
Sasa yang melihat Yanti mendekat kearah mnereka dia langsung marah dan tidak mau dekat dengan Yanti lagi.
"Mau apa kamu kesini, cepat pergi dari sini karena kita sudah tidak mau berteman dengan kamu dan kita sudah tidak lagi butuh bantuan dari kamu" Lia
mengusir Yanti dengan kasar bahkan dia mendorong Yanti untuk menjauh dari teman-temannya.
"Sudah Sa jangan seperti ini, kita harus mendengarkan penjelasan Yanti dulu karena bagaimanapun dia yang telah membantu kita untuk selamat dari hantu pendaki itu, kalau tidak ada Yanti mungkin saat ini kita semua sudah ditangkap oleh hantu pendaki itu," Andi terus berusaha untuk menenangkan Sasayang sedang sangat marah.
"Tidak perlu, karena apapun yang menjadi alasan dia tetap saja niat utamanya adalah menangkap kita, itu
saja sudah cukup" Sasa terlalu keras kepala.
"Biarkan aku menjelaskan semuanya Sa, iya aku akui aku memang salah dan aku juga mau minta maaf
kepada kalian, maafkan aku ya" Yanti hanya mnenunduk.
"Pergi kamu dari sini dan jangan pernah kembali lagi" Sasa masih saja menolak Yanti.
"Iya, dan aku berjanji setelah aku menjelaskan semuanya aku akan pergi dari hidup kalian dan aku juga berjanji aku tidak akan mengganggu kalian lagi,
dan aku akan pergi sejauh mungkin sampai kalian tidak akan bisa bertemu dengan aku lagi" Yanti meneteskan air matanya.
"Bagus, kamu harus sadar diri kalau kamu itu sudah bukan siapa-siapa kami lagi, cepat pergi" Sasa kembali mendorongnya Yanti.
"Tenang dulu Sa, biarkan Yanti menjelaskan semuanya apa yang sebenarnya terjadi dari awal, setelah itu dia berjanji akan pergi jauh dari kita"
Andi menengahi, dan Sasa hanya menurut ucapan Andi.
Yanti mulai bercerita sejujurnya dan mengakui semuanya kesalahan yang telah dia lakukan.
"Sebenarnya aku memang bekerja sama dengan hantu pendaki itu untuk menangkap kalian, aku ingin
menghilangkan rasa bersalahku kepada mereka, karena aku lah yang telah membuat mereka mati secara mengenaskan, dulu aku memang sangat
__ADS_1
jahat dan aku memang penyebab mereka tersesat sampai meninggal mengenaskan di gunung larangan ini" Yanti menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan ceritanya.
"Jadi untuk menebus rasa bersalah yang terus menghantuiku selama bertahun-tahun aku berniat untuk membantu mereka, dengan cara berpura-pura baik kepada kalian, dan aku juga yang telah membuat kalian terpencar agar memudahkan aku untuk mengelabuhi kalian" Yanti kembali menangis.
"Jahat sekali kamu Yanti, kamu sangat jahat dan aku benar-benar menyesal karena percaya dengan mulut
busuk kamu itu, jadi kamu yang membuat kita jadi seperti ini hah, bahkan sekarang Gilang harus berjuang antara hidup dan mati untuk menyelamatkan Anton itu juga karena ulah kamu, biadab kamu Yan aku akan membuat kamu menyesal" Sasa sudah tidak bisa mengontrol dirinya, lalu dia menyerang Yanti.
Yanti yang mendapat pukulan dari Sasa hanya diam saja dan menangis, mungkin Yanti sudah menyesali semua perbuatan dia selama ini, dan sekarang
dia mau benar-benar membantu mereka.
"Tapi kalian yang sudah merubah aku menjadi baik, asal kalian tau setelah aku seharian bersama kalian dan melihat betapa baiknya kalian bahkan aku juga terharu melihat persahabatan kalian aku langsung ragu dengan rencana awal ku, apalagi kalian sudah
sangat baik dan menerima aku apa adanya" Yanti kembali menarik nafas.
"Jadi setelah aku sadar dan sampai detik ini, aku benar-benar tulus untuk membantu kalian dan aku juga sudah menganggap kalian sebagai sahabat aku
"Bohong, jin jahat seperti kamu memang tidak bisa dipercaya oleh siapapun, oh ya jadi jin kuntilanak yang masuk kedalam tubuhku itu mengatakan
semua kebenaran tentang kamu, tapi aku bodoh sekali terlalu percaya dengan kamu padahal kuntilanak itu telah berkata Jujur" Sasa mengingat kejadian kemarin saat dia kesurupan.
"Aku tidak menyangka ternyata kamu sejahat itu Yanti, jadi semua yang dikatakan kuntilanak itu benar adanya, kamu yang mengakibatkan hantu pendaki itu kehilangan nyawanya" Andi juga ikut berbicara kali ini.
"Iya aku tau aku salah, tapi aku benar-benar serius ingin membantu kalian selama ini, alku sudah menyadari kesalahan ku dan aku tidak mau
mengulangi kesalahan yang sama lagi, aku menyesal tolong maafkan aku" Yanti memasang wajah memelas.
"Aku yakin Yanti pasti benar-benar baik dan dia memang sudah berubah, aku melihat dari wajahnya dia memang sudah menyesal dengan apa yang telah
dia lakukan" Heni yang dari tadi hanya diam akhirnya membuka suara.
"Tau apa kamu Hen, jangan sok tau deh, dia ini hanya pura-pura baik, kalian jangan mudah percaya dengan
__ADS_1
tipu daya yang dia lakukan, dan aku yakin dia pasti punya rencana lain kalau kalian berdua mau masuk dalam rencana dia ya terserah, tapi aku tidak
akan pernah mau masuk dalam perangkap dia lagi" Sasa menyilangkan tangan di depan.
"Aku tidak memaksa kalian untuk percaya karena aku tau aku memang salah, yang penting aku sudah bicara dengan jujur sekarang semuanya terserah kalian, aku sudah berjanji untuk pergi jauh dari kalian setelah aku menjelaskan semuanya, jadi aku akan
tepati janji itu" Yanti kembali meneteskan air mata.
"Bagus, memang lebih baik kamu pergi saja dari sini, dan jangan ganggu kita lagi dan seharusnya memang kita tidak pernah bertemu" Sasa memang
sudah tertutup hatinya, mungkin dia terlalu kecewa.
Andi dan Heni juga bingung apakah dia harus percaya dengan Yanti atau tidak, tapi di dalam hatinya Andi memang percaya dengan Yanti, tapi saat melihat betapa keras kepalanya Sasa dia jadi ragu, karena walau bagaimanapun Sasa bukan hanya sekedar sahabat baginya, tapi Sasa juga orang yang dia sayangi.
"Sudah cukup, kita sekarang tidak perlu berdebat lagi, sekarang yang harus kita lakukan adalah gimana caranya agar kita bisa menyelamatkan Gilang dan Anton, jangan seperti ini karena ini tidak akan
pernah membantu kita untuk menemukan mereka" Andi menengahi Yanti dan Sasa.
"Betul apa yang dikatakan oleh Andi, kita tidak perlu bertengkar saat ini karena yang paling penting adalah kita harus menyelamatkan Gilang dan Anton"
Heni ikut bicara.
"Iya Sa, kamu saat ini harus meredam ego kamu, aku tau kamu sangat kecewa dengan Yanti aku juga
merasakan hal yang sama seperti kamnu, tapi Yanti sudah meminta maaf dan dia juga sudah menyesali semua perbuatan dia, lupakan sejenak semuanya sekarang kita harus fokus dengan Gilang dan Anton,
setelah itu kita selesaikan semua ini dengan baik" Andi menasihati Sasa yang keras kepala..
Sasa hanya diam saja saat Andi dan Heni sudah berbicara, dia tidak berani membantah ataupun bicara sedikitpun, mungkin dia sudah sadar kalau menyelamatkan Gilang dan Anto lebih penting daripada harus terus berdebat dengan Yanti.
"Iya, aku minta maaf karena sudah membuat kekacauan sekarang aku akan lebih fokus untuk membantu Gilang dan Anton" Sasa akhirnya meminta maaf tapi bukan kepada Yanti melainkan kepada
Andi dan Heni karena dia telah membuat masalah.
__ADS_1