yang dulu buruk, buktinya sekarang kamu menjadi Yanti yang sangat baik sekali" Andi menghibur Yanti agar tidak terus merasa bersalah dengan kejadian ini.


Mereka tahu Yanti salah, tapi Yanti juga sudah memperbaiki semuanya, mereka juga tidak mau menyalahkan Yanti begitu saja, karena para hantu


pendaki itu juga bersalah, mereka punya niat buruk di gunung larangan ini. Dan mungkin itu juga balasan untuk mereka karena telah bersekutu dengan iblis.


"Kamu tenang saja Yan, mereka seperti ini bukan sepenuhnya salah kamu, tapi mereka juga salah karena memiliki niat jahat di gunung larangan ini, seharusnya mereka harus bisa menjaga diri dan tidak berbuat sesuatu yang bisa membahayakan mereka, dan aku juga yakin kalau mereka semua tahu kalau ini adalah gunung larangan yang tidak boleh di masuki oleh sembarang Orang" Gilang mencoba untuk menenangkan Yanti.


Yanti tersenyum karena baru kali ini dia merasakan dukungan dari orang-orang yang dekat dengan dia,


selama ini Yanti tidak memiliki teman walaupun hanya untuk sekedar bercerita ataupun tertawa bersama.


"Kalau begitu aku akan membawa mayat ini dulu ketempat yang aman, dan setelah itu kita akan menguburkannya" ucap Yanti sambil menunjuk mayat itu.


Tanpa bicara banyak lagi Yanti langsung membawa mayat itu terbang, dia juga memperingatkan Gilang dan teman-temannya untuk tetap berhati-hati dan jangan sampai pergi dari tempat itu, karena nanti Yanti akan susah untuk mencari keberadaan mereka, apalagi kalau para jin jahat menyesatkan mereka lagi.


Jadi lebih baik mereka menjaga diri dan saling melindungi satu sama lain untuk menangkal hal-hal jahat yang terus saja mengincar mereka semua.


Yanti hanya pergi sebentar dan setelah itu dia langsung kembali lagi menemui Gilang dan teman-temannya, dia langsung duduk disebelah Andi dan langsung menggandeng tangan Abdi.


"Apaan sih Yan datang-datang langsung gelendotan kaya gini, lepasin gak," Andi berusaha untuk melepaskan tangan Yanti.


"Biarin lah, kan kita udah lama banget gak kaya gini, kan aku kangen pegang tangan kamu seperti biasanya" Yanti berkata dengan sangat manja.


"Malu Yan, tuh dilihatin teman-teman aku, kaya gak ada pekerjaan lain aja sih kamu ini, sana agak jauhan kamu," kata Andi sambil melepaskan tangan Yanti.

__ADS_1


"Biarin aja kenapa sih, pasti mereka semua juga sudah merestui hubungan kita kok, buktinya mereka hanya melihat dan tertawa, itu artinya mereka sudah


setuju kalau aku sama kamu pacaran," sambil kembali memegang tangan Andi.


Yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah lucu Yanti yang terlihat manja di depan Andi, mereka semua juga tahu kalau Yanti menyukai Andi, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, toh Yanti juga sangat baik kepada mereka.


Hari sudah semakin larut dan mereka semua sudah merasakan kantuk, jadi malam ini mereka semua


memutuskan untuk beristirahat di tempat itu sampai pagi tiba, dan setelah itu mereka akan melanjutkan perjalanan untuk mencari mayat hantu pendaki,


tinggal dua lagi dan setelah itu mereka akan bisa keluar dari gunung larangan ini dengan tenang.


Yang penting mereka sudah melakukan kewajiban untuk menolong hantu pendaki yang kesusahan, semoga saja setelah ini urusan mereka semua di


"Yan, aman gak kalau kita malam ini bermalam disini, kita semua sudah sangat lelah dan tidak sanggup untuk berjalan lagi, kita bisa lanjutkan besok pagi saja" Gilang meminta saran dari Yanti.


"Yah kalian manusia lemah banget sih, baru jalan gitu aja capek padahal dari tadi aku yang bolak balik untuk mengambil mayat-mayat itu dan membawa mayatnya mereka, kalian kan cuma jalan sebentar," Yanti malah meledek mereka.


"Heh, jaga tu mulut di kira kita gak capek apa jalan dari tadi sampai kesini, kita tuh jalan dari pagi sampai malam dan cuma istirahat sebentar-sebentar


doang," Sasa terlihat kesal karena ucapan Yanti.


"Alah, bilang saja kalau kamu lemah dan udah gak kuat jalan lagi, gitu aja malu," ucap Yanti sinis.


Sasa terlihat semakin kesal dengan ucapan Yanti yang terus mengejek mereka, tapi karena rasa lelah dia sudah tidak mau peduli lagi dengan ucapan Yanti,

__ADS_1


tubuhnya sudah sangat lelah dan matanya sudah sangat mengantuk, kalau tidak, mungkin Sasa sudah memarahi Yanti habis-habisan seperti biasanya.


Sedangkan Yanti yang melihat ekspresi wajah Sasa dia langsung tertawa karena dia berhasil membuat Sasa kesal, mungkin Yanti rindu saat dia dan Sasa sering bertengkar karena mereka selalu tidak pernah akur.


Sekarang Yanti dan Sasa sudah baikan dan mungkin sudah melupakan semua masalah yang pernah ada, karena sekarang tujuan mereka sama, mereka ingin keluar dari gunung larangan ini dan segera menguburkan mayat hantu pendaki.


"Sudah kalian tidak usah bertengkar, ayo kita istirahat saja biar besok kita bisa segera melanjutkan perjalanan untuk mencari mayat hantu pendaki,


aku yakin besok kita akan menemukan kedua mayat itu dan langsung memakamkan mayatnya, dan kita akan langsung mencari jalan keluar dari gunung larangan ini," kata Gilang sambil menatap teman-temannya secara bergantian.


"Oke, kalian semua tidur dan aku akan menjaga kalian disini, ini juga sudah hampir tengah malam dan akan berbahaya untuk kalian kalau masih


berkeliaran, karena tengah malam waktunya semua penghuni gunung larangan ini keluar dari tempatnya, dan sepertinya tempat ini juga aman untuk kalian tempati," Yanti memang selalu menjaga mereka saat mereka terlelap. Karena apapun bisa saja terjadi saat


mereka lengah, mereka bisa saja di serang karena mereka sedang tidur jadi pasti lebih gampang untuk menyerang mereka.


Pasti akan sangat berbahaya bagi mereka kalau Yanti tidak menjaga mereka dengan baik, tapi Yanti seperti tidak pernah lelah, dan dia tidak pernah tidur,


ya itu karena memang Yanti bukan manusia jadi dia tidak butuh waktu banyak untuk beristirahat.


"Terimakasih banyak ya Yan, karena kamu selalu menjaga kita saat kita sedang tidur lelap karena rasa lelah, kalau tidak ada kamu mungkin saja kita tidak akan bisa istirahat dengan tenang karena takut kalau akan ada yang menyerang kita secara diam-diam,"


Gilang mengucapkan terimakasih kepada Yanti.


Teman-teman dia juga berterimakasih kepada Yanti, memang Yanti sangat berjasa untuk mereka semua, tapi mereka juga sedih saat membayangkan nasib Yanti saat mereka semua sudah bisa kembali pulang ke rumah, pasti Yanti kan kembali kesepian seperti sebelumnya, dan mungkin dia hanya bisa datang ke tempat yang pernah dia singgahi bersama Gilang dan teman-temannya untuk mengenang mereka.

__ADS_1


__ADS_2