
Aku dan Sasa langsung terdiam mendengar ucapan Yanti, kenapa juga aku jadi bertengkar sama Sasa kan gak ada gunanya sama sekali, ngapain
ngurusin Sasa.
"Iya kamu benar Yan, ngapain aku ladenin si Sasa seharusnya aku diam saja gak perlu balas omongan Sasa kan gak ada gunanya sama sekali"" aku
membuang muka agar tidak melihat Sasa.
"Ngomong apa Lo tadi, kan Lo sendiri yang mulai" Sasa masih berkacak pinggang dan melihat ku dengan amarah.
Tapi aku tidak peduli sama sekali karena kalau aku jawab yang ada aku berantem lagi sama Sasa jadi lebih baik aku diam saja pura-pura gak dengar
omongan dia, pasti nanti dia akan diam sendiri.
"Udah, lebih baik sekarang kalian siap-siap dan kita akan melanjutkan perjalanan untuk mencari teman-teman kalian yang dua itu, kita jalan sekarang
saja terus kalau matahari sudah terbenam kita istirahat terus kalian bisa makan malam sambil istirahat sebentar nah, habis itu kita bisa cari mereka lagi" ucap Yanti beri kita bersemangat.
"Kamu benar Yan, kita mulai sekarang saja, aku mau kita cepat menemukan mereka dimana pun
mereka berada" aku menimpali ucapan Yanti.
"Ya sudah, ayo kita siap-siap untuk berangkat sekarang juga, jangan sampai kita terlambat kita harus gerak cepat" juga setuju dengan pendapat Yanti.
Lalu aku dan Sasa membereskan semuanya memasukkan botol air lalu menaruh tas ransel di pundak setelah itu kita memastikan kalau tempatnya sudah bersih, karena tidak baik membuang
sampah sembarangan walaupun di atas gunung sekalipun, kita harus menjaga alam jangan sampai alasan untuk menikmati alam berubah menjadi
merusak alam saat kita meninggalkan sampah di atas gunung.
"Kita harus kearah mana Yan, kita harus benar-benar cepat sebelum Gilang tertangkap oleh hantu pendaki itu, pokoknya kita harus bisa berkumpul dengan mereka lagi" aku bertanya dengan Yanti memastikan kalau dia tau arah yang akan kami tuju.
__ADS_1
"Kita kearah Utara, lurus terus pokoknya kita tinggal mengikuti arah jalan setapak itu, dan ingat kalian
jangan berbuat yang tidak baik karena ini masih di gunung larangan, jangan gegabah kalau melihat apapun arena di depan sana pasti akan sangat banyak gangguan dan mereka akan selalu
berusaha untuk mengecoh kalian, ingat itu ya" Yanti menunjukkan arah dan memberikan nasihat untuk aku dan Sasa.
"Iya Yan kita akan lebih berhati-hati karena hantu pendaki itu bisa berada di mana saja" jawabku.
"Bukan hanya itu, tapi mereka bisa berubah menjadi apa saja, mereka bisa merubah diri menjadi teman-teman kalian untuk mengecoh kalian berdua,
jadi kalian jangan mudah percaya terutama kamu Sa walaupun kamu sangat ingin bertemu mereka tapi kamu juga harus berpikir jernih jangan sampai
kamu tertipu" Yanti terus memberikan nasihat untuk aku dan Sasa.
Aku semakin berpikir apa mungkin di depan sana kami akan menghadapi rintangan yang lebih besar dari sebelumnya, tapi apapun itu tidak akan menyurutkan semangat kami, karena kami sudah berjanji apapun yang terjadi kami akan tetap mencari mereka dan kita juga harus berkumpul seperti
semula, setelah itu baru kita memikirkan cara untuk keluar dari gunung larangan ini.
"Kenapa sepertinya tempat yang akan kita lalui sangat menyeramkan Yan, dan kenapa ditempat yang sebelumnya kamu tidak pernah berkata seperti itu" Sasa bertanya kepada Yanti mungkin dia sudah parno duluan.
"Iya karena kita sekarang akan pergi ke sarang mereka hantu pendaki yang akan menangkap kalian, kan tadi aku udah kasih tau kalau teman-teman
kalian ada di tempat hantu pendaki itu, jadi mau tidak mau kita akan kesana" ucap Yanti dengan sangat serius.
Saat aku melihat Sasa tiba-tiba wajahnya terlihat pucat pasi, aku tau dia sedang ketakutan, mungkin dia akan membayangkan apa yang akan terjadi
nantinya, tapi aku tau Sasa berusaha untuk menyembunyikannya dari aku dan Yanti.
"Kenapa, apa kamu takut sa, kalau kamu takut ya sudah kamu tunggu disini saja biar aku dan Andi yang pergi kesana untuk menjemput teman-teman kalian" Yanti mengejek Sasa.
"Enak saja, kamu mau ninggalin aku disini, gak mau pokoknya apapun yang terjadi aku akan tetap pergi kesana, karena aku yakin selama kita bertiga
__ADS_1
selalu bersama tidak akan terjadi apa-apa dan kita harus saling menjaga satu sama lain" Sasa berucap dengan penuh keyakinan, memang itu yang
seharusnya terjadi kita tidak boleh patah semangat apapun yang terjadi.
"Udah ayo jalan, nanti malah kelamaan lagi, jangan buang-buang waktu karena sekarang ini waktu
menjadi hal yang sangat berharga untuk kita, semakin cepat kita menemukan keberadaan mereka semakin cepat pula kita bisa keluar dari gunung larangan ini" aku menyemangati mereka berdua.
Lalu kita bertiga berjalan dengan posisi Yanti di depan, Sasa ditengah, sedangkan aku dibelakang, saat ini yang terpenting adalah kami harus saling
menjaga satu sama lain, dan tidak boleh lengah dalam kondisi apapun.
"Kok jalan disini beda sendiri ya hanya ada pohon di sekitar sini tidak ada semak belukar yang panjang sama sekali" aku bertanya kepada Yanti.
"Jelas saja berbeda ini kan yang akan kalian datangi sarang hantu bukan tempat yang biasa, pasti mereka mencari tempat yang nyaman untuk tinggal, kan
kalian tau sendiri waktu hidup mereka itu pendaki, jadi instingnya sampai sekarang juga masih tetap sama gak ada bedanya sama sekali" Yanti menjelaskan.
"Oh gitu ya, itu alasannya kenapa disini sangat berbeda dari hutan yang sudah kita lewati selama beberapa hari ini" Sasa menimpali ucapan Yanti.
"Tapi saat kita sudah dekat dengan tempat mereka maka kalian akan menemukan rumput ilalang yang sangat tinggi di dekat rumah mereka" ucap Yanti.
Aku dan Sasa berpikir kenapa di dekat rumah mereka banyak ilalang yang tinggi Padahal jalan menuju kesana tidak ada rumput ilalang sanma sekali.
"Kok bisa sih Yan, aku jadi bingung deh sama ucapan kamu barusan" aku menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Bagaimanapun mereka adalah hantu, jadi mereka akan mencari tempat persembunyian yang aman dan tidak terlihat oleh siapapun, jadi rumah mereka itu dikelilingi ilalang tidak agar tidak ada yang melihatnya, gitu aja kamu gak tau" Yanti malah mengejekku.
"Oh gitu ya Yan, aku baru tahu loh tentang semua ini kalau kamu gak ngasih tau ya aku gak bakalan tau dong" jawabku.
Kami terus melanjutkan perjalanan menyusuri hutan, cuaca hari ini masih agak panas walaupun tidak sepanas tadi siang, tapi sudah bisa membuat tubuhku penuh dengan keringat.
__ADS_1