
Ternyata Gilang masih mempunyai insting dan itu artinya jin jahat itu tidak bisa sepenuhnya mengendalikan pikiran Gilang.
"Kamu tinggal ngikutin saya saja, pasti nanti teman kamu akan ketemu, percaya sama saya, saya akan membantu kamu" dia kembali berusaha untuk
meyakinkan Gilang.
Tapi dalam hati Gilang Sudah mulai curiga dengan gelagat pria ini, Gilang tidak yakin kalau apa yang dia katakan adalah benar, karena dia juga memiliki
insting kalau Anton berada semakin jauh darinya, tapi Gilang juga bingung apakah dia akan pergi dan meninggalkan pria ini atau terus mengikuti dia berharap kalau instingnya itu salah.
"Pak, tapi saya tidak yakin kalau teman saya ada disana, itu tempatnya terlalu curam pak, sedangkan teman saya itu adalah pecinta alam dia sudah
sering mendaki gunung, jadi masa iya dia mau mengambil resiko dengan melewati jalan yang curam itu, pasti dia akan memilih jalur yang lebih aman
untuk menyelamatkan diri" Gilang masih yakin dengan perasaannya.
Jin itu mulai kesal karena Gilang sudah membantah ucapannya, tapi dia harus lebih sabar lagi sebentar lagi dia akan sampai ketemnpat tujuan dan dia
akan segera menghabisi Gilang, karena dia telah membuat rencana untuk menjebak Gilang dan dia harus bisa melancarkan rencananya.
"Anak ini ternyata pintar juga, bahkan sangat susah untuk menipu anak ini, aku harus memutar otak lagi agar anak ini mau menuruti omonganku dan
dia akan menuruti semua omonganku" jin itu berkata dalam hati.
"Bapak hanya melakukan yang terbaik nak, jadi kamu harus percaya karena kita tidak pernah tau dimana
keberadaan teman kamu itu, maksud bapak adalah kita ke kiri dulu kalau misalnya teman kamu tidak ada kita balik kesini lalu kita ke kanan, dan kalau
teman kamu masih tidak ada kita akan mencari dia ke tempat lain" jin itu terus saja beralasan dengan berbagai cara.
Gilang hanya bisa percaya karena sampai saat ini apa yang dikatakan oleh bapak itu memang benar jadi dia mencoba untuk mempercayainya.
Ditempat lain kakek Gilang dan juga Anton sudah berjalan mencari keberadaan Gilang, sebenarnya si kakek sudah tau dimana Gilang jadi dia berjalan dengan cepat untuk menyusul cucunya itu, sebelum semuanya terlambat.
"Kek, apa kakek yakin Gilang ada ditempat ini" tanya Anton.
"Iya, kamu lebih cepat lagi jalannya karena kita harus segera menemukan Gilang sebelum dia lebih jauh lagi dari tempat ini, waktu kita hanya tinggal sebentar lagi, jadi kita harus berusaha untuk menemukan Gilang secepatnya" ucap kakek tanpa menoleh kearah Anton.
Anton yang tidak tau apa-apa hanya menurut saja dengan ucapan si kakek, walaupun baru bertemu tapi Anton sudah sangat yakin kalau kakek ini orang baik
dan memang benar-benar mau menolong dia dan teman-temannya.
__ADS_1
Entah kenapa Anton bisa sangat yakin, mungkin si kakek punya aura yang sangat baik dan Anton bisa merasakannya.
"Baik kek, saya akan berjalan lebih cepat agar kita bisa segera menemukan Gilang" si kakek hanya mengangguk saat mendengar ucapan Anton.
Ditempat lain Gilang sudah semakinbcuriga dengan pria yang membantunya, karena semakin jauh dia melangkah tempat itu terlihat semakin mengerikan
bahkan sangat aneh seperti banyak sekali penghuni di tempat ini, filing Gilang sudah tidak enak, entalh kenapa kakinya sangat berat sekali untuk melangkah, tapi pria itu terus saja memaksa Gilang untuk mengikuti langkahnya yang tidak jelas kemana
arahnya.
"Pak, kita berhenti disini saja saya tidak nyaman disini lebih bailk kita balik saja" Gilang sudah semakin yakin dengan keputusannya, setelah tadi dia tahan sekarang dia sudah benar-benar tidak
nyaman dan ingin kembali ketempat tadi, dan Gilang sudah memutuskan untuk mendengarkan pikirannya sendiri.
"Tidak nak, percayalah ayo kita kesana nanti setelah itu kita baru kembali ketempat lain untuk mencari
temanmu" kekeh jin itu karena dia harus terus berusaha untuk menjalankan rencananya.
"Tidak pak, saya sudah tidak yakin bukannya saya tidak percaya dengan bapak tapi saya lebih yakin dengan pikiran saya, kita berteman sudah cukup
lama, jadi saya lebih tau dimana kemungkinan teman saya berada, dan satu lagi saya tidak mau membuang waktu yang sangat berharga ini, saya
harus segera menemukan teman saya pak sebelum waktunya habis" Gilang menjelaskan dengan baik agar pria itu tidak merasa sakit hati.
"Kita lihat dulu saja siapa tau teman kamu ada disana kan kita gak akan pernah tau" mulutnya berusaha untuk membuat alasan lagi.
"Tidak perlu pak, mari kita pergi dari tempat ini secepatnya, lagian saya sudah tidak nyaman berada ditempat ini saya akan mencari teman saya ditempatkan lain, saya yakin dia ada di suatu tempat tapi bukan disini" Gilang sekarang sangat yakin dengan keputusannya dia sudah tidak mau
membuang waktu lagi.
Tanpa pikir panjang lagi dan tanpa menunggu keputusan dari pria itu Gilang langsung berputar arah dan akan kembali mencari Anton ketempat lain.
Jin itu sudah sangat kesal karena Gilang sudah tidak percaya dengan ucapan dia bahkan Gilang udah memutar tubuhnya bersiap akan pergi dari tempat
itu, dan itu artinya dia telah gagal menjalankan rencananya.
"Sudah tidak ada cara lain lagi, sekarang aku harus menggunakan kekerasan sebelum dia benar-benar
pergi dan aku akan kehilangan kesempatan untuk membunuh dia" pria yang tadi bersama Gilang tiba-tibavberubah menjadi sosok tinggi besar dan
bertanduk wujudnya sangat menakutkan sekali.
__ADS_1
"Tunggu anak muda, kamu mau pergi kemana, jangan pergi dari sini karena aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja, aku sudah
bersusah payah mengajak kamu ketempat ini dan setelah berhasil kamu malah menggagalkan rencana ku begitu saja" ucapnya dengan suara yang sangat
berat membuat Gilang terkejut.
Gilang yang mendengar suara itu tiba-tiba membuat bulu kuduknya berdiri, dia langsung menengok ke
belakang untuk memastikan makhluk apa yang ada dibelakang dia.
"Ka kamu siapa kenapa ada disini" Gilang celingukan mencari keberadaan bapak yang tadi bersama dia.
"Hahaha, kamu tidak perlu tahu siapa aku anak sialan karena kamu telah menggagalkan rencana ku saat ini, jadi terpaksa aku harus membunuh kamu
ditempat ini sekarang juga" ucapnya dengan wajah yang memerah karena menahan amarahnya.
"Apa maksudnya, jadi bapak tadi adalah kamu yang menyamar menjadi manusia untuk menggiring aku
ketempat ini kan" teriak Gilang.
"Ternyata kamu pintar juga ya, tanpa aku memberitahu kamu sudahbmengetahui semuanya" lalu jin itu tertawa dengan suaranya yang
menggelegar.
"Dasar iblis jahat kenapa kamu menggunakan cara kotor mu itu hah, apa kamu takut padaku" teriak Gilang.
"Jangan banyak bicara" jin itu langsung menyerang Gilang tanpa ampun.
Gilang yang menyadari bahwa dia dalam keadaan bahaya langsung mengambil langkah untuk menghindari serangan dari jin jahat itu.
Gilang kembali bertarung dengan jin jahat tapi jin ini dirasa lebih kuat dari jin yang tadi berhasil dia kalahkan, jadi sekarang Gilang harus lebih berhati-hati lagi.
Gilang berusaha menyerang semampu dia dengan kekuatan yang dia miliki, tapi sayangnya Gilang salah
melakukan gerakan jadi jin itu berhasil memukulnya dengan sangat keras lalu beri terjatuh ke tanah dengan darah segar yang keluar dari hidungnya,
hampir saja Gilang kehilangan kesadaran.
Tapi sayup-sayup dia mendengar suara.
"Berhentijin jahat jangan kamu sakiti temanku atau aku akan membunuh kamu" ucapnya dengan
__ADS_1
lantang.
"Anton"' ucap Gilang sebelum kehilangan kesadarannya.