Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 38


__ADS_3

POV Gilang


"Apa kita coba cari Anton di tempat kemarin aja ya" kataku.


"Emang kamu masih ingat apa kemarin jalannya kemana" tanya Heni.


Aku berusaha mengingat jalan yang kita lalui kemarin dan berharap aku bisa ingat dan itu juga bsa menjadi titik awal kita untuk menemukan Anton, tapi setelah


di ingat-ingat aku belum juga mengingatnya karena hutan ini sangatlah luas, waktu itu saja aku


menemukan Heni karena berkat bantuan dari kakek buyut ku kemarin.


"Gue gak ingat sama sekali lagi, karena kan kemarin gue sambil lari-larian lagian hutan ini pohonnya juga hamnpir sama semua jadi gimana kita mau ingat" ucapku pada Heni.


"Apa lagi gue, kan kemarin gue masuk ke hutan ini juga gara-gara ngikutin makhluk jadi-jadian yang mirip banget sama elo" kata Heni.


"Ya juga sih, lagian kemarin masak Lo gak bisa bedain itu gue asli atau palsu sih, main Lo ikutin aja" aku heran dengan Heni padahal kita sudah berteman cukup lama tapi dia tidak bisa membedakan antara aku yang asli dan aku yang palsu.


"Ya kemarin gue juga sempat curiga karena Lo gue panggil diam aja gak merespon sama sekali malah terus aja jalan lurus" jelasnya.


"Lah itu udah curiga kenapa tetap di ikutin" tanyaku.


"Ya habisnya kamu jalannya cepat banget aku takut kalau ketinggalan dan aku takut kalau aku sendirian di dalam hutan ini" kata Heni sambil menundukkan kepalanya.


"Ya udah, itu kamu ambil pelajaran saja, lain kali harus lebih berhati-hati dan lebih waspada lagi, tipu daya mereka sangat berbahaya dan kita jangan sampai terkecoh oleh tipu daya nya" nasihatku untuk Heni.


"Iya sekarang aku akan lebih hati-hati lagi dan tidak akan gampang terkecoh oleh mereka" jawab Heni.


"Makhluk itu yang menyesatkan kita, dia sengaja mengubah dirinya menjadi aku untuk menggiring kamu masuk lebih jauh ke dalam hutan ini, dan sekarang kita tidak tau jalan keluarnya" ucapku sedikit kesal dengan makhluk yang menyerupai wujud ku untuk mengecoh Heni.


"Andai aku tidak terkecoh pasti kita tidak akan tersesat sejauh ini ya" Heni menyalahkan dirinya sendiri.


"Itu bukan salah kamu Heni tapi salah mereka yang sengaja membuat kita tersesat" jawabku.

__ADS_1


Aku juga bingung harus kemana untuk memulai mencari Andi , Sasa dan juga Anton, hutan ini sangatlah luas jadi pasti agak susah untuk kita mencari mereka sedangkan kita juga tidak hafal jalannya karena kita sendiri baru pertama kali naik ke gunung ini.


Tetap aja itu salahku, karena gak berfikir lebih baik dulu sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti


kamu yang palsu" ucap Heni dia masih merasa bersalah.


"Udah gak usah di bahas lagi, kita juga kan tidak pernah menginginkan hal ini terjadi" aku menghibur Heni agar dia tidak terus merasa bersalah.


"Oh iya, aku masih penasaran kok kamu bisa nemuin aku sih, padahal kan aku sembunyi di dalam gua kok kamu bisa tau aku di situ sih" sepertinya dia sangat penasaran.


Aku jadi bingung harus menjawab apa, karena tidak mungkin aku menceritakan tentang kakek buyut ku


pada Heni karena belum tentu juga dia percaya dengan cerita ku, apa lagi kakek buyut ku selalu datang dan mengajak ku keluar dari gunung ini untuk


menyelanmatkan diri dan meninggalkan mereka di gunung ini, Heni pasti marah kalau aku menceritakan semuanya.


"Aku juga bingung gimana aku bisa nemuin kamu, pokoknya kemarin itu aku kebingungan karena terpisah dari kamu dan juga anton, aku terus berteriak memanggil nama kalian berdua tapi


kalian tidak mendengarkan ucapan ku lalu aku masuk ke dalam hutan ini untuk mencari kalian, dan dalam perjalanan aku bertemu dengan hantu


"Ya nasib baik masih berpihak kepada kita ya dan aku sangat bersyukur karena masih bisa ketemu kamu kalau tidak mungkin aku sudah mati karena ketakutan dan kelaparan" ucap Heni.


"Hus jangan ngomong seperti itu, kita akan baik-baik saja dan akan segera keluar dari gunung ini dengan selamat" jawabku.


"Amin, aku sudah sangat rindu dengan Orang tua ku, kalau besok kita belum pulang pasti mereka akan


mencari ku dan akan memikirkan nasibku" Heni menundukkan kepalanya dia terlihat sangat sedih.


"Iya juga ya, kita kan izin ke orang tua kita cuma liburan selama tiga hari, kalau dalam waktu tiga hari kita gak kembali pasti mereka akan mencari


keberadaan kita" jawabku aku juga mulai kepikiran dengan orang tua kita.


"Mana handphone di mobil lagi" ucap Heni lagi.

__ADS_1


"Ya walaupun handphone kita tidak di mobil kita juga gak akan bisa hubungi mereka karena mana mungkin di hutan ada sinyal" ucapku.


"Oh iya kamu benar juga" Heni tersenyum.


"Gimana udah capek belum, kalau capek kita berhenti dulu" aku bertanya pada Heni.


"Iya nih, kita berhenti dulu disini aku mau minum habis itu kalau udah gak capek kita langsung lanjut lagi" jawab Heni.


Kita berhenti sejenak untuk beristirahat karena badan sudah mulai lelah dan kita juga mau minum dan


meluruskan kaki yang sudah sangat lelah.


"Ya udah kita istirahat di bawah pohon itu aja biar gak panas" ajak ku.


Suasana di gunung ini memang sudah mulai panas karena matahari sudah terlihat jelas, ya walaupun banyak pohon berjejer tapi hawa panas masih


juga terasa menyengat.


"Panas juga ya, padahal ini masih jam 9 pagi loh tapi udah kayak siang hari" Hnei sambil mengusap keringat di wajahnya.


"Iya apalagi nanti siang pasti akan lebih panas dari ini" jawabku.


Kita meminum air untuk menghilangkan dahaga dalam tubuh, hawa panas yang sangat menyengat


membuat tubuh kita basah dengan keringat.


"Untung saja persediaan air kita masih banyak, jadi siang ini kita tidak akan kehausan ataupun kekurangan air" sambil meletakkan botol minumnya ke dalam tas ransel yang dia bawa.


"Iya tapi nanti siang kita harus cari air lagi biar bisa sampai malam persediaan air kita, karena kalau malam hari kita cari air akan lebih susah dan


kalau malam hari pasti hutan ini akan lebih berbahaya" ucapku.


"Semoga nanti kita bisa menemukan air bersih yang bisa kita minum" ucapnya.

__ADS_1


"Tapi serius deh, air di gunung ini benar-benar segar banget air nya juga sangat bening kayak ada rasa manisnya gitu setelah kita menelan airnya" aku sambil melihat air yang ada di botol ku.


__ADS_2