
Pasti saat itu Yanti akan menangis menahan rindu, jadi sekarang dia akan memuaskan waktu yang tersisa bersama Gilang dan teman-temannya.
"'Suatu saat nanti, aku akan merindukan saat-saat seperti ini, saat-saat kebersamaan ku bersama
kalian, karena sebentar lagi mereka akan keluar dari gunung larangan ini dan mungkin saja mereka tidak akan kembali karena pasti mereka punya kesibukan masing-masing," Yanti berkata sambil melihat wajah mereka satu persatu.
Itu membuat hati Yanti seperti teriris, perpisahan itu belum terjadi tapi dia sudah merasakan kesedihan yang sangat mendalam, apalagi kalau perpisahan itu
akan benar-benar terjadi dan saat Yanti melihat mereka semua pergi betapa sakit hati Yanti saat itu.
"Walaupun sangat berat melepas kalian semua untuk pergi, tapi aku akan terus berusaha semampu aku untuk membantu kalian keluar dari gunung larangan ini," Yanti bermonolog,
Malam semakin larut dan Yanti masih berjaga untuk melindungi Gilang dan temnan-temannya agar tidak ada yang tiba-tiba menyerang mereka semua.
Dalam mimpinya Gilang bermimpi bertemu dengan hantu pendaki, tapi mereka tidak lagi mengejar Gilang seperti biasanya, mereka datang dengan baik-baik untuk menemui Gilang.
"Kalian," Gilang berusaha untuk berlari karena takut akan di tangkap oleh hantu pendaki seperti Heni.
"Tunggu, kami tidak punya niat jahat sama kamu sedikitpun, kami datang untuk meminta maaf karena
kami semua telah menyakiti kalian dan kamu bahkan berniat jahat kepada kamu dan teman-temanmu," ucap salah satu hantu pendaki yang sudah ditemukan mayatnya.
"Maksud kalian apa, kalian tidak mau menangkap aku dan mengejar aku untuk kalian jadikan tumbal di air terjun merah," Gilang terlihat kebingungan karena hantu pendaki berubah baik.
"Maafkan kami, kami benar-benar menyesal karena sudah berbuat salah kepada kalian, tapi kenapa kalian masih mau menolong kami padahal kami
sudah banyak sekali berbuat salah kepada kalian," sambil terisak.
Keempat hantu pendaki itu menangis terisak dan mereka mendekati Gilang, Setelah itu mereka memeluk Gilang sambil terus meminta maaf, terlihat sekali penyesalan di wajah mereka semua, sekarang mereka sudah sadar atas semua kesalahan yang pernah mereka perbuat.
"Tidak apa-apa aku sudah memaafkan kalian semua, dan walaupun kalian pernah berbuat jahat tapi kami
__ADS_1
sudah memaafkan kalian, karena kami tahu kalian itu hanya terpaksa melakukan itu karena kalian ingin
segera terbebas dari jeratan penguasa gunung larangan ini, kalian tersiksa disana, bahkan kalian di jadikan budak dan kalian di perlakukan seperti
binatang," Gilang melepaskan pelukan mereka karena dia tahu mereka sudah menyesali semuanya.
Mereka sangat tulus saat meminta maaf, dan Gilang sudah lama memaafkan mereka, dan melupakan semua kejahatan mereka kepada dia dan teman-temannya.
"Kamu akan bisa keluar dari gunung larangan ini setelah berbasil mengalahkan penguasa gunung
larangan, bebaskan gunung ini dari iblis jahat seperti dia, jangan biarkan dia terus merajalela dan terus mencari tumbal manusia, kamu harus mengalahkan dia, agar gunung ini kembali aman untuk manusia, banyak sekali yang dapat di manfaatkan oleh
manusia di gunung larangan ini," hantu pendaki itu memberikan pesan kepada Gilang melalui mimpi.
"Tapi bagaimana caranya agar aku bisa mengalahkan penguasa gunung larangan, aku hanya manusia biasa dan aku pasti akan kalah karena dia
memiliki ilmu yang bahkan jauh lebih tinggi dariku, jadi mustahil sekali kalau sampai aku bisa mengalahkan dia begitu saja," Gilang merasa bahwa dia tidak mampu untuk mengalahkan penguasa
Gilang terlihat cemas dan bingung, apa mungkin dia harus mengalahkan penguasa gunung larangan agar dia bisa keluar dari gunung larangan ini, apalagi
dia itu sangat kuat dan jahat, bahkan dia juga pasti sangat licik karena dulu dia telah berhasil merebut gunung larangan ini dari penguasanya yang dulu sangat baik.
"Kami yakin kamu pasti bisa, kamu bisa mengalahkan dia tapi memang membutuhkan kekuatan yang besar juga untuk mengalahkan dia, karena dia itu licik dan jahat," ucap hantu pendaki itu.
"Kalian sendiri tahu kalau dia itu jahat dan licik, mana bisa aku yang manusia biasa bisa mengalahkan
penguasa gunung larangan, anak buahnya saja sangat susah untuk di taklukkan apalagi dia," Gilang sudah pesimis terlebih dahulu.
Mungkin dia tidak percaya kalau dia bisa mengalahkan penguasa gunung larangan, itu pasti sangat berbahaya mangkanya dia ingin langsung keluar dari gunung larangan setelah menguburkan jenazah para pendaki gunung larangan.
Dia juga tidak mau mengambil resiko yang lebih besar lagi, dia takut kalau teman-teman dia ada dalam bahaya, karena penguasa gunung larangan itu pasti akan berusaha untuk menjadikan mereka tumbal juga.
__ADS_1
"Percayalah kalian pasti tidak akan bisa keluar dengan mudah kalau kalian tidak mengalahkannya terlebih dahulu, apalagi dia sudah mengutus semua anak buahnya yang kuat untuk berjaga di pintu keluar gunung larangan ini, jadi kalian akan susah untuk keluar," kata hantu pendaki itu lagi.
"Sebenarnya dia masih ada bantuan dari manusia biasa, jadi dia akan terus mendapatkan tumbal atas bantuan manusia itu," kata hantu pendaki.
"Jadi maksud kalian ada manusia yang sengaja bekerjasama dengan penguasa gunung larangan ini dan memberikan dia tumbal manusia," tanya
bekerjasama dengan penguasa gunung larangan," mereka kembali menjelaskan.
"Lalu siapa Manusia yang kalian maksud, tolong beritahu aku agar masalah ini segera selesai," Gilang
berharap dia akan segera mengetahui semuanya.
Daarr
Terdengar seperti bunyi ledakan dari arah belakang Gilang, sontak Gilang langsung melihat ke belakang dan memastikan benda apa yang tiba-tiba meledak tepat di belakang dia.
"Suara apa itu," sambil membalikan badannya.
Tapi anehnya saat dia melihat ke belakang sama sekali tidak ada apa-apa, dia melihat ke sekeliling juga tidak ada tanda-tanda benda yang baru saja
meledak, lalu dia kembali ke arah hantu pendaki itu berada, sontak Gilang kaget karena hantu pendaki sudah tidak ada di depannya, hanya kosong tidak ada apapun.
"Sialan" ucap Gilang.
Dan tiba-tiba Gilang langsung bangun dari tidurnya, dia langsung menarik nafas dalam-dalam, dan dia langsung mengambil botol minum, dia meminum air lumayan banyak lalu Yanti menghampiri Gilang karena dia penasaran dengan sikap Gilang yang tiba-tiba aneh.
"Kamu kenapa sih, kok tiba-tiba aneh gitu orang baru bangun juga," tanya Yanti.
"Tadi aku mimpi bertemu dengan hantu pendaki, dan dia menyuruh aku untuk mengalahkan penguasa gunung larangan agar aku bisa keluar dari gunung larangan ini dengan aman, dia juga memberitahu aku kalau ternyata ada manusia yang bekerjasama dengan penguasa gunung larangan untuk
mencarikan dia tumbal, mangkanya dia selalu bertambah ilmunya karena dia selama ini selalu mendapatkan tumbal, " Gilang menjelaskan kepada Yanti.
__ADS_1