
"Capek nih, kok Yanti belum kesini juga sih, takutnya kita salah jalan," kata Sasa sambil memegang dadanya.
"Gak mungkin kalau kita salah jalan, kan dari tadi kita ngikutin jalan ini," sambil menunjuk jalannya.
Mereka berhenti sejenak, lalu Yanti datang di hadapan mereka, Yanti terbang mangkanya tidak lama.
"Ayo kita lanjut lagi," kata Yanti.
Mereka lalu mengikuti Yanti di belakang, dan Yanti di depan. Berjalanan berlangsung hampir 3jam. Dan
akhirnya mereka sampai juga ditempat Yanti membawa jenazah para hantu pendaki itu.
"Alhamdulillah, akhirnya kita sampai juga di tempat ini," nafas merelka belum kembali normal lagi.
"Kalian istirahat dulu biar aku yang menyiapkan liang lahat untuk mereka semua, aku yakin pasti kalian sudah sangat lelah kan, dan kalian juga pasti
lapar karena kalian belum makan sama sekali," Yanti sangat tahu apa yang mereka rasakan.
"Kamu memang sangat peka ya Yan, kita memang lapar sekali," kata Andi.
Mereka duduk memutar lalu mengambil carrier masing-masing, lalu mereka mengeluarkan ikan yang tadi pagi mereka bakar bersama Yanti, karena
perut sudah sangat lapar mereka langsung makan dengan lahap.
Dan dengan sekejap akhirnya ikan mereka langsung habis begitu saja, mereka langsung mninum dan setelah itu perut mereka kekenyangan.
"Alhamdulillah, kenyang banget ini," sambil mengelus perutnya.
Yanti menghampiri mereka dan dia juga sudah selesai membuat liang lahat untuk Gilang beserta teman-temannya.
"Cepat banget Yan," mereka sangat heran karena Yanti sangat cepat sekali menggali tanahnya.
"Udah cepat sekarang giliran kalian semua," lalu Yanti duduk.
"Kita shalat jenazah dulu ya, tapi kita hanya bertiga apa tidak apa-apa ya," Andi terlihat ragu.
"Ini kan darurat, masak iya mereka tidak di shalatkan dulu," kata Gilang.
Mereka bertiga memandikan jenazah itu seadanya, yang penting tubuh mereka bisa bersih, sedangkan
__ADS_1
untuk mayat perempuan Heni dan Sasa yang memandikan, mereka semuabbekerja sama agar keempat mayat itu bisa segera dimakamkan secepatnya.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk menyolatkan jenazah itu dan Gilang sebagai imamnya, untung saja waktu di sekolah mereka
sudah diajarkan bagaimana cara melakukan shalat jenazah dan mereka juga sudah menghafalkan doa yang harus mereka ucapkan.
Setelah selesai dimandikan dan di shalat kan akhirnya keempat mayat itu sudah siap untuk di kuburkan dalam satu liang lahat yang sama, mereka
semua harus tetap bersama dalam keadaan apapun.
Karena liang lahat sudah selesai dan siap karena memang Yanti yang menyiapkan segalanya, sekarang tugas mereka hanya memasukkan satu persatu mayat itu dengan hati-hati.
Andi dan Gilang berada di bawah sedangkan Anton yang berada di atas untuk mengambil jenazah itu, lalu di dalam liang lahat gilang dan Andi
mengumandangkan adzan untuk keempat mayat itu.
Setelah semuanya selesai mereka langsung naik dan menutup liang lahat itu, sekarang mereka berempat sudah bahagia di alamnya dan mereka terbebas dari jeratan penguasa gunung larangan.
Tidak akan ada lagi yang menjadikan mereka budak dan memanfaatkan mereka berempat untuk berbuat
kejahatan.
"Alhamdulillah, akhirnya semuanya selesai juga dan selkarang tugas kita juga sudah selesai. Sekarang kita bisa keluarbdari gunung larangan ini dengan tenang" mereka serempak mengucapkan syukur.
Mereka bisa merasakan kalau tubuh mereka kini sudah di temukan dan di kuburkan dengan sangat layak sekali.
Dan akhirnya mereka bisa terbebas selamanya dan melanjutkan perjalanan mereka menuju alam yang
sesungguhnya.
"Mayat kita sudah dikuburkan dan kita akan bebas dari tempat ini, kita tidak perlu ketakutan lagi sekarang, dan kita bisa hidup tenang di alam kita yang baru," mereka sujud dan bersyukur.
Tubuh mereka melayang dan tiba-tiba rasa sakit yang ada ditubuh mereka tiba-tiba menghilang begitu saja, semua beban yang selama ini mereka tanggung dan pendam terasa lepas semuanya begitu saja.
Tubuh mereka terasa sangat ringan dan ini waktunya mereka pergi dari alam jin yang selama ini menjadi tempat penyiksaan untuk mereka, itu tempat
yang membuat mereka seakan trauma.
Sedangkan penguasa gunung larangan yang mendapat laporan dari anak buahnya kalau salah satu tawanannya telah berhasil di bebaskan, dia merasa sangat kesal dan marah karena itu artinya mereka akan kehilangan empat budaknya.
__ADS_1
"Sialan, apa kalian tidak bisa menghadang mereka untuk pergi dari tempat ini," dia memarahi anak buahnya.
"Tidak bisa, tubuh mereka sangat ringan dan mereka bisa terbang lalu langsung pergi dari tempat penyekapan mereka. Kita tidak bisa berbuat apa-apa
bahkan memegang tubuh mereka saja kita tidak bisa," anak buahnya menjelaskan.
"Sialan, pasti mayat mereka sudah di makamkan, manusia sialan itu telah membuat aku sangat marah. Aku tidak akan membiarkan mereka semua selamat dan aku akan memastikan mereka akan menjadi pengganti keempat budak ku yang telah mereka
bebaskan," sambil mengepalkan tangannya.
Keempat hantu pendaki itu pergi ke rumah yang mereka tempati saat menjadi hantu, karena mereka tahu betul kalau mayat mereka di kuburkan
di sana. Itu karena mereka bisa merasakan dimana jasad mereka berada.
"Kita harus mengucapkan terimakasih kepada manusia itu, kita sudah banyak sekali melakukan
kesalahan kepada mereka karena kita yang selalu mengejar mereka selama ini, tapi mereka malah mau membantu kita," mereka menitikkan air mata.
Sebelum mereka benar-benar pergi dari dunia ini mereka ingin sekali mengucapkan terimakasih kepada Gilang dan teman-temannya karena sudah
membantu mereka terbebas dari jeratan penguasa gunung larangan.
"Iya, kita kesana sekarang," mereka menuju tempat dimana mayat mereka di kuburkan.
Sedangkan Gilang dan teman-temannya mereka merasa sangat kelelahan, jadi mereka memutuskan
untuk beristirahat sambil tiduran dan minum air yang banyak untuk mengembalikan tenaga mereka yang terkuras saat ini.
Tiba-tiba keempat hantu pendaki itu ada di depan mereka, Gilang dan teman-temannya yang melihat itu
langsung kaget dan mereka juga merasa takut, walaupun mereka tahu hantu pendaki itu tidak akan pernah menangkap dan mengejar mereka lagi
tapi mereka tetap takut saat melihat hantu ada di depan mata mereka.
"Kalian ngapain disini, bukannya kita sudah mengubur semua jasad kalian dengan sempurna, lalu untuk apa lagi kalian semua kesini," tanya Andi dengan tangan yang bergetar karena takut.
Lalu hantu pendaki itu tersenyum kearah mereka, senyuman mereka terlihat sangat tulus dan itu artinya mereka memang sangat bahagia saat ini,
wajah mereka juga cerah tidak seperti biasanya yang putih pucat seperti mayat hidup.
__ADS_1
"Kita kesini hanya ingin bertemu dengan kalian semua, kita ingin mengucapkan terimakasih karena kalian sudah sudi untuk membantu kami walaupun kami sudah jahat kepada kalian, dan untuk Yanti kita juga mengucapkan banyak terimakasih karena kamu yang telah menuntun mereka untuk menemukan mayat kami semua," wajah mereka terlihat bersinar
menggambarkan bahwa mereka sekarang sangat bahagia.