
POV Andi
"Huek, mual banget sih gue" Sasa malah mual.
"Kamu pasti cemburu ya melihat kedekatan kita" jawab Yanti sambil bergelayut di tanganku.
"Gak usah sok romantis deh, mual gue dengernya, lagian ngapain sih lo masih di sini sana pergi ke tempat Lo" Sasa malah marah.
"Gue mau ikut kemanapun pacarku pergi, aku akan selalu melindungi nya kamu saja yang pergi kan kamu bisanya cuma nyusahin pacar aku" sinis si Kunti Yanti.
"Udah, gak usah berantem terus malah bikin kepala ku tambah pusing" aku kembali menengahi mereka.
Entah kenapa Sasa dan kuntilanak Yanti terus saja bertengkar di depan ku, ada saja hal kecil yang mereka ributkan yang bisa bikin kepala ku tambah pusing, sebenarnya aku mau mengusir si kuntilanak Yanti tapi dengan adanya dia aku dan Sasa bisa segera menemukan Gilang dan Heni, karena si kuntilanak Yanti pasti bisa nunjukin kita dimana
keberadaan Gilang dan Heni karena kita harus segera menyelamatkan Anton sebelum semuanya terlambat dan kita akan menyesal selamanya.
"Yanri, kamu tau gak dimana Gilang dan Heni berada" tanyaku.
Kuntilanak Yanti memejamkan kata dan mulutnya komat kamit entah apa yang dia ucapkan aku pun tidak paham, mungkin dia sedang menerawang di
mana keberadaan Gilang dan Heni, semoga saja dia tau dimana mereka.
"Gimana tau gak, kalau gak tau mending lo pulang aja deh" ucap Sasa dengan nada sinis.
"Bentar dong, ini gue lagi menerawang dimana keberadaan mereka" jawab Yanti.
"Gitu aja lama banget" ejek Sasa lagi.
"Bisa diam gak, gue hilangin lo baru tau rasa" gertak Yanti.
Mereka terus saja bertengkar aku cuma bisa diam dan melihat perdebatan mereka di hadapan ku karena sudah di pisah juga akan kembali bertengkar lagi, bikin pusing saja, mungkin begini rasanya punya istri dua kali ya.
"Udah gak usah berantem nanti tambah lama kita ketemu mereka" aku terus saja menengahi mereka yang tidak berhenti berdebat.
"Aku sudah tau dimana keberadaan mereka" ucap Yanti sambil tertawa. senang, mungkin karena dia sudahbberhasil menerawang keberadaan Gilang
__ADS_1
dan Heni.
"Dimana mereka Yanti, cepat katakan biar kita bisa cepat ke sana" tanyaku antusias kepada Yanti.
"Mereka ada di sebelah selatan, cukup jauh dari sini, akan banyak rintangan yang kalian hadapi karena
mereka yang ada disini terutama hantu pendaki itu akan selalu menggagalkan perjalanan kalian, pokoknya kalian harus selalu berhati-hati jangan sampai mereka menangkap kalian, karena kalau
sampai kalian tertangkap kalian akan terjebak disini" dia memperingati kami.
"Tapi disana sangat gelap jalannya, aku takut lewat sana" Sasa memegang tangan ku.
"Gak usah pegang-pegang tangan pacar gue" Yanti melepaskan tangan Sasa dengan paksa.
"Apaan sih ni Kunti gak jelas banget lo jadi hantu" Sasa terlihat marah.
"Awas ya kalau sampai lo pegang-pegang tangan pacar gue, gue lempar lo dalam jurang" ancam si
kuntilanak Yanti.
mereka untuk berjalan.
"Tapi serem banget itu Ndi, gue takut" Sasa bergidik ngeri mendengar harus lewat jalan yang gelap sangat pekat dan menakutkan.
"Tenang saja, gue akan selalu menjaga lo sampai kapanpun, yakin kita akan baik-baik saja" aku menenangkan Sasa agar dia tidak takut.
"Tadi ngatain aku manja, sekarangbdia lebih manja lagi gimana sih, dasar manusia" ejek Yanti.
"Diam lo, gue Jambak rambut lo baru tau rasa" ancam Sasa.
"Udah, kita lewatin semak sama-sama kita tetap berpegangan tangan dan jangan sampai terpisah, kita pasti akan selamat dan bisa pulang kembali ke rumah dan kita akan liburan bareng lagi" aku membujuk Sasq agar dia tidak takut lagi.
"Oke, kita berangkat sekarang, dan kita akan baik-bailk saja" Sasa kembali bersemangat.
Kita kembali melanjutkan perjalanan sesuai yang di katakan si kuntilanak Yanti kita akan berjalan kearah selatan dan arah selatan itu saat di lihat ternyata hutan yang cukup gelap, melewati tebing yang cukup curam mangkanya Sasa sedikit ragu untuk melewatinya karena memang cukup berbahaya mengingat kita sama sekali tidak membawa alat penerangan dan untung saja hari ini bulan bersinar
__ADS_1
cukup terang jadi cukup membantu penglihatan kita yang sangat minim di malam hari.
Saat dalam perjalanan ternyata kita juga harus menyebrangi sungai yang mengalir cukup deras, kita harus punya tenaga ekstra dan harus terus berhati-hati agar tidak terbawa oleh arus sungai yang cukup deras ini.
"Ini gimana, sungai nya cukup deras loh, mana gak bisa renang lagi aku nya" Sasa terlihat kebingungan dan juga takut kalau harus menyebrangi sungai ini.
"Gak papa, kita harus sangat berhati-hati, kita bisa menyebrangi sungai nya bersama-sama dan saling
berpegangan tangan dan ingat tangan kita jangan sampai terlepas, palham kan" aku menjelaskan pada Sasa.
"Iya paham" dia mengangguk walaupun dia terlihat sangat ragu tapi memang ini jalan satu-satunya yang
harus kita lewatin dan tidak ada cara lain lagi.
"Ini demi Anton, kamu harus tetap kuat, ingat semua kenangan indah kita selama tiga tahun ini, ingat bahwa Anton selalu menolong kita saat kita sedang
dalam masalah kita harus segera menolongnya" aku memegang erat tangan Sasa untuk memberinya semangat.
"Aku akan berusaha sebisaku" dia tersenyum ke arah ku.
"Dan kamu Yanti, kenapa masih ada di sini, kenapa kamu gak terbang saja" tanyaku pada kuntilanak Yanti.
"Gak mau, pokoknya aku mau ngikutin kamu aja" ucap nya manja.
"Udah biarin aja, dia kan bisa lewatin sungai ini dengan gampang dia kan kuntilanak yang bisa ilang, bisa terbang, bisa loncat-loncat sesuka hati nya udah biarin aja" ucap Sasa ketus.
"Syirik banget sih" Yanti menjawab dengan nada tidak suka.
"Sasa, kamu pegang tangan aku yang kuat dan jangan sampai terlepas, kita akan hati-hati kok" aku menuntun Sasa.
Aku berada di depan dan menggandeng tangan Sasa, kita mulai melangkah dengan hati-hati agar tidak terpeleset dan terbawa arus sungai, aku tau Sasa memang tidak bisa berenang mangkanya dia terlihat sangat takut saat akan menyebrangi sungai yang cukup deras ini.
Aku melihat ternyata Yanti juga ikut menyebrangi sungai tapi langkahnyabterlihat sangat cepat dia langsung melewati kami begitu saja, sungguh mudah sekali baginya tiba-tiba saja sekarang dia sudah ada di seberang sungai.
"Aku tunggu disini ya, lagian kalian cuma nyebrangin sungai gitu doang penuh drama banget sih, padahal kan tinggal nyebrang aja" si kuntilanak Yanti malah mengejek kami.
__ADS_1
"Jelas saja kamu cepat, kan kamu bukan manusia, inget jati diri woy, kamu kan kuntilanak" teriak Sasa