
Mereka saling menatap, mungkin ingin memastikan jawaban apa yang akan mereka katakan kepada pria itu, sedangkan Yanti hanya diam saja dan dia
masih berharap kalau Gilang dan teman-temannya akan membantu dia melawan penguasa gunung larangan.
Yanti menatap mereka satu persatu dengan wajah yang memelas, dia seperti mengisyaratkan mereka semua untuk tidak mengikuti ucapan pria itu.
"Kita tidak akan menyerahkan Yanti untuk kamu atau raja kamu, kita sudah menganggap Yanti sebagai sahabat, dan kita akan selalu bersama dan kita juga
sudah berjanji kalau kita semua akan saling melindungi, jadi kalau kamu ingin berbuat jahat kepada Yanti, kamu harus menghadapi kami dulu" ucap Andi menggebu.
"Hahaha, kalian ini manusia bodoh karena kalian sudah melewatkan kesempatan yang sangat berharga untuk kalian, padahal kalian bisa dengan
mudah untuk keluar dari gunung larangan ini, tapi kalian semua malah tidak mau" bentak pria itu.
"Kami tidak sejahat kalian yang akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang kalian mau, kita
itu manusia akan punya hati tidak seperti kalian" jawab Anton.
Lalu dengan sendirinya Gilang menggandeng Yanti, dan disusul oleh Andi, dia juga menggandeng tangan Yanti.
"Hadapi kami dulu kalau kamu memang ingin menyakiti Yanti" kata Andi.
Lalu Heni juga maju dan mereka saling berpegangan tangan untuk membantu Yanti, lalu disusul oleh Anton, mereka sangat solit bahkan mereka rela berkorban untuk menyelamatkan Yanti dari penguasa gunung larangan.
Lalu Sasa terlihat bingung, dia bingung harus ikut atau tidak karena dia masih sangat kesal dengan Yanti, dan mereka masih belum baikan lagi.
Lalu dengan mantap Sasa melangkah ke depan untuk ikut bergandengan tangan dengan mereka semua.
"Hadapi kita dulu kalau kamu mau menyakiti Sari" kata Sasa.
Dan mereka semua serempak menoleh kearah Sasa, Yanti yang mendengar ucapan Sasa langsung
menangis dan dia tidak percaya ternyata Sasa masih menganggap dia sebagai sahabat.
"Sasa, kamu sudah memaafkan aku" ucapnya sambil menangis. Tapi Sasa masih diam saja karena dia masih sungkan untuk bicara.
__ADS_1
Walaupun Sasa tidak memberikan jawaban tapi kata-kata Sasa itu bisa membangun kan semangat pada diri Yanti, dia sangat senang sekali karena
sahabatnya sudah kembali baik sama dia.
"Terimakasih karena kalian semua sudah menganggap aku sebagai sahabat" Yanti menitikkan air mata.
"Oh, jadi kalian lebih memilih mati di gunung larangan ini dari pada mengorbankan si kuntilanak merah ini"
ucap pria itu.
"Dia bukan hanya kuntilanak merah, tapi dia adalah sahabat kami, jadi kamu tidak perlu repot-repot mengimingi kami dengan apapun karena itu tidak
akan mempengaruhi pikiran kami samna sekali" ucap Andi lantang.
Pria itu berdecak kesal, entah siapa pria ini sebenarnya, tidak ada yang tau dan apa tujuan dia sebenarnya. Tapi mereka curiga kalau pria ini adalah
suruhan dari penguasa gunung larangan.
Tapi jelas sekali pria ini bukan manusia entah apa makhluk ini sebenarnya, atau mungkinkah dia ini
penguasa gunung larangan yang sedang menyamar.
"Waw, hebat sekali persahabatan kalian semua ya, dan aku baru dengar kalau ada manusia yang mau berteman dengan kuntilanak, apalagi kuntilanak
merah yang terkenal jahat dan licik. kalian semua harus waspada, karena dia pasti punya rencana lain untuk kalian" pria itu terus berusaha memfitnah Yanti agar Gilang dan teman-temannya membenci dia.
"Percuma saja kamu bicara seperti itu, karena kami tidak akan pernah mau percaya dengan jin jahat seperti kamu, jadi lebih baik sekarang kamu pergi dan jangan pernah menghalangi kami" ucap Andi dengan lantang.
Pria itu menatap Andi dan dia langsung tersenyum sinis kearah Andi, entah apa yang sedang dia rencanakan.
"Oh kamu adalah pria yang dicintai oleh si kuntilanak Yanti ya, aku cuma mau mengingatkan kalau kamu harus berhati-hati. Kamu tahu sendiri kan bagaimana bangsa kami kalau sudah mencintai seseorang" dia menakuti Andi.
Andi langsung diam tanpa bicara, karena kali ini yang dikatakan oleh pria itu memang benar adanya, Yanti memang mencintai dia bahkan Yanti sendiri yang
bicara padanya.
__ADS_1
"Kenapa diam hey anak muda, apa kamu takut kalau Yanti akan membawa kamu ke alamnya karena dia mencintai kamu?" Tanya pria itu kepada Andi.
"Aku tidak akan pernah melakukan itu, aku memang menyukai dia tapi aku tidak pernah punya niat buruk kepada dia, sama sekali tidak ada" Yanti membantah ucapan pria itu.
"Hahaha. Apa kamu yakin Yanti, aku tahu betul seperti apa sifat kamu dan kolonimu itu Yan, bukankah kalau kalian mencintai manusia maka kalian akan terus mengganggu dia bahkan kamu tidak akan pernah membiarkan ada wanita lain yang mendekatinya" pria itu kembali bicara tentang Yanti.
Mereka semua kembali diam dan tidak bicara lagi karena mereka merasa pria ini punya maksud tertentu kepada mereka, karena kali ini yang dia incar adalah Yanti.
"Tapi aku tidak seperti itu, aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk berubah, bahkan aku akan
membantu mereka semua untuk keluar dari gunung larangan ini dan dari jeratan raja jin yang menginginkan mereka semua" ucap Yanti yang tidak
terima dengan perkataan pria itu.
Dia menatap Yanti dengan tajam dan sepertinya dia sangat marah sekali dengan Yanti, entah ada urusan apa pria ini dengan Yanti, karena Yanti sendiri tidak pernah melihat dia.
"Oh, maksud kamu membantu mereka untuk keluar dari gunung larangan ini, terus setelah mereka akan
keluar dan tersisa Andi kamu akan mencoba menahan dia lalu kamu membawa dia pergi agar kamu bisa hidup selamanya dengan Andi tanpa di
ganggu lagi oleh teman-temannya ini kan" pria itu terus memanasi Gilang dan teman-temannya.
Yanti langsung terdiam dan geleng-geleng kepala, karena rencana itu bahkan tidak pernah ada dalam
kepalanya, dia tidak pernah punya niat untuk memisahkan Andi dengan teman-temannya, bahkan dia berharap Andi juga bisa keluar dari gunung
larangan ini dan menemukan kebahagiaan dia sendiri, dan Yanti akan ikut bahagia kalau Andi bahagia dengan pilihannya.
Tidak, bahkan aku tau manusia dan jin tidak akan pernah bisa bersatu, aku sadar itu, jadi aku akan merelakan Gilang bersama dengan pilihannya,
karena aku akan bahagia kalau Andi juga bahagia" ucapnya sambil menatap Andi.
Gilang langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang pria itu, dia sudah terlalu banyak bicara
sedangkan mereka saat ini tidak memiliki waktu yang banyak untuk meladeni mulut pria itu yang tidak jelas dari mana asalnya.
__ADS_1
Gilang memberi kedipan kepada Yanti sebagai kode kalau dia sudah siap melawan pria bodoh itu, Yanti yang sudah paham langsung mengangguk,
sedangkan teman yang lain hanya akan membantu saat Gilang membutuhkan bantuan mereka.