Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 76


__ADS_3

Lanjutan..


Aku tidak mau lagi tertipu dengan omongan mereka karena tadi aku hampir tertangkap juga karena aku


mempercayai ucapan mereka, aku kira mereka akan benar-benar pergi dari tempat itu tapi ternyata mereka menipu aku agar aku keluar dari persembunyian ku dan mereka bisa menangkap ku.


Kali ini aku tidak mau melakukan kebodohan lagi, pokoknya mereka tidak boleh menangkap ku untuk yang kedua kalinya, dan aku tidak boleh lagi tertipu


oleh hantu pendaki yang jahat itu, pokoknya tidak boleh.


Untung saja kakek buyut memberitahu aku sebelum aku melakukan kesalahan yang fatal, aku tidak bisa membayangkan kalau tadi aku menyerahkan diri lalu mereka menangkap ku itu artinya aku tidak akan lagi bisa menyelamatkan Heni dan mungkin di bulan purnama nanti mereka akan menumbalkan kita berdua.


Benar-benar jahat mereka semua, padahal mereka juga pernah hidup sama seperti aku dan kita sama-sama korban di gunung larangan ini, tapi kenapa mereka bisa sejahat itu sih mengorbankan nyawa orang lain.


Mungkin kebaikan mereka telah hilang bersama nyawa mereka semua, mangkanya sekarang yang tersisa hanyalah rasa benci dan dendam yang


bersemayam di hati mereka.


"Aku harus lari kemana lagi, jangan sampai aku pergi terlalu jauh karena nanti aku bisa lupa jalan untuk kembali ke tempat persembunyian mereka, kalau


sampai aku lupa gimana caranya aku bisa menyelamatkan Heni dari tangan hantu pendaki yang jahat itu" aku berhenti sebentar dan celingukan


mencari jalan yang aman untuk aku pergi.


Sekarang yang paling penting adalah aku harus mencari tempat persembunyian yang aman agar aku bisa bersembunyi dari kejaran hantu pendaki itu, dan kakiku juga sudah sangat lelah sekali rasanya, apalagi badanku juga terasa perih karena aku melewati ilalang yang cukup tinggi dan mungkin ada


semak belukar yang berduri tapi aku tidak melihatnya mangkanya tanganku seperti tergores.


Aku sudah sangat lelah sekali dan aku juga sudah berjalan cukup jauh tapi dua hantu pendaki itu masih terus saja mengejar ku, ya mereka tidak akan lelah

__ADS_1


karena mereka adalah hantu beda dengan aku yang masih menjadi manusia.


Aku berhenti sejenak dan mataku berkeliling mencari tempat persembunyian yang aman, kakiku benar-benar sudah tidak kuat lagi untuk berlari dan nafasku sudah kembang kempis otakku juga sudah sangat lelah sekali, pokoknya semua tubuhku ini


berontak dan meminta untuk Istirahat walaupun hanya sejenak.


"Pokoknya aku harus bersembunyi sekarang juga, aku tidak kuat kalau harus berlari lagi" aku melihat ada pohon yang cukup rindang dan tinggi jadi aku berpikir sepertinya aku bisa naik keatas dan bersembunyi di atas saja.


"Pohon itu dahannya sangat rindang jadi sepertinya sangat aman untuk aku bersembunyi, lagian kalau


aku sembunyi di atas aku pasti bisa melihat sekitar dan mengawasi mereka" tanpa pikir panjang aku langsung naik ke atas pohon untuk bersembunyi.


Memang agak susah untuk naik ke atas pohon karena aku memakai tas ransel yang cukup besar jadi agak berat juga untuk naik, tapi aku terus berusaha untuk memanjat pohon ini dengan cepat


sebelum kedua hantu pendaki itu mengetahui keberadaan ku saat ini dan mereka pasti akan menangkap ku.


membawanya karena kalau aku tinggal nanti hantu pendaki itu bisa tau keberadaan ku, atau mungkin mereka akan membawa tasku ketempat persembunyian mereka semua, tas ini sangat berguna karena aku membawa minumanku di dalam tas ini bisa gawat kalau mereka membawanya" gumamku.


Dengan usaha yang tidak gampang dan melelahkan akhirnya aku sampai di atas pohon dengan selamat walaupun badanku masih terasa perih dan gatal


gara-gara aku melewati semak belukar yang tinggi dan berduri.


Tapi itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit saat aku tertangkap oleh hantu pendaki itu, karena aku bisa mati di gunung larangan


ini kalau sampai aku tertangkap oleh mereka semua.


"Akhirnya aku bisa naik juga, semoga saja di sini aman dari jangkauan hantu pendaki itu, semoga mereka tidak melihat ke atas pohon ini, dan untung


saja aku bisa menyelamatkan diriku dari kejaran hantu pendaki itu kalau tidak pasti aku sekarang ada di dalam penjara yang mereka buat itu" aku bernafas lega karena kali ini aku bisa lolos lagi dari mereka.

__ADS_1


Aku melihat dari atas menelisik ke segala arah dan mencari keberadaan hantu pendaki itu berharap mereka segera menjauh agar aku bisa turun dari


pohon ini dan segera pergi dari tempat ini, setelah itu aku akan mencari cara untuk menyelamatkan Usna dari tangan mereka.


"Itu dua hantu pendaki, ternyata mereka masih terus mengejar ku sampai di sini, haduh aku kira mereka sudah pergi dan ternyata aku salah besar mereka masih terus mencari ku sampai kesini" aku kebingungan karena mereka semakin mendekat.


"Ya Allah semoga saja aku bisa selamat kali ini, tolong lindunglah aku ya Allah jangan sampai hantu pendaki itu melihat aku di atas sini, semoga aku bisa lolos dari mereka agar aku bisa menyelamatkan teman-teman ku yang lain" aku terus berdoa agar aku tidak tertangkap.


Karena hanya itu saja yang bisa aku lakukan saat ini, aku sudah berusaha untuk bersembunyi bahkan memanjat pohon dengan membawa ransel yang cukup berat jadi ini adalah usahaku setelah berusaha alku tinggal berdoa semoga usahaku tidak sia-sia.


"Haduh mereka semakin mendekat lagi, apa yang harus aku lakukan sekarang" aku bicara dengan sangat pelan agar mereka tidak mendengarkan


suaraku.


Aku terus mengawasi mereka dari atas, tanganku gemetaran karena saking takutnya, tapi aku berusaha untuk diam saja dan terus mengawasi mereka.


"Kemana larinya anak sialan itu, kenapa kita bisa sampai kehilangan jejak dia" mereka berada tepat di bawah pohon yang aku panjat, dan sepertinya


mereka sangat marah karena gagal menangkap aku.


"Itu anak larinya kencang juga, sampai kita kehilangan jejak dia, dan itu anak pintar juga sampai dia tau kalau kita hanya menggertak dia saja" ucapnya lagi.


"Kita harus mencari dia kemanapun yang penting kita harus menemukan dia jangan sampai kita gagal lagi karena bulan purnama sudah semakin dekat


kita harus segera menemukan dia dan ketiga temannya secepatnya" hantu pendaki itu berteriak lagi membuat bulu kudukku berdiri.


"Jadi bulan purnama sebentar lagi akan datang, aku harus lebih berhati-hati lagi karena mereka pasti


akan melakukan berbagai cara agar bisa segera menangkap ku" gumamku sangat pelan sehingga hanya aku yang bisa mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2