
Badanku benar-benar terasa sangat gatal, apa mungkin tadi disana banyak sekali semut tapi aku tidak memperhatikannya sampai tubuh ku
benar-benar sangat gatal seperti ini.
Aku masih menggaruk tubuh ku yang terasa sangat gatal dan perih, tapi aku tidak diam begitu saja aku masih terus mengawasi mereka berdua dan setelah mereka sudah agak jauh maka aku akan kembali nengikuti mereka berdua seperti tadi lagi.
Tapi kali ini aku harus lebih berhati-hati lagi dan aku akan mengikuti mereka berdua dari jarak yang agak jauh agar mereka tidak curiga seperti tadi lagi, aku harus aman dulu dari mereka barunaku bisa menyelamatkan Heni.
"Mereka sudah agak jauh dan mereka juga sudah tidak melihat ke belakang lagi seperti tadi, jadi itu artinya aku sudah aman dan sudah saatnya
lanjut mengikuti mereka berdua lagi" aku bermonolog.
"Biarlah tubuh ini masih terasa sangat gatal, aku harus segera menyelamatkan Heni, rasa gatal ini
tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit yang akan aku dan teman-teman ku alami kalau sampai kita semua tertangkap oleh hantu pendaki itu"
ucapku lagi sambil garuk-garuk badan.
"Kamu tenang saja Hen aku akan segera datang untuk menyelamatkan kamu dari mereka, aku akan melakukan apapun demi menyelamatkan kamu dan
teman-teman kita yang lainnya" aku memberi semangat pada Heni walaupun dia tidak bisa mendengar suara ku tapi aku tau dia pasti bisa merasakan nya.
Aku hanya berharap Heni baik-baik saja, semoga Heni tidak sedih dan tidak ketakutan disana, kasihan dia disana sendirian pasti hantu pendaki itu
memperlakukan Heni dengan tidak baik.
Hantu pendaki itu memang jahat tapi aku tau mereka juga melalkukan ini karena perintah dari penguasa gunung larangan ini, tapi mereka juga salah
karena mereka telah menyimpan dendam sampai akhir hayatnya sehingga membuat jiwa mereka tidak tenang dan masih terombang-ambing di alam yang
semestinya bukan tempat mereka lagi.
__ADS_1
Aku tau pasti ada alasannya kenapa mereka begitu dendam dengan salah satu temannya, mungkin dia telah melakukan kesalahan yang fatal sehingga mereka sangat membencinya dan membawa dendam itu sampai mereka mati.
"Apa mungkin nanti kalau kita tertangkap oleh hantu pendaki itu dan dijadikan tumbal oleh penguasa gunung larangan ini teman-teman ku akan membenciku sama seperti hantu pendaki itu yang sangat membenci temannya" aku bermonolog.
Tiba-tiba aku merasa sangat sedih jika mengingat kejadian kemarin saat aku mengajak teman-teman ku untuk berlibur di gunung larangan ini, andai aku bisa memutar waktu aku tidak akan pernah mengajak mereka kesini dan andai aku mendengarkan nasilhat dari nek Ngah pasti ini semua tidak akan pernah terjadi.
"Tapi pantas saja jika mereka akan membenciku karena aku yang mengajak mereka untuk mendaki di gunung larangan ini, harusnya aku tidak
melakukannya aku benar-benar bodoh" aku merutuki diriku sendiri.
Aku harus bisa menenangkan diriku aku harus bisa lebih tenang agar bisa fokus untuk mengikuti dua hantu pendaki itu agar segera menyelamatkan
Heni dari cengkeraman hantu pendaki yang jahat itu.
Aku masih berfikir dimana posisi teman-teman ku yang lain, apa mereka masih hidup atau mungkin mereka sudah tidak ada, sungguh pikiran jelek
ini malah menguasai diriku aku tidak bisa membayangkan kalau sampai teman-teman ku tidak bisa bertahan hidup di gunung larangan ini maka aku
tidak akan pernah bisa memaafkan diri ku sendiri sampai kapanpun.
benar-benar orang yang sangat baik sekali dan aku tidak akan pernah bisa melupakan mereka berempat, sampai kapanpun mereka berempat akan
menjadi sahabat terbaik ku.
Apapun yang terjadi nantinya aku akan melakukannya apapun yang penting mereka bisa keluar dari gunungblarangan ini dengan selamat tanpa kekurangan apapun.
Kalau ada pilihan maka aku lebih memilih untuk menyerahkan diri ku asal keempat sahabatku bisa selamat dari kejaran hantu pendaki itu, aku tidak
mau mereka bernasib sama seperti yangbdialami oleh hantu pendaki itu, merekabmenjadi budak dan bergentayangan di gunung larangan ini.
"Oh ya, apa mungkin hantu pendaki itu menjadi seperti ini karena mayat mereka tidak di kuburkan secara layak, mangkanya mereka terus
__ADS_1
bergentayangan dan mencari mangsa untuk menggantikan posisi mereka" aku bermonolog sendiri.
"Biar nanti saja aku bertanya pada kakek buyut ku mungkin dia tau jawaban dari pertanyaan ku dan dia juga pasti tau asal usul dari hantu pendaki
yang bergentayangan di gunung larangan ini, sekarang yang lebih penting aku harus menyelamatkan Heni" kataku lagi.
Aku terus mengikuti langkah mereka dari belakang, dan aku mengikuti mereka berdua tapi dengan
jarak yang cukup jauh dan Alhamdulillah merelka tidak menyadaribkeberadaan ku saat ini dan mereka
masih cuek aja berjalan dan entah maubkemana mereka.
Aku selalu bersembunyi saat mereka menengok ke belakang, jadi aku harus bisa membaca pergerakan tubuh mereka karena mereka melakukan
apapun tanpa aba-aba jadi aku yang harus lebih pintar saat menghadapi mereka, apalagi mereka ini bukan manusia tapi mereka adalalh hantu yang
berbentulk manusia sama seperti ku.
Mungkin orang yang tidak teliti merasakan tidak ada yang aneh dengan mereka para hantu pendaki, karena mereka berjalan biasa dan normal seperti manusia pada umumnya, tapi kalau kita sangat jeli dan mengamati mereka dengan seksama, mereka itu bisa berubah setiap waktu, kadang kaki mereka tidak nampak di tanah kadang juga kaki mereka terlihat biasa sama seperti manusia normal pada umumnya,
lalu wajah mereka juga kadang bisa berubah seperti sangat hancur dan penuh darah tapi kadang juga berwajah asli seperti manusia hanya saja mereka
terlihat pucat pasi seperti mayat hidup.
"Kamu yakin kita akan berhasil" tanya hantu pendaki itu pada temannya.
"Aku yakin, kalaupun kita tidak menemukan teman-teman nya yang lain pasti mereka juga akan mati di gunung larangan ini sama seperti kita, mereka tidak akan bisa keluar dari gunung larangan ini karena pintu keluar sudah dijaga oleh anak buah penguasa gunung larangan ini, mereka tidak akan bisa melihat letak pintu keluar itu dan mereka hanya akan berputar-putar di gunung larangan ini" ucapnya sambil tertawa senang.
"Tapi bagaimana kalau mereka mampu bertahan hidup di dalam gunung larangan ini" tanya temannya
lagi.
__ADS_1
"Jangan bodoh, dulu kita juga bernasib sama seperti mereka mana mungkin ada manusia yang bisa bertahan hidup lama di dalam gunung larangan ini, belum lagi gangguan yang akan mereka alami dari penghuni gunung larangan ini mereka pasti tidak
akan selamat" jawabnya