Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 80 POV Gilang


__ADS_3

"Iya malam ini kita beraksi kita ajak mereka kesini dan kita langsung saja menangkap mereka pasti akan sangat mudah kalau mereka mengira kita


adalah cewek itu, pasti mereka akan masuk dalam perangkap kita" mereka kembali tertawa.


Aku menutup mulutku, berarti sekarang teman-teman ku lagi dalam bahaya mereka sangat jahat sekali,


berbagai cara mereka lakukan agar bisa menangkap kami.


"Ini gak bisa di biarkan, apa aku sekarang cari mereka dulu ya sebelum terlambat nanti mereka malah percaya dengan hantu pendaki yang berpura-pura menjadi Heni, dan mereka akan tertangkap pokoknya aku harus mencari mereka dulu, soal Heni dia


masih aman karena hantu pendaki itu tidak akan menyakiti dia malah mereka akan menjaga makanan Heni" aku semakin yakin dengan keputusan ku.


Akhirnya aku mengambil keputusan untuk meninggalkan Heni di tempat ini untuk sementara aku akan mencari Anton, Andi dan Sasa, karena mereka sekarang lagi dalam bahaya aku harus


menyelamatkan mereka, dan setelah aku menemukan mereka semua aku bisabminta bantuan mereka untuk menyelamatkan Heni dari tangan hantu pendaki itu.


"'Sepertinya pekerjaan kita akan lebih mudah saat ini karena dengan cepat kita akan bisa menemukan


mereka" dia tersenyum sinis.


"Maksud kamu apa, kenapa pekerja kita bisa lebih mudah" tanya temannya.


"Iya, asal kamu tau ya teman-teman dia itu sudah berada di sekitar sini, mereka sudah dekat dari tempat kita ini bahkan mereka akan menuju ke sini" dia tersenyum.


Aku kaget dan juga senang, apa mungkin yang hantu pendaki katakan itu benar kalau teman-temanku sudah berada di sekitar sini, mereka sudah


dekat dari tempat ini bahkan mereka sudah sangat dekat dari tempat ini.


"Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan itu, dan apa benar mereka berada di sekitar sini" tanya temannya.


"Heh, kamu meragukan penciumanku, kan kamu tau kalau bisa mencium keberadaan manusia

__ADS_1


walaupun aku tidak tau pasti posisi mereka saat ini tapi aku sangat yakin kalau mereka berada di sekitar sini saat ini, dan aku juga bisa tau kalau mereka


tidak sendiri" ucapnya lagi.


Apa Maksud dari omongan dia kalau temanku tidak sendiri, apa mungkin ada orang lain lagi di antara


mereka, tapi siapa orangnya, atau ada makhluk lain selain mereka.


"Tidak sendiri, apa mungkin ada manusia lain yang masuk ke dalam gunung larangan ini, tapi kenapa


penjaga gerbang itu tidak memberitahu kita tentang ini" tanya temannya.


"Bukan, bukan manusia tapi jin juga tapi dari mana jin itu berasal kenapa dia bisa membantu mereka apa mungkin dia kenal dengan mereka" dua hantu pendaki itu terlihat bingung.


Aku juga sama seperti mereka aku juga bingung siapa jin yang mereka maksud yang membantu teman ku, kenapa aku bisa tidak tau, tapi aku bersyukur karena mereka juga ada yang membantu itu membuat aku semakin optimis untuk bisa keluar dari gunung larangan ini dengan selamat.


"Siapapun dan apapun yang membantu mereka aku sangat bersyukur, semoga temanku akan baik-baik saja disana, dan aku harus segera menemukan mereka karena hantu pendaki itu bilang kalau mereka sudah berada di dekat sini, pasti akan mudah untuk mencari mereka" aku tersenyum walaupun tubuhku terasa sangat gatal dan perih.


untuk pergi.


"Oke, lebih baik kita berpencar saja untuk mencari mereka, satu untuk menjaga cewek itu agar dia tidak kabur siapa tau nanti anak itu datang lagi kesini" ucapnya.


"Kamu benar, kita harus berpencar agar segera menemukan mereka, ayo kita kembali ke tempat kita terus kita kasih tau mereka tentang rencana kita


ini, kita harus segera bergerak sebelum mereka lebih jauh lagi" ucapnya.


Setelah berkata seperti itu mereka langsung pergi dari tempat ini, dan aku langsung bisa bernafas dengan lega, tapi aku tidak langsung turun dari pohon karena takut kalau mereka akan tau dan


menyadari keberadaan ku saat ini.


"Aduh akhirnya mereka pergijuga dari sini, tapi aku harus tahan sedikit lagi, aku akan menunggu sampai mereka benar-benar menjauh dari tempat ini" aku masilh tetap disini untuk menunggu mereka menjauh.

__ADS_1


Aku memantau mereka dari atas sini agar mereka bisa cepat pergi menjauh aku sudah tidak tahan lagi


dengan rasa gatal ini, sungguh menyiksa sekali.


"Mereka sudah semakin jauh lebih baik sekarang aku harus segera pergi dari tempat ini aku sudah tidak tahan lagi, tubuh ku perih sekali rasanya" aku langsung turun dari pohon dengan sangat hati-hati karena aku takut kalau terjatuh.


Memang pohon ini tidak licin tapi suasana di sini memang sangat gelap sekali sehingga aku harus berhati-hati takut kalau salah menginjak dan bisa


membahayakan diriku sendiri.


"Akhirnya mereka pergi juga, dan aku bisa turun dari pohon ini dan badanku sudah sangat gatal sekali" aku sudah turun ke bawah.


"Haduh gatal banget ini, mana sakit lagi, gimana ini kenapa bisa segatal ini sih semut itu memang kurang kerjaan banget sampai menggangguku yang sedang memperjuangkan nyawa ku dan teman-teman ku.


"Gatal sekali sih aku langsung mencopot bajuku saking gatalnya, aku menggaruk semua badanku secara menyeluruh, aku sudabh tidak tahan lagi" aku melepas bajuku dan menaruhnya di sembarang tempat karena lelbih penting aku menggaruk badanku.


Aku terus menggaruk badanku dan aku langsung duduk di bawah pohon sambil melihat semua luka di tubuhku ini aku takut lukanya akan semakin banyak dan bisa infeksi.


"Wah, lumayan banyak juga sih luka yang ada di badanku, mana merah semua lagi, dan masih gatal" aku terus menggaruk badanku.


Aku merasa badanku panas sekarang jadi aku harus istirahat terlebih dahulu sebentar saja nanti kalau


badanku sudah terasa lebih enak maka aku akan langsung mencari mereka sampai ketemu di manapun tempatnya pasti akan aku cari mereka.


"Oh iya aku kan punya minyak untuk meredakan rasa gatal lebih baik aku mengoleskan minyak itu ke seluruh badanku agar rasa gatal itu cepat hilang


dari tubuhku ini" aku mengambil tas ranselku dan mencari minyak itu sampai ketemu.


"Kemana sih minyak itu kan seingatku aku membawanya di ranselku, tidak mungkin aku lupa karena aku sendiri yang memasukkannya ke sini" tanganku terus saja mencari keberadaan minyak itu.


Mungkin karena aku tidak terlalu fokus dan juga tempat ini sangat gelap sehingga aku tidak bisa melihatnya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2