
Heru jadi semakin bingung sekarang harus berbuat apa, dia yakin kalau keberadaan Anton ada didepan sana, walaupun entah jauh atau dekat dia pun
tidak tahu, tapi iblis itu seakan bisa membaca pikirannya sehingga membuat Gilang semakin kebingungan.
"Apa yang harus aku lakukan saat ini, kenapa hatiku sangat yakin kalau Anton ada di depan sana, tapi kalau memang bapak ini sudah tersesat selama
satu minggu disini dia pasti sudah melewati jalan lurus itu, dan kalau memang Anton berada di tempat itu pasti bapak ini sudah bertemu dengan Anton
dari kemarin" ucap Gilang dalam hati.
Jujur dia memang sangat bingung dan gelisah, apalagi jin menyerupai manusia itu selalu memaksa dia untuk tidak kearah itu, dia juga terus meyakinkan Gilang kalau disana tidak ada manusia sama sekali.
"Apa bapak yakin sudah lewat sana, atau bapak pernah melewatkan salah satu tempat disana sehingga bapak tidak melihat teman saya" Gilang berusaha bertanya kepada jin itu untuk meyakinkan hatinya yang bimbang.
"Nak, teman kamu itu manusia bukan semut dia bisa bicara juga bisa mendengar, kalaupun memang dia ada disana dan bapak tidak melihatnya pasti
dia yang akan melihat bapak dan pasti dia akan memanggil bapak" jin itu terus saja meyakinkan Gilang.
Dan sepertinya Gilang udah mulai mempercayai ucapan jin jahat itu, dia terlihat diam saja dan mencoba untuk meyakinkan hatinya untuk mempercayai jin jahat itu.
"Benar juga apa yang dikatakan oleh bapak ini, kalaupun Anton ada disana pasti dia akan bersama bapak ini, pasti mereka akan bersama karena
sama-sama tersesat ditempat ini, kalau begitu lebih baik aku ikuti saja ucapan bapak ini karena dia sudah seminggu ditempat ini pasti dia juga akan berkata
jujur" ucap Gilang dalam hati.
"Baik pak kalau begitu, saya akan percaya dengan ucapan bapak, mungkin itu hanya perasaan saya saja karena saya terlalu khawatir dengan keadaan teman
saya itu, jadi saya berhalusinasi kalau dia ada disana" Gilang akhirnya percaya dengan ucapan jin jahat itu.
Dalam hati jin jahat itu tersenyum licik, dia pasti sangat senang karena sudah berhasil menipu Gilang
nentah-mentah, dia memang tidak hanya licik tapi dia juga sangat jahat sekali.
Dia sangat berambisi untuk menghabisi Gilang dan pasti dia juga sudah menyusun rencana yang sangat
matang untuk membuat Gilang masuk kedalam perangkapnya, sedangkan Gilang yang masih polos percaya saja dengan ucapan jin jahat itu.
Dia dengan mudah mengikuti kemauan iblis itu tanpa berpikir lebih jernih lagi, kakek Gilang yang diharapkan untuk membantu dia juga belum datang
__ADS_1
untuk membantu, entah apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa masih jauh pak kita jalannya, karena katanya kalau sampai malam ini saya tidalk berhasil untuk keluar dari tempat ini maka saya akan selamanya
terjebak dalam tempat ini selamanya" Gilang menjelaskan kepada jin itu, padahal jin itu sudah tau segalanya bahkan lebih dari apa yang diketahui
oleh Gilang.
"Tidak nak, kita lurus saja terus namanya juga usaha, kita kan sama-sama tidak tahu dimana teman
kamu saat ini, jadi kita harus lurus terusnsiapa tau teman kamu ada disana, nanti kalau belum juga ketemu kita masuki hutan ini lebih jauh lagi, pokoknya kita harus terus berusaha" jin itu berkata
seolah dia juga membantu mencari keberadaan Anton.
Ditempat lain Anton yang sudah sangat lemas dan tertidur pulas tiba-tiba dibangunkan oleh seseorang yang tiba-tiba datang entah darinmana.
"Cu, bangun kenapa kamu ada disini" pria tua itu membangunkan Anton yang sudah sangat lemas tak berdaya.
"Ayo bangun cu, bangun dan kuatkan dirimu, jangan biarkan kamu mati sia-sia ditempat ini" kakek tua itu
terus berusaha untuk membangunkan Anton.
kesadaran hingga membuat dirinya tidak merespon ucapan si kakek tua.
"Nak, kamu harus semangat, jangan biarkan jiwamu menjadi tawanan oleh penguasa gunung larangan ini, kamu tidak boleh bernasib sama seperti hantu
pendaki itu, kamu anak baik dan kamu harus selamat, pokoknya kalian semua harus berhasil keluar dari gunung larangan ini secepatnya, kakek akan membantu kamu" si kakek langsung mendekati Anton dan menaruh air di sebuah wadah lalu dia mendoakan air itu.
Setelah itu si kakek tua itu menaruh air itu dan meminumkannya ke mulut Anton, entah apa rencana kakek tua itu, apakah dia tulus menolong Anton atau dia sama seperti jin jahat itu yang berpura-pura menjadi manusia untuk mengelabuhi Gilang.
"Uhuk uhuk" Anton terbangun dari tidurnya setelah meminumn air yang telah dibacakan doa oleh kakek
misterius itu.
Anton kebingungan saat melihat kakek itu, tapi dia juga takut karena dia berpikir kakek ini adalah orang jahat yang mau mencelakai dia, saat ini dia tidak bisa mempercayai siapapun kecuali teman-teman dia sendiri.
"Siapa kamu, kenapa kamu ada disini, apa kamu mau menangkap saya atau kamu mau membunuh saya" ucap Anton sambil berteriak kearah kakek tua itu.
"Tidak cu, justru kakek menolong kamu karena kakek lihat tadi kamu sangat lemas dan sudah tidak berdaya, kakek kasihan melihat keadaan kamu cu,
__ADS_1
sehingga kakek menolong kamu" si kakek menjelaskan bahwa dia tidak pernah berniat jahat terhadap Anton.
"Aku tidak percaya, bahkan aku sama sekali tidak mempercayai kamu, pasti kamu salah satu jin jahat yang ingin menangkap aku dan teman-teman ku kan, jujur saja kamu sekarang, karena aku sudah tidak peduli lagi dengan kehidupan ini, cepat kamu bunuh aku sekarang asal kamu mau membebaskan teman-teman ku'" Anton lalu menangis dia sudah sangat lelah sekali.
"Apa yang kamu katakan cu, untuk apa aku membunuh kamu, sedangkan membunuh binatang saja aku tidak pernah, jadi bagaimana bisa aku
melakukannya" kakek itu masih berkata sangat lembut kepada Anton.
Kakek tua itu menyadari sikap Anton, bahkan dia juga sangat memaklumi apa yang dilakukan oleh anton mungkin dia saat ini sudah sangat lelah sekali,
sehingga otaknya sudah tidak bisa berpikir dengan jernih dan benar, jadi apapun yang dia ucapkan pasti itu salah.
"Lalu apa yang kakek inginkan dari aku, bicara saja terus terang, aku sudah terlalu lelah untuk bertele-tele, jadi katakan saja" Anton berucap dengan
sangat ketus kepada di kakek.
"Kakek ingin kamu menumbuhkan lagi rasa percaya dirimu, dan kakek juga ingin kamu menumbuhkan lagi semangat hidupmu yang sudah hilang, kamu harus semangat dan terus berusaha untuk keluar dari tempat ini" kakek menatap lekat wajah Anton.
"Cukup kek, sekarang kakek tidak perlu memberikan aku harapan palsu, cukup nasihat yang kakek berikan, aku sudah lelah, dan sekarang lebih baik
kakek pergi aku sudah lelah" Anton seperti sama sekali tidak mempunyai hasrat untuk hidup lagi.
Anton sudah tidak peduli tentang apapun yang dikatakan si kakek karena dia sudah tidak minat untuk berjuang lagi, sudah cukup selama empat hari ini dia berjuang sendirian, sedangkan perjuangannya selama empat hari ini hanya berakhir dengan sia-sia, jadi dia tidak akan mengulangnya lagi.
"Ingat cu, tidak ada yang namanya usaha mengkhianati hasil, kalau kemarin kamu gagal bisa jadi hari ini kamu berhasil, percayalah dengan apa
yang kakek ucapkan" kakek tua itu terus membujuk Anton.
Memang tidak mudah karena Anton memang sudah benar-benar pasrah akan keadaannya saat ini, bahkan dia sangat ingin mati saat ini juga agar terbebas dari sakit yang selama ini dia rasakan.
"Kenapa kakek ingin menolong saya, sedangkan kakek saja tidak pernah mengenal saya sama sekali" Anton mendongakkan kepalanya melihat kearah si kakek.
"Semua teman kamu sedang berjuang, mereka berusaha untuk menyelamatkan kamu saat ini,
sedangkan kamu malah ingin mati sekarang juga, jadi semua yang dilakukan teman-teman kamu akan
sia-sia dong, sayang sekali perjuangan mereka akan terbayar sia-sia" ucap si kakek lalu pergi menjauh dari Anton.
Anton yang mendengar teman-temannya disebut langsung bangkit dan dia melihat kearah kakek itu,
__ADS_1
lalu Anton pun bertanya kepada si kakek.