Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 99 Orang Ketiga


__ADS_3

Anton yang sudah tidak sabar ingin menghabisi makhluk itu langsung menyerangnya tanpa ampun, Anton memang tidak memiliki kemampuan untuk melawan iblis itu karena dia hanya memiliki ilmu beladiri, jadi itu tidak akan bisa mengalahkan iblis jahat itu, tapi kakek tua itu telah mengambil alih raga Anton saat melawan iblis jahat yang mencelakai Gilang.


Anton terlibat sangat marah saat melihat sahabatnya tidak sadarkan diri karena ulah dari jin itu yang telah


menyerang dia tanpa ampun, sekarang Anton akan membalasnya rasa sakit yang diberikan oleh jin jahat itu kepada Anton sahabatnya.


Begitu juga si kakek, dia amat marah melihat cucunya tergeletak tak berdaya karena ulah dari jin jahat itu, jadi saat ini amarah mereka menjadi satu, dan mereka sudah siap untukbmelawan iblis jahat dan membalas dendam atas sakit yang dirasakan oleh Gilang.


"Aku akan membinasakan kamu wahai iblis jahat, kamu telah melukai cucuku, maka kamu akan mendapatkanbrasa sakit yang lebih dari ini" ucap kakek dengan penuh amarah.


"Hahaha.. Kakek tua, ternyata kamu yang selama ini membantu anak ingusan ini dan kamu yang selalu


menggagalkan rencana ku untuk membunuh anak ini, kamu juga yang menggagalkan rencana para penghuni gunung larangan ini untuk menyesatkan


mereka semua, manusia tidak berguna" jin itu tertawa dengan bangganya.


"Siapa yang tidak berguna, kamu atau mereka, karena aku kira disini yang tidak berguna itu kamu wahai jin jahat, bukan cucuku dan temannya, mereka


datang kesini dengan niat baik tapi kalian malah mengganggu mereka bahkan menutup pintu keluar dari gunung larangan ini" si kakek terlihat


sangat marah sekali.


"Hey kakek tua, bukankah kamu sudah tau peraturan yang dibuat oleh raja jin, bahkan kamu sendiri yang


menyaksikan saat raja jin mengeluarkan peraturan itu, lalu kenapa sekarang kamu malah menghalangi tugas kami" jin itu malah menantang.


"Perjanjian setan memang tidakbpernah dibenarkan, kalian merenggut hak setiap manusia untuk menikmati keindahan alam ciptaan Tuhannya, itu


tentu sudah salah, kalian tidak akan pernah tenang dengan cara seperti itu" kakek Gilang selalu membela kebenaran.


"Apa urusan kamu menasihati kami,bkamu sama saja seperti manusia yang lain, dan asal kamu tahu selamanya gunung ini akan menjadi milik kami,


kamu dan manusia yang lain tidak adahak sama sekali, lebih baik sekarang kamu keluar dari tubuh anak itu dan serahkan mereka semua kepadaku,


maka aku akan membiarkan kamu tetap tinggal di gunung larangan ini" jin itu sangat sombong sekali, dia membesarkan ucapannya, memang tidak tahu malu.


"Kalian tidak ada hak sama sekali" ucap kakek lantang.


"Hei kakek tua, bukankah kamu dulu menyetujui semua ini, lalu kenapa sekarang kamu mempermasalahkan ini semua" ucap jin itu.

__ADS_1


"Aku tidak pernah menyetujui semua itu, dan asal kamu tahu anak itu adalah keturunan ku yang seharusnya tidak kalian sentuh sama sekali, tapi


kamu malah mencelakai dia" kakek menunjuk Gilang.


"Salah sendiri dia malah menghalangi niat kami, urus saja sendiri" Ucap si kakek.


Kakek lalu menyerang jin itu menggunakan tubuh Anton, pertarungan itu terlihat sangat sengit, kakek dan jin itu memiliki kekuatan yang sama hebatnya, lalu kakek itu mengeluarkan tasbih yang besar lalu dia membacakan sesuatu yang membuat iblis itu menutup telinganya karena kepanasan.


"Berhenti kamu Kakek tua sialan, atau aku akan membunuh kamu beserta cucu mu sekalian biar kalian mati sama-sama" teriak jin itu.


Kakek kembali menyerang jin itu, dia memukul perut jin itu, lalu jin itu terhuyung ke belakang tapi itu tidak


membuat dia jera, malah dia semakin garang menyerang si kakek dan kakek juga tidak menyerah begitu saja dia kembali berusaha untuk memukul jin itu dengan kekuatan penuh yang dia miliki.


"Sepertinya aku harus memukul tepat di jantung dia agar dia mati, mungkin hanya itu yang bisa aku


lakukan saat ini" gumam kakek dalam hati.


Jin itu mulai kwalahan menangkis serangan yang kakek itu berikan, dia terlihat kelelahan karena tadi dia juga bertarung dengan Gilang, sedangkan


Gilang juga bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan.


dan mengangkat tubuh Gilang, sehingga sekarang Gilang berada di cengkram dia.


"Lepaskan cucuku, kalau tidak aku akan langsung membunuh kamu saat ini juga" teriak kakek.


"Silakan kalau kamu mau membunuhku, maka aku juga akan mematahkan kepala cucumu, hahaha"


dia tertawa dengan liciknya.


"Sadar Lang, ayo sadar dan lawan jin jahat itu jangan biarkan pengorbanan kamu selama ini sia-sia" teriak si kakek.


"Untung saja aku punya pikiran seperti ini, karena saat ini tenagaku sudah terkuras habis jadi aku tidak bisa melawan kakek tua itu, kalau aku terus memaksa maka aku akan mati konyol ditangannya" jin itu berkata dalam hati.


Sifat semua jin itu sama, selain mereka sangat suka menyesatkan manusia mereka juga sangat licik sekali, banyak tipu muslihat yang mereka lakukan untuk mengelabuhi manusia, makanya mereka sudah dipastikan akan kekal di neraka dan hanya tinggal


menunggu waktunya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti cucuku jin laknat, awas kalau sampai dia terlalu aku pasti langsung membunuh kamu tanpa ragu" kakek

__ADS_1


terlihat sangat marah.


"Hahaha, dasar bodoh kakek tua bangka gak tau diri, aku akan melaporkan perbuatan kamu ini kepada


raja jin, bersiap saja kamu kakek tua" jin itu langsung pergi menghilang dan menjatuhkan tubuh Gilang, lalu dengan sigap si kakek menangkap tubuh cucunya itu sebelum luka ditubuh Gilang semakin parah.


Lalu si kakek keluar dari tubuh Anton, dan seketika Anton langsung ambruk mungkin saja dia kelelahan karena tubuhnya habis bertarung dengan jin jahat tadi.


"Apa kamu baik-baik saja nak, kakek akan mengobati kamu dan setelah ini kamu akan sembuh seperti sedia kala, kakek berjanji setelah ini mereka tidak


akan lagi bisa mencelakai kamu" kakek menangis dihadapan tubuh Gilang.


"Kek, apa Gilang baik-baik saja dia sepertinya sangat lemah, lebih baik sekarang kita bawa Gilang pergi dari sini dan setelah itu kita bisa obati luka yang


ada ditubuh Gilang'" ucap Anton sambil menenangkan si Kakek yang sedang menangisi tubuh Gilang.


"Kamu benar nak, kita lebih baik menyelamatkan Gilang sekarang, kakek akan membawa dia, kamu ikuti saja kakek dari belakang karena kita tidak


mungkin bisa keluar dari sini sebelum Gilang sadar, hanya Gilang yang bisa membantu kamu keluar dari tempat ini" ucap si kakek dan langsung berdiri untuk menggotong tubuh Gilang.


"Kek. biar Anton saja yang menggotong tubuh Gilang kakek kan sudah tua jadi pasti kakek kwalahan


nantinya, jadi biarkan Anton saja ya kek yang melakukan ini" Anton menawarkan diri untuk menolong si kakek menggotong tubuh Gilang.


"Tidak cu, kakek memang sudah tua tapi kakek punya kekuatan yang lebih dari pada kamu cu, untuk kakek


menggotong tubuh Gilang ini sangatlah mudah, pokoknya kamu tinggal ikutin saya saja ya nak, jangan sampai kamu tertinggal nanti kamu tersesat lagi seperti sebelumnya, dan ingat apapun yang kamu dengar jangan pernah kamu hiraukan karena mereka pasti akan terus mengganggu kalian berdua" kakek memperingatkan Anton sebelum mereka


membawa tubuh Gilang.


"Baik kek, saya akan menuruti semua ucapan kakek, mari kita pergi dari tempat ini sekarang juga sebelum


jin jahat itu kembali lagi" ucap Anton sangat sopan.


Si kakek menggotong tubuh cucunya tanpa beban sama sekali dan dia juga tidak keberatan padahal tubuh Gilang cukup berat karena memang tubuh


Gilang cukup berisi, ya memang kakek bukan manusia biasa tubuh Gilang baginya hanya seperti mengangkat batu kecil yang tidak akan berat sama sekali, berbeda dengan kita manusia biasa pasti


akan kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2