Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 104 Orang Ketiga


__ADS_3

Yanti yang melihat Sasa seperti itu langsung tersenyum karena Sasa sudah lebih baik dan tidak emosi lagi seperti tadi, walau bagaimanapun Yanti lah yang membuat Sasa seperti itu, dia yang telah menanamkan rasa benci di hati Sasa.


"Dan kamu yanti, aku harap kamu masih mau membantu kami untuk menyelamatkan gilang dan anton agar mereka bisa segera keluar dari alam gaib" andi melihat kearah yanti berharap yanti masih mau membantu mereka karena bagaimanapun selama ini yanti lah yang membantu mereka.


"Pasti, kalian jangan khawatir aku pasti akan membantu kalian, kita harus bekerjasama untuk menolong Gilang dan Anton, oh iya sekarang mereka berada di tempat aman dsn gilang juga sudah bertemu dengan Anton, tapi." Yanti terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya dan itu membuat mereka bertiga semakin penasaran.


"Tapi apa Yan, kenapa tidak kamu lanjutin, kabar baik dong kalau Gilang sudah bertemu dengan Anton, tinggal mereka mencari jalan keluar saja agar bisa segera keluar" Andi merasa senang karena kedua sahabatnya sudah berkumpul.


"Iya, tapi tidak semudah itu Ndi, banyak sekali yang menginginkan Gilang di alam itu, jadi Gilang sekarang lagi dalam bahaya bahkan Gilang sekarang sedang terluka parah, tapi kalian tenang saja karena disana ada yang membantu Gilang" Yanti menjelaskan semua yang terjadi kepada Anton dan Gilang di alam gaib.


"Apa, Gilang terluka. Tapi bukankah waktu itu kamu bilang Anton disana aman karena tidak akan ada yang menganggunya, tapi kenapa mereka malah menyerang Gilang" Andi masih belum puas dengan jawaban Yanti itu


"Iya itu untuk Anton, tapi berbeda dengan Gilang mangkanya waktu itu aku sudah memperingatkan Gilang agar dia berhati-hati dan aku juga sudah


memperingatkan kalau disana itu sangat berbahaya dan pasti banyak yang akan menghalanginya" Yanti kembali menjelaskan.


"Apa mereka menyerang Gilang karena hanya Gilang yang bisa membawa Anton keluar, sedangkan mereka tidak menyerang Anton karena walaupun tidak diserang, Anton juga tidak akan bisa keluar" Heni ikut bicara.


"Betul sekali, memang seperti itu" jawab Yanti.


Ditempat lain kakek dan Anton sudah berjalan cukup jauh untuk mencari tempat yang lebih aman karena mereka tau jin lain akan kembali datang untuk


menyerang mereka, jadi mereka harus mencari tempat untuk bersembunyi agar bisa menyembuhkan luka ditubuh Gilang agar Gilang bisa kembali sadar.


Lama berjalan akhirnya mereka menemukan tempat yang benar-benar aman dan jauh dari jangkauan jin jahat, jadi di tempat itu si kakek bisa leluasa


untuk menyembuhkan luka Gilang, setelah sampai si kakek langsung merebahkan tubuh Gilang di tanah.


"Akhirnya sampai juga, gimana apa kamu lelah, kalau kamu lelah minun dulu air ini agar tenaga kamu kembali pulih karena setelah ini kita akan menghadapi sesuatu yang lebilh bahaya lagi, jadi usahakan badan kamu tetap sehat dan tenaga kamu harus mencukupi" kakek bicara dengan Anton


lalu menyerahkan air untuk diminum Anton.

__ADS_1


"Terimakasih kek, saya akan meminum air ini dan saya akan berusaha sekuat saya untuk melawan


apapun nanti yang akan menghadang kita" Anton bicara dengan sangat sopan.


Lalu kakek berusaha untuk menyembuhkan Gilang dengan kekuatan yang dia miliki saat ini, dengan izin


Allah dengan kekuatan kakek akhirnya Gilang bisa sadar walaupun kondisinya masih lemah tapi Gilang masih bisa duduk sendiri.


"Kek, dimana saya saat ini kek apakah saya sudah tidak selamat" Gilang kebingungan saat pertama kali


membuka mata.


"Kamu masih hidup cucuku dan kamu aman saat ini, dan kamu libat siapa yang ada di samping kakek" ucap si kakek sambil tersenyumn.


Gilang langsung menengok ke sebelah kakek dan betapa senangnya dia ternyata itu adalah Anton sahabatnya yang sedang dia cari dari tadi pagi, Andi pasti sangat senang melihat Anton sekarang ada di depan matanya.


"Anton, ini beneran elo kan Ton, ya Allah Ton, gue udah khawatir banget takut kalau kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi, gue nyari Lo dari tadi


dengan Gilang sahabatnya.


"Gue juga seneng banget Lang, tadinya gue udah gak punya semangat lagi untuk hidup gue udah benar-benar menyerah sama keadaan gue lelah


berhari-hari disini sendirian bahkan di otak gue ini udah punya pikiran untuk bunuh diri biar gue gak ngerasain sakit lagi, apalagi gue tuh berhari-hari gak


makan sama sekali, udah gak tau lagi deh pokoknya udah mau akhiri semua. Tapi tiba-tiba kakek ini datang dan yang telah menyelamatkan hidup Lo tau


gak" Anton menceritakan sedikit pengalamannya di tempat ini.


"Kek, terimakasih ya karena kakek lah yang terus saja menolong Gilang dalam setiap kesulitan yang Gilang


rasakan'" Gilang langsung tersenyum kearah kakek.

__ADS_1


Sedangkan Anton yang mendengar ucapan si Gilang langsung kebingungan karena ternyata ini bukan pertama kalinya di kakek menolong Gilang saat dia


dalam bahaya.


"Jadi, kakek udah kenal sama Gilang dan ini bukan pertama kalinya kalian bertemu" Anton menatap si kakek dan Gilang secara bergantian.


"Iya ton, kakek udah berkali-kali menolong gue dan gue juga udah kenal dekat dengan kakek, panjang banget deh pokonya ceritanya, nanti kalau ada


waktunya gue pasti akan menceritakan semuanya" kata Gilang sambil tersenyum.


"Tadi kakek juga gak cerita sama saya, cuma diam aja" Anton cemberut.


"Nanti kamu akan tau sendiri kok cu" wajah kakek terlihat sangat tenang. Karena keadaan Gilang yang belum kembali seperti semula dan dia masih sedikit lemas jadi mereka memutuskan untuk istirahat ditempat itu sebentar sampai Gilang benar-benar sembuh karena setelah ini bukan tidak mungkin


akan lebih banyak lagi yang akan menyerang mereka jadi Gilang harus benar-benar menyiapkan dirinya dengan baik untuk menghadapi apapun yang


akan menghalanginya.


"Kita disini dulu tapi kita nanti harus bergerak cepat sebelum malam tiba kita harus sudah keluar dari tempat ini, jadi kita tidak boleh berlama-lama


disini" kakek memberitahu mereka.


"Baik kek, kita biarkan Gilang membaik dulu sebelum kita kembali melanjutkan perjalanan" Anton menimpali.


"Oh iya aku bawa makanan loh waktu kesini, kita makan dulu yuk perutku laper banget nih rasanya,


pengen makan biar gak perih ni perut" Gilang menurunkan tas carrier nya karena dia menyimpan makanan itu di tas itu.


"Wah, ikan besar juga ikannya dari mana kamu dapat ikan sebesar itu Gilang" Anton yang melihat ikan itu malah kembali lapar padahal dia tadi sudah makan, ya wajar saja sih karena selama 3 hari dia tidak menemukan makanan apapun jadi sekarang dia melihat makanan kaya orang yang gak pernah


makan.

__ADS_1


"Nanti kalau kita sudah kembali akan aku ceritakan semuanya, yang penting sekarang kita makan saja dulu karena perutku udah keroncongan banget nih" Gilang sudah tidak sabar ingin makan.


__ADS_2