
Mereka ingin mencari lebih banyak lagi kayu bakar, apalagi kedua perempuan itu baru mendapatkan
sedikit kayu bakar jadi Sasa berusaha untuk mencari kayu bakar ke tempat lain agar dia mendapatkan banyak kayu bakar.
Tapi Sasa tidak memperhitungkan apa saja yang akan terjadi kedepannya, karena mnereka sekarang memang ada dalam bahaya, penguasa gunung
larangan terus saja mencoba untuk menangkap mereka.
Tapi Sasa masih keras kepala bahkan dia mengajak Heni untuk pergi lebih jauh lagi, walaupun Heni ragu tapi dia tidak punya pilihan lain, karena tidak
mungkin dia membiarkan Sasa pergi sendirinya.
"Ya udah deh, aku ikuti kamu tapi jangan jauh-jauh ya karena aku takut soalnya, nanti kalau disana tidak ada kita harus langsung balik dan jangan terlalu jauh," kata Heni sambil memperingatkan Sasa.
Mereka langsung berjalan menyusuri pohon yang yang terlihat ada kayu bakarnya, dan ternyata benar
ditempat itu ada lumayan banyak kayu yang bisa mereka gunakan untuk membakar ikan.
Mereka langsung mengambil kayu itu dan langsung memungut banyak kayu agar nanti nereka tidak
kekurangan kayu.
"Banyak banget ya kayunya," kata Sasa.
"Iya, tapi kita harus segera kembali setelah mengambil kayu ini, tuh kamu lihat teman-teman kita sudah tidak terlihat, dan itu bisa sangat berbahagia
bagi kita," kata Heni.
"Udah tenang saja, kan kita gak jauh jalan aja gak sampai 10 menit langsung sampai kok," kata Sasa.
Srak srak srak
Terdengar suara burung gagak yang terbang di atas mereka, Heni dan Sasa langsung melihat keatas dan benar saja mereka melihat banyak sekali burung
gagak tapi hanya terbang di atas mereka saja.
"Itu ada burung gagak banyak banget," Heni menunjuk burung-burung itu.
"Iya, baru kali ini aku melihat burung gagak yang sangat banyak seperti itu," kata Sasa.
"Ayo kita pergi dari sini, perasaan aku udah gak enak banget apalagi burung-burung itu hanya terbang di atas kita saja," Heni sudah terlihat sangat gelisah.
"Nanggung, kan Yanti cari ikan banyak, jadi pasti nanti juga butuh kayu bakar yang banyak, lagian itu kan cuma burung gagak jadi wajar sekali lah kalau
__ADS_1
dia terbang di hutan," Sasa sama sekali tidak peduli.
Heni sudah terlihat sangat ketakutan, dia hanya diam sambil melihat burung-burung yang beterbangan itu, dia terlihat bingung karena burung itu hanya terbang di atas mereka.
Tiba-tiba Heni melihat sesuatu yang besar sedang terbang di atas burung-burung itu dan menuju kearah
mereka, dengan spontan Heni langsung menarik tangan Sasa dan mengajak dia berlari.
Sedangkan Sasa yang tidak melihatnya dan hanya fokus mengambil kayu bakar langsung marah dan
berusaha untuk melepaskan tangan Heni.
"Sakit Henn lepasin, kamu ini kenapa sih tiba-tiba narik aku seperti itu" akhirnya tangan Sasa terlepas.
"Ada sesuatu yang mengejar kita" Heni kembali menyeret tangan Sasa.
Tapi karena Sasa tidak percaya dengan ucapan Heni dia terus melawan bahkan dia terus berusaha untuk
melepaskan tangan Heni.
"Ngapain sih lari-larian gak jelas seperti itu, kamu itu cuma salah lihat dan hanya parno saja, udah gue capek lari-larian terus," kata Sasa.
Dan tiba-tiba ada yang memegang kaki Sasa dan berusaha untuk menyeretnya, sedangkan Heni sudah berjalan dan tidak tahu kalau Sasa ada yang menarik dari belakang.
Heni yang kesal dengan Sasa karena tidak mendengarkan ucapannya langsung saja berjalan untuk pergi dan menjauh dari tempat itu.
Sedangkan Heni yang mendengar langsung melihat ke belakang dan benar saja kaki Sasa di tarik oleh sosok yang tinggi besar dan sangat menakutkan, dia
terus menyeret kaki Sasa, Heni yang melihat itu langsung berusaha untuk mengejar Sasa dan menarik tangan Sasa dengan sangat kuat.
Tidak lupa Heni juga berteriak sekencang mungkin agar teman-teman mereka mendengarkan suara mereka yang meminta tolong.
"Tolong tolong tolong, Gilang tolong" Heni terus berteriak dengan kencang.
Sedangkan Sasa sudah menangis dan meraung mungkin dia kesakitan karena kakinya di tarik dengan kasar, Heni terus berusaha untuk menarik tangan
Sasa dengan sekuat tenaganya. Dan dengan kekuatan penuh dia menarik tangan Sasa dengan kencang, dan akhirnya tangan besar itu terlepas dari kaki Sasa, setelah itu mereka berusaha untuk berlari dengan sangat kencang, Heni terus menarik tangan Sasa agar mereka bisa lari lebih kencang lagi.
Sedangkan Gilang dan yang lain tidak mendengar suara teriakan mereka karena ternyata mereka berjarak terlalu jauh jadi mereka tidak bisa
mendengarnya, jadi percuma saja mereka bicara.
Sudah tau situasi belum aman tapi tetap saja mereka tidak peduli bahkan terus saja pergi lebih jauh dari
__ADS_1
teman-temannya.
Mereka terus berlanjut tapi makhluk itu juga terus mengejar mereka, tapi mereka tidak menyerah dan terus berlari agar bisa segera menemukan teman-temannya.
"Aku takut kita kesasar, aku gak mau kita terpisah dari yang lain lagi," mereka sudah lelah.
Hingga akhirnya mereka sudah melihat teman-temannya, dan mereka kembali berlari lebilh kencang agar bisa segera sampai.
"Tolong" mereka kembali berteriak.
Tapi seakan suara mereka sangat pelan karena Gilang dan yang lain tidak mendengar ucapan mereka berdua walaupun mereka sudah berteriak
sangat keras sekali.
Bahkan kalau di pikir dengan nalar tidak mungkin Gilang dan teman-temannya tidak mendengar
teriakkan mereka.
"Gimana nih, aku takut kalau kita akan tertangkap," Sasa menangis karena ketakutan.
"Jangan nyerah, ayo kita lari terus," Heni menyemangati Sasa.
Mereka kembali berusaha untuk berteriak, walaupun mereka sudah melihat Gilang dan yang lain tapi jarak
mereka juga cukup jauh jadi mereka belum bisa mengejar mereka.
"Kalian dengar gak, kok aku seperti mendengar suara Heni dan Sasa walaupun suaranya samar-samar tapi
aku yakin banget kalau itu beneran Suara mereka," Anton semakin menajamkan pendengarannya karena
dia benar-benar yakin kalau itu adalah Suara milik Heni dan Sasa.
Yang lain juga ikut menajamkan pendengarannya, kalau memang itu benar-benar suara Heni dan Sasa berarti mereka dalam balhaya dan memang sedang butuh pertolongan.
"Eh iya Lo benar, gue juga denger itu seperti suara Heni dan Sasa, apa kita coba cek dulu ya," Andi juga mendengar suara Heni dan Sasa yang sedang
meminta tolong.
Lalu mereka berdua menengok ketempat yang tadi Heni bersama Sasa mencari kayu bakar, saat melihat
ketempat itu ternyata benar Heni dan Sasa sudah tidak ada disana, mereka sontak kaget dan panik, lalu dimana sekarang keberadaan Heni dan Sasa.
"Mereka gak ada, tadi aku yakin banget kalau mereka ada disitu, aku juga sudah berpesan agar mereka tidak mencari kearah yang lebih jauh lagi karena berbahaya bagi mereka, tapi sepertinya mereka tidak mendengarkan ucapan ku tadi dan malah mencari
__ADS_1
ketempat yang lebih jauh," Gilang merasa kesal juga kasihan kepada mereka berdua.
Begitupun juga dengan Andi dan Anton, mereka juga kesal dengan apa yang Heni dan Sasa lakukan karena mereka tidak mendengarkan ucapan Gilang yang sudah mewanti-wanti mereka agar tidak pergi terlalu jauh dan jangan sampai hilang dari pengawasan mereka, tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur, mereka berdua saat ini dalam keadaan bahaya dan mereka harus menolong Heni dan Sasa.