Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 70


__ADS_3

"Bodoh, kamu itu bodoh di tipu masih saja percaya" Sasa langsung tertawa dengan terbahak-bahak.


Aku jadi kebingungan apa yang harus aku lakukan saat ini, Sasa semakin menjadi dan aku yakin ini pasti bukan Sasa, tidak mungkin Sasa berkata yang


tidak-tidak kepada Yanti karena kita sudah berteman dan aku lihat sendiri mereka sudah sangat akur walaupun kadang mereka suka bertengkar tapi


memang mereka sudah membaik.


"Sadar Sa jangan seperti itu, Yanti baik kok dan aku percaya sama dia, kamu ingat kan kalau Yanti yang selama ini telah membantu kita berdua dalam


menghadapi setiap masalah yang ada, dia juga yang mencarikan kita makanan agar kita tidak kelaparan, kamu ingat itu kan" aku kembali mengingatkan Sasa tentang semua kebaikan Yanti.


"Dia memang sangat pandaibbersandiwara, kamu saja yang tidak peka" Sasa menatapku dengan tatapan yang sangat tajam.


Aku semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi kepada Sasa, aku tidak yakin yang bicara di depan ku ini Sasa, tapi apapun itu kenapa dia bilang kalau Yanti hanya berpura-pura baik kepada kami, padahal aku tidak melihat kepura-puraan sama sekali di wajah Yanti saat dia telah membantu kami, haruskah


aku juga harus berhati-hati dengan Yanti karena dia juga penghuni gunung larangan ini.


Aku semakin bimbang harusbpercaya atau tidak dengan apa yang Sasa katakan, tapi di lubuk hati yang paling dalam mengatakan bahwa Yanti memang benar-benar tulus dan ikhlas untuk membantu aku dan Sasa, tapi setelah Sasa berkata seperti itu aku jadi berpikir, apa mungkin Yanti benar-benar baik,bmengingat semua penghuni gunung larangan ini terkenal sangat jahat danbsuka menyesatkan manusia seperti kami.


"Apa mungkin Yanti seperti itu, apa dia selama ini hanya berpura-pura baik kepada kami untuk menyesatkan kami" aku bergumam sendiri.


Sasa menatapku lalu dia berkata,


"jangan pernah percaya apapun yang dikatakan Yanti, karena dia pembohong" sambil menatap tajam ke arahku.


Aku hanya diam saja tanpa menjawab ucapan Sasa tapi aku terus memegangi Sasa dengan erat karena aku takut dia tiba-tiba lari dan terjun ke jurang yang tadi dia bilang jalan, kalau sampai itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkan diri ku sendiri.

__ADS_1


Aku sudah berjanji kalau aku akan selalu melindungi dan menjaga Sasa semampuku, dia sangat berarti dalam hidupku saat ini.


"Andi, kamu mencintai aku kan, bukankah kamu sudah berjanji akan melakukan apapun yang aku minta, jadi sekarang kamu harus mengabulkan


permintaan ku ini" Sasa menyeringai menatap wajah ku yang sedang kebingungan.


"Apa yang kamu mau Sa, apapun akan aku lakukan semampuku, aku harus apa Sa" aku menatapnya lekat semoga permintaan dia bisa membuat dia kembali seperti semula lagi.


Aku tidak sanggup melihat Sasa seperti ini, dia hidup tapi seperti tanpa jiwa pandangannya kosong dan kadang dia bicara ngelantur, jadi aku akan


melakukan apapun agar Sasa bisa segera sembuh seperti biasanya lagi.


"Katakan Sa, kamu jangan seperti ini aku tidak sanggup melihat kamu seperti ini Sa, ayo katakan" ucapku sambil mengguncang tubuh Sasa yang kecil itu.


"Kamu percaya sama aku kan Ndi, kamu sahabat aku kan" dia bicara tapi matanya menatap ke depan entah apa yang dia perhatikan, tapi sepertinya dia


"Aku sangat mempercayai kamu Sa" aku meyakinkan Sasa agar dia percaya bahwa aku sangat mempercayai dia bahkan aku akan melakukan apa pun demi Sasa.


"Ayo kita kembali ke jalan tadi, kita lewat sana saja, jangan percaya dengan omongan si Yanti dia itu hantu jahat sama seperti yang lain" Sasa merengek, dia seperti memohon agar aku mengajak dia


ke tempat tadi, padahal aku lihat dengan jelas kalau itu jurang.


"Itu jurang Sa, aku lihat sendiri tadi kalau itu adalah jurang bukan jalan setapak Sa kamu harus percaya sama aku, bahaya jangan kesana, gimana kalau nanti kita mnasuk ke dalam jurang bisa bahaya tau" aku terus berusaha meyakinkan Sasa karena dia masih saja menganggap kalau jurang itu adalah jalan yang bagus dan bisa di lalui oleh manusia.


"Kamu salah Ndi, bahkan kamu salah jalan, itu adalah jalan pulang yang benar tapi mata kamu sudah


terpengaruh tipu daya si Yanti, itu jalan pulang Ndi kamu harus percaya sama aku, aku bicara serius, kamu sudah kemakan sama omongan Sasa, mata kamu melihat itu jurang padahal itu jalan, karena ulah Yanti kamu tidak bisa melihat jalan yang benar, dia melakukan itu agar kita tetap tersesat di gunung

__ADS_1


larangan ini, Yanti tidak mengizinkan kita untuk pulang" Sasa masih saja meracau bahkan dia tidak percaya sama sekali dengan apa yang aku ucapkan saat ini tentang Yanti.


Sepertinya Sasa memang sudah benar-benar tidak mempercayai yanti yang telah baik kepada kita beberapa hari ini, dan itu yang membuat


pikiranku saat ini tidak tenang, aku bingung sekarang harus percaya kepada Yanti atau Sasa aku masih bimbang


"Tidak Sa, kamu salah besar, aku tau semua yang dikatakan oleh Yanti itu untuk kebaikan kita berdua aku yakin itu dan aku sangat mempercayai Yanti sepenuhnya, kamu jangan seper dong Sa" kataku kepada sasa.


"Ayo ndi kamu harus menepati janji kamu, kan kamu bilang akan menuruti semua keinginanku ayo kita


kesana" Sasa menarik ku dia memaksaku untuk kembali ke tempat tadi, tapi aku tidak peduli aku menahan tangan Sasa semampuku, aku harus menjaga Sasa dan tidak membiarkan setan-setan itu


mempengaruhi Sasa untuk terjun ke jurang itu, jurang yang cukup dalam, aku melihatnya saja sudah bergidik ngeri.


"Itu jalan pulang Ndi, kamu harus percaya sama aku, jagan percaya sama Yanti karena dia itu busuk tau gak" Sasa masih terlihat marah dengan Yanti.


Sasa terus memberontak kali ini tenaganya cukup besar membuat aku kualahan, tapi itu tidak akan


membuatku menyerah, aku mengerahkan seluruh tenaga ku untuk memegang Sasa dengan erat agar dia tidak lari ke tempat tadi karena bisa bahaya.


Dia mengerang dan menatap tajambke arahku membuat aku yakin kalau ini memang tubuh Sasa tapi jiwanya bukan Sasa, tidak mungkin Sasa melakukan ini tapi kenapa dia bilang Yanti itu jahat,


kenapa sepertinya dia sangat membenci Yanti.


"Diam kamu, kamu tidak akan pernah bisa membawa Sasa ke jurang itu, tidak akan bisa sampai kapanpun aku akan selalu melindungi Sasa dari makhluk jahat seperti kalian semua, tenaga kamu tidak ada apa-apa nya dengan ku jadi kamu diam saja" entah kenapa aku sangat yakin kalau yang bicara dengan


ku saat ini bukanlah Sasa.

__ADS_1


__ADS_2