Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 28


__ADS_3

Didalam hutan yang jarang terjamah oleh manusia terdapat 3 makhluk yang berlainan alam tapi bisa berbincang-bincang dengan santainya. Yaitu Andi dan sama bersama hantu kuntilanak


Lanjut POV Andi.


"'Sangat betul sekali, karena mereka takut para penunggu gunung ini akan mencari korban yang lebih banyak lagi, maka dari itu gunung ini di tutup untuk


umum dan jadilah gunung larangan" lanjutnya.


"Jahat selkali ya mereka, lalu bagaimana dengan warga desa sini kalau ada keperluan ke gunung ini" tanyaku karena masih belum puas.


"Ya mereka sudah bernegosiasi dengan penguasa di gunung ini dan kesepakatan nya adalah warga asli desa itu beserta keturunannya bisa dan boleh naik ke gunung ini karena nenek moyang mereka akan selalu melindungi mereka dari bahaya yang mengintai


mereka. itu sebabnya teman kalian yang keturunan warga desa itu pasti bisa pulang dengan selamat tapi tidak dengan kalian" tambahnya.


"Apa mungkin kita tidak akan bisa keluar dari gunung ini, apa tidak ada satu pun cara untuk keluar dari sini" Sasa bertanya dengan mata berkaca-kaca mungkin dia takut kalau tidak bisa keluar dari gunung ini.


"Bisa sih" jawab Yanti dan berhasil membuat aku dan Sasa spontan langsung melihat ke arah nya.


"Gimana caranya" tanyaku antusias.


"Kalau kalian bisa menemukan pintu keluar dari hutan ini dan mengalahkan penjaganya maka kalian


akan bisa keluar dari gunung ini, tapi" ucapnya menggantung.


"Tapi apa" tanya Sasa penasaran.


"Kalian tidak akan bisa melihat pintu keluar dari hutan ini karena kalian bukan orang asli sini" jawabnya lagi.


"Tapi teman kami kan ada yang keturunan dari warga asli sini" jawabku penuh harapan.


"Ya itu lah sebabnya hantu pendaki itu memisahkan kalian, agar kalian tidak bisa keluar dari gunung ini" tambahnya.


Ternyata itu alasanya mereka membuat kami terpisah seperti ini, karena kalau kita masih bersama-sama maka akan lebih gampang kita untuk


menemukan jalan keluar dan mereka tidak akan bisa menangkap kita dengan mudah, sialan memang mereka.


"Apa teman kami itu sudah keluar dari gunung ini" aku penasaran apa Gilang tega meninggalkan kita di tempat ini seperti temannya hantu pendaki itu.


"Tidak, teman kamu masih lengkapblima orang, belum ada yang keluar sama sekali" jawabnya.

__ADS_1


Aku sedikit lega mendengar jawaban si Yanti, itu artinya Gilang tidak memikirkan diri sendiri dan dia masih memikirkan kita para sahabatnya, harus nya aku tidak perlu bertanya pada Yanti karena seharusnya aku sendiri sudah tau jawabannya.


"Apa mereka semua masih selamat" tanyaku lagi.


"Teman-teman kalian masih hidup semua tapi" lagi, dia menggantungkan jawabannya.


"Tapi apa sih, jangan bikin kita khawatir dong" Sasa malah marah.


"Tapi salah satu teman kalian sudah tidak ada di hutan ini" dia memasang wajah sedih saat mengatakannya.


Aku dan Sasa sangat syok mendengar ucapan si Yanti aku langsung terfokus pada satu nama yaitu Anton, apa mungkin yang dia maksud adalah Anton, karena Anton selalu muncul dalam mimpi ku dan itu sudah dua kali dan gak mungkin kalau itu hanya kebetulan semata.


"Maksudnya apa" tanyaku agak marah.


"Satu teman kalian sudah berada di alam kami, dia memang masih hidup tapi raganya sudah tidak ada di sini, jadi teman kalian itu hanya tinggal menunggu waktu nya saja" dia berkata begitu enteng.


"Apa Anton akan mati" tanya Sasa.


"Ya tinggal tergantung dia, apakah dia bisa bertahan atau tidak, karena disana tidak sama seperti disini,


kondisinya juga sudah lemas" jelasnya lagi.


Aku langsung menangis mendengar ucapan Yanti, aku gak bisa bayangin pasti sekarang Anton lagi ketakutan karena dia sedang sendirian di sana, kenapa dia bisa terpisah dari Heni dan Gilang pasti


"Kenapa teman kami bisa masuk ke alam kalian" Sasa bertanya sambil menangis.


"Dia terpisah dari teman kalian yang lain, terus dia lari karena di ganggu sama penunggu hutan ini, saking


takutnya dia lari tanpa arah dan ya dia masuk ke gerbang gaib tanpa dia sadari" lanjutnya.


"Apa kita masih bisa menyelamatkan Anton" tanyaku.


"Hanya ada satu cara" jawabnya


"Apa" aku langsung bertanya.


"Harus ada yang masuk ke alam gaib dan mencari nya setelah ketemu langsung kalian ajak balik dan yang bisa melakukan itu hanya teman kalian yang


memiliki darah asli sini" ujar Yanti.

__ADS_1


Aku langsung berfikir itu artinya yang bisa menyelamatkan Anton hanyalah Gilang, tapi bagaimana caranya kita saja sekarang lagi terpisah dan Gilang tidakbmungkin tau tentang kondisi Anton


bagaimana.


Sekarang yang ada dalam pikiran ku adalah gimana caranya agar aku bisa menemukan Gilang dan Heni lalu menceritakan semuanya yang di katakan oleh Yanti dan juga tentang Anton, aku tau Gilang tanpa di minta pun pasti mau menolong Anton, andai aku juga bisa menyelamatkan Anton pasti aku sudah berangkat sekarang juga tidak peduli apapun rintangannya karena Anton adalah salah satu teman terbaik yang pernah aku punya, dia dari dulu selalu


menolong ku bahkan tanpa aku minta.


"Kita harus secepatnya menemukan Gilang agar dia bisa cepat menyelamatkan Anton sebelum semuanya terlambat" kataku.


"Aku laper banget nih, kita makan dulu yuk, biar punya tenaga buat cari si Gilang" Sasa memegang perutnya.


"Teman kamu betul juga apalagi ini malam hari pasti akan banyak yang mengganggu kalian jadi pastikan kalian punya banyak tenaga untuk melawan


mereka" kata Yanti.


"Oke ayo kita makan dulu" ucapku dan sasa mengambil tas ranselnya dari punggung nya dan mengeluarkan ikan yang tadi siang kita bakar, setelah itu kita makan sama-sama agar bisa segera


melanjutkan perjalanan.


"Kamu mau gak" aku menawarkan ikan ku untuk Yanti.


"Gak mau, ikannya sudah matang" ujar yanti.


"Ya emang udah matang, kalau masih mentah mana bisa di makan" ucap sasa.


"Bisa lah, kan emang makanan ku ikan mentah" jawabnya sambil tertawa.


Kita makan dengan lahapnya karena perut kami memang sudah sangat lapar sekali, walaupun tidak ada nasi tapi bisa makan ikan ini saja kita sudah sangat bersyukur karena kita tidak kelaparan, aku masih memikirkan.


Anton apakah dia kelaparan disana apa dia aman disana, semua pikiran jelek menjadi satu membuat kepala ku terasa pusing lagi.


"Kenapa, kepala Lo pusing lagi" ternyata Sasa memperhatikan ku yang sedang memegangi kepala.


"Sedikit sih" jawabku


"Jangan banyak pikiran, kan lo sendiri yang bilang kalau kita harus optimis dan gak boleh nyerah. Kalau elo aja udah berfikiran buruk gitu gimana kita bisa optimis yang ada elo sakit terus pingsan lagi, terus nyusahin gue dan bikin kita makin lama ketemnu sama Gialng dan Heni " Sasa malah memarahiku


karena aku jadi banyak pikiran.

__ADS_1


"Dia benar sayang, kamu gak boleh sakit dong, nanti aku gimana kalau kamu sakit kan aku jadi sedih karena gak bisa lihat kamu tertawa lagi" si Yanti


malah menyahut


__ADS_2