Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 77


__ADS_3

Ternyata mereka akan menumbalkan aku dan teman-temanku saat bulan purnama datang, dan mereka juga bilang kalau bulan purnama akan


datang sebentar lagi jadi aku harus berhati-hati, tapi aku juga sangat khawatir dengan keadaan mereka


karena mereka tidak tau kalau kita alkan di tumbalkan oleh hantu pendaki itu.


"Sepertinya kita akan sangat sulit untuk menemukan keberadaan mereka semua, karena aku merasa ada yang membantu mereka" wajah dua hantu pendaki itu seperti sangat serius.


"Kamu benar, mereka sepertinya bukan orang sembarangan karena ada yang berusaha untuk melindungi mereka dari kita, kita harus melakukan


sesuatu karena kalau masih seperti ini kita akan lama untuk menemukan mereka sedangkan bulan purnamahanya tinggal beberapa hari lagi" ucap


hantu pendaki yang agak kurus itu.


Disini mereka memang hanya dua orang, dan aku memang tidak mengetahui nama mereka karena selama aku bertemu dengan mereka, mereka


sama sekali tidak pernah menyebutkan nama masing-masing dan entah apa alasannya aku pun tidak tau.


Bahkan aku sempat berpikir apakah mereka memang sudah lupa dengan nama mereka saat masih hidup, atau mereka ada alasan lain aku pun tidak tau sama sekali.


"Kalau sampai kita tidak berhasil menangkap mereka dan menyerahkan kita kepada penguasa gunung larangan ini, maka kita selamanya akan menjadi


budak dari penghuni gunung larangan ini, atau bahkan kita akan mendapatkan hukuman yang sangat berat karena kita tidak berhasil menjalankan tugas yang di berikan oleh penguasa gunung larangan ini" wajah mereka tiba-tiba saja berubah


menjadi sedih.


"Jangan takut karena waktu kita masih sangat lama, kita akan melakukan tugas ini dengan baik, kita pasti bisa menangkap mereka bahkan siapapun


yang melindungi mereka harus kita lawan dengan sekuat tenaga kita" ucapnya dengan penuh keyakinan.


"Ya kamu benar apapun yang terjadi kita harus tetap menangkap mereka semua, kita akan mencari


mereka malam ini juga dan jangan sampai kita tidak menemukan keberadaan mereka" ucapnya menggebu.

__ADS_1


"Betul, kita berangkat malam ini juga tapi sebelum itu kita harus mencarikan wanita itu makanan kalau


tidak dia bisa mati, jangan sampai dia mati sebelum kita menumbalkan dia kepada penguasa gunung larangan ini" ucapnya lagi.


Aku sedikit lega saat mendengar ucapan mereka berdua, itu artinya mereka tidak akan pernah menyakiti Heni bahkan mereka akan mencarikan


Heni makanan, jadi aku sekarang bisa lebih tenang tinggal aku memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkan Heni dari tangan mereka hantu jahat dan kejam.


Aku ingat kalau kemarin mereka bilang, mereka memiliki dendam kepada teman yang membuat mereka menjadi seperti ini, tapi aku tidak terlalu paham dengan apa yang mereka katakan, aku


menjadi bingung dengan ucapan mereka berdua.


Apa mungkin ada alasan lain kenapa mereka menjadi sejahat ini, tapi untuk saat ini aku tidak terlalu tertarik


untuk mencari tau tentang hantu pendaki itu karena sekarang yang penting adalah aku harus berpikir


bagaimana caranya agar aku bisa segera menemukan cara untuk membebaskan Heni dengan segera.


gunung ini menjadi aman lagi seperti dahulu kala.


"Gimana sekarang apakah kita melanjutkan perjalanan untuk mencari keberadaan temannya yang lain atau kita tetap mengejar anak sialan ini" dia


bertanya kepada temannya.


"Anak sialan itu telah mempermainkan kita semua selama dua kali, karena dua kali kita gagal menangkap dia, aku yakin pasti dia ada yang melindungi" mereka masih bicara dengan serius.


"Tapi anehnya kalau dia ada yang melindungi kenapa kita tidak bisa melihat sama sekali wujudnya, kita


melihat dia seperti manusia pada umumnya tidak ada bedanya sama sekali" ucapnya.


"Tidak kamu salah pasti ada yang melindungi dia, karena aku sempat melihat dia ngomong sendiri saat


pertama kali kita masuk ke hutan ini" lagi ekspresi garang itu kembali muncul di wajahnya.

__ADS_1


Aku mengingat kembali saat pertama kali aku bertemu dengan kakek buyut saat masuk ke hutan ini, waktu itu aku memang berbicara dengan kakek,


tapi aku tidak tau kalau ada salah satu hantu pendaki yang melihat aku berbicara dengan kalkek buyut.


"Sepertinya waktu itu tidak ada siapapun disana tapi kenapa dia bisa tau ya, perasaan aku gak melihat mereka" aku berbisik pada diriku sendiri.


"Apa benar kamu melihat dia bicara sendiri, tapi kenapa aku dan yang lainnya tidak melihat dia sama sekali, terus kenapa juga kamu diam saja tidak


memberitahu kami saat itu" dia terlihat marah.


"Saat itu aku seperti melihat kabut putih yang sangat tebal sebelum anak itu tiba-tiba menghilang, jadi ceritanya aku melihat anak itu sendirian tapi saat aku


perhatikan dengan lebih jelas aku melihat anak itu sedang berbicara tapi aku tidak melihat lawan bicaranya, tapi saat aku ingin memberitahu kalian anak itu tiba-tiba sudah tidak ada, dia bilang


seperti di telan oleh kabut putih itu" dia menceritakan semuanya kepada temannya dengan panjang lebar.


Aku mengingat lagi, tapi seingat aku waktu itu aku masih berada di tempat yang sama, bahkan tidak bergeser sedikitpun saat berbicara dengan kakek


buyut tapi kenapa mereka tidak bisa melihat alku di tempat itu dan aku juga tidak bisa melihat mereka kalau mereka ada di sekitarku waktu itu.


"Apa mungkin kakek buyut membuat mereka tidak bisa melihat aku agar mereka tidak menangkap ku,


mungkin memang seperti itu'" aku bergumam dengan sangat pelan.


Yang aku heran hanya satu, kenapa mereka tidak bisa melihat kakek buyut sedangkan mereka kan sama-sama bukan manusia dan mereka sama-sama


makhluk gaib yang berbeda dengan manusia, tapi kenapa mereka tidak bisa melihat kakek buyut.


"Itu sudah jelas dan sudah pasti ada yang membantu dia dan sekarang tugas kita akan lebih sulit lagi, kita harus mencari tau sosok apa yang telah membantu dia, dan kita juga harus menyingkirkan sosok itu secepatnya agar tidak ada lagi yang melindungi


mereka, maka dengan begitu kita akan lebih mudah untuk menangkap mereka semua" hantu pendaki itu terlihat sangat marah, terlihat dari wajahnya.


"Sepertinya ini tidak akan mudah karena banyak gangguan yang membuat kita susah untuk menangkap mereka karena bukan cuma itu sepertinya teman mereka yang satunya juga ada yang menjaga karena aku bisa merasakannya, jelas terlihat ada yang membantu dia saat ini" ucap temannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2