Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 49


__ADS_3

POV Gilang.


"Ya, manusia serakah itu sudah mengorbankan kita yang katanya dia anggap sebagai sahabat terbaik dia" sahut hantu pendaki yang lain.


"Dia bahkan mengorbankan persahabatan yang sudah kita jalin sejak lama, dia sudah menumbalkan kita berempat" ucapnya penuh dengan amarah.


"Bahkan lebih parahnya setelah kejadian itu dia tidak pernah lagi datang kesini walaupun hanya sekedar mencari tahu kabar kita berempat, begitu mudahnya dia melupakan persahabatan yang sudah kita bangun sejak lama" jawab temannya.


Bagaimana mungkin mereka bisa mati dengan tenang sedangkan dalam diri mereka sudah di kuasai oleh api dendam yang membara bahkan siap menghanguskan mereka semua kapan pun saat mereka lengah.


"Mana mungkin dia kembali ke tempat ini, dia tidak akan pernah peduli dengan nasib kita dan ingat dia bukan lagi sahabat kita saat dia mengambil keputus untuk meninggalkan kita di gunung larangan ini dan itu sama saja dia telah mengorbankan kita semua"


ucapnya lagi.


Dari tadi aku hanya menyimak ucapan mereka berempat, sepertinya mereka memang sudah buta akan dendam dan mereka benar-benar maralh dengan seseorang yang sudah mereka anggap sebagai nantan sahabat. sepertinya mereka berempat benar-benar tidak bisa memanfaatkan


kesalahan mantan temannya itu.


"Aku tidak terlalu paham dengan ucapan mereka apa mungkin mereka ditinggalkan oleh temannya di dalam gunung larangan ini lalu kemana teman


mereka saat ini" aku bingung memikirkan ucapan mereka tentang mantan sahabatnya itu.


"Apa mungkin kisah mereka sama seperti aku dan tenman-teman ku mereka dulu mendaki berlima dengan temannya lalu mereka mendaki gunung larangan ini dan mereka tersesat di gunung larangan ini, lalu teman mereka sama sepertiku dia keturunan asli warga gunung larangan ini, dan dia mendapatkan kesempatan untuk keluar dari gunung larangan ini seperti aku kemarin tapi dia menerima tawaran itu dan akhirnya dia keluar dari gunung larangan ini lalu dia meninggallkan teman-teman dia di gunung larangan ini padahal mereka semua sangat


membutuhkan bantuannya" aku berpikir dalam hati.


"Kalau memang betul ceritanya seperti itu, benar saja kalau mereka berempat menyimpan dendam yang


sangat besar terhadap teman mereka itu" aku bermonolog sendiri.


Kalau kemarin aku mengambil keputusan untuk meninggalkan teman-teman ku dan menerima taw

__ADS_1


dari kakek buyut ku maka teman-teman ku akan merasakan hal yang sama seperti yang para hantu pendaki itu alami, mereka pasti juga akan sangat


membenci ku dan mereka juga akan membawa dendam itu sampai mati sama persis seperti hantu pendaki itu, tapi aku sudah berjanji pada diriku


sendiri sampai kapanpun dan apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan mereka di gunung larangan ini, kalau pada akhirnya kita


harus mati maka kita akan mati sama-sama di gunung larangan ini agar arwah kita bisa tenang dan tidak akan bernasib sama seperti mereka berempat.


Aku tidak akan pernah melupakan janjiku kepada para sahabatku, tidak akan pernah sampai kapanpun aku akan berusaha sebisaku untuk melindungi


mereka semua dan aku ingin kita bisa berteman sampai mati agar tidak ada dendam diantara kita.


"Sebentar lagi kita akan bisa keluar dari gunung larangan ini dan kita bisa bebas kemana saja setelah ini dan itulah saat yang sangat aku tunggu-tunggu kita akan mencari manusia laknat itu sampai


dapat dan setelah itu aku berjanji akan membalaskan dendam yang selama bertahun-tahun ini kita simpan dengan rapat" dia berucap secara


menggebu-gebu.


Aku tau hati mereka sangat sakit terhadap temannya, tapi mereka melakukan hal yang salah dan tidak


Aku menelisik ke arah gua tempat mereka menyembunyikan Heni, aku belum bisa melihat dengan jelas karena gua itu sangatlah gelap, apa lagi posisi ku saat ini berada agak jauh dari mereka,


jadi aku tidak bisa melihat dengan jelas kearah gua itu.


"Dimana Heni kenapa dia tidak terlihat sama sekali, atau mungkin penglihatan ku yang tidak jelas karena gua itu memang sangat gelap dan tidak ada penerangan sama sekali" aku celingukan melihat ke arah gua itu.


"Gimana kita cari mereka sekarang apa gimana" mereka berdiskusi untuk mencari apakah harus mencari kita saat ini.


"Sebentar lagi gelap jadi kita akan mencari mereka, kita akan menyamar menjadi wanita itu untuk mengecoh teman-teman nya" ternyata mereka


sangat yalkin dengan keputusan nya.

__ADS_1


Aku masih menunggu mereka di tempat ini, aku masih terus memantau aktivitas mereka berharap mereka cepat pergi dan aku bisa segera menyelamatkan Heni dari tempat ini.


"Sialan banyak banget sih nyamuknya" gerutu ku sambil menggaruk tubuhku yang terasa gatal karena digigit oleh nyamuk.


"Ayo kita pergi sekarang sepertinya hari sudah mulai gelap jadi kita bisa mengubah diri kita menjadi seperti wanita itu" mereka berdiri dan mereka juga bersiap-siap untuk mengubah wujud mereka menjadi Heni.


Aku terus memperhatikan mereka dan ternyata benar tidak lama setelah itu mereka kompak berdiri lalu mereka bisa berubah menjadi Heni, sangat mirip sekali dan mereka tidak ada bedanya sama sekali, kini mereka berempat sudah menyamar menjadi


Heni itu artinya teman-teman ku yang lain mereka semua dalam bahaya aku harus segera mengeluarkan Heni dari tempat ini.


Mereka lalu pergi dari tempat ini dan mereka ternyata mulai berpencar untuk menemukan teman-teman ku


semoga saja usaha mereka gagal dan semoga teman-teman ku tidak terkecoh dengan penampilan mereka yang kini sangat mirip dengan Heni.


Saat memastikan kalau mereka semua sudah mulai menjauh, aku mengendap-endap masuk ke tempat


persembunyian mereka tempat pertama yang aku datangi adalah gua yang mereka jadikan tempat untuk menyandera Heni.


Saat aku ke gua itu kesan pertama yang aku lihat hanyalah gelap aku bahkan tidak bisa melihat apapun di dalam gua itu karena saking gelapnya


lalu aku semakin mendekat ke arah gua itu dan melihat lebih dekat dan saat aku perhatikan lebih jelas lagi ternyata benar Heni ada di dalam sana, dia sedang duduk meringkuk sambil memeluk lutut


sepertinya dia memang sangat ketakutan saat ini.


"Heni ini aku" aku memanggilnya.


"Gilang itu kamu? akhirnya kamu datang juga" Ucapnya sambil tersenyum kearah ku.


"Akhirnya kamu datang sendiri jugabtanpa kita bersusah payah untukbmencari mu" terdengar suara dari belakang ku lalu aku menengok.


"Kalian" ternyata itu adalah hantu pendaki itu.

__ADS_1


"Cepat masukkan dia ke dalam penjara ini lalu kita akan mencari temannya yang lain" mereka lalu


memegang kedua tangan ku aku sudah meronta-ronta tapi ternyata tenaga mereka jauh lebih kuat dibandingkan dengan ku.


__ADS_2